Skandal Epstein Memanas! Pam Bondi Akui Ada Kesalahan, DPR AS Curiga Ada Fakta yang Ditutupi

Galih Prasetyo

Sabtu, 30 Mei 2026 | 08:42 WIB
Skandal Epstein Memanas! Pam Bondi Akui Ada Kesalahan, DPR AS Curiga Ada Fakta yang Ditutupi
Mantan Jaksa Agung Amerika Serikat, Pam Bondi, akhirnya memberikan kesaksian di hadapan Komite Pengawasan DPR AS terkait kontroversi dokumen kasus Jeffrey Epstein yang hingga kini masih menyisakan banyak tanda tanya. [Istimewa]
baca 10 detik
  • Mantan Jaksa Agung Pam Bondi bersaksi di Komite Pengawasan DPR AS mengenai transparansi dokumen kasus Jeffrey Epstein pada 29 Mei 2026.
  • Pemerintah mengeklaim telah merilis jutaan dokumen sesuai prosedur hukum, namun menuai kritik karena keterlambatan waktu dan kesalahan proses penyuntingan data.
  • Komite Pengawasan DPR AS menuntut keterbukaan penuh atas seluruh dokumen Epstein guna mengungkap fakta kasus yang dinilai belum terselidiki secara menyeluruh.

Suara.com - Mantan Jaksa Agung Amerika Serikat, Pam Bondi, akhirnya memberikan kesaksian di hadapan Komite Pengawasan DPR AS terkait kontroversi dokumen kasus Jeffrey Epstein yang hingga kini masih menyisakan banyak tanda tanya.

Dalam sidang tertutup yang berlangsung pada Jumat (29/5/2026), Bondi membela langkah Departemen Kehakiman selama masa jabatannya dan menegaskan bahwa jutaan dokumen terkait kasus Epstein telah dipublikasikan sesuai ketentuan hukum.

"Kami merilis hampir tiga juta halaman dokumen, termasuk foto dan bukti video. Ini adalah proses yang sangat rumit dan membutuhkan kerja besar," kata Bondi kepada anggota komite seperti dilansir dari Al Jazeera.

Kelompok pendukung korban serta sejumlah politisi dari Partai Demokrat dan Republik menilai masih ada informasi yang ditutupi atau disensor secara berlebihan dalam dokumen yang dirilis pemerintah.

Mereka juga menuding pemerintahan Presiden Donald Trump belum sepenuhnya mematuhi Undang-Undang Transparansi Berkas Epstein yang mewajibkan seluruh dokumen terkait dipublikasikan dalam waktu 30 hari setelah aturan tersebut disahkan pada November lalu.

Menanggapi kritik tersebut, Bondi menegaskan seluruh dokumen yang tidak dirilis telah melalui proses pemeriksaan hukum yang ketat.

Departemen Kehakiman AS Selidiki Dugaan Akal Bulus Trump Halangi Investigasi Skandal Epstein [Istimewa]
Departemen Kehakiman AS Selidiki Dugaan Akal Bulus Trump Halangi Investigasi Skandal Epstein [Istimewa]

"Tim profesional yang meninjau seluruh materi meyakinkan saya bahwa dokumen yang ditahan hanya yang tidak relevan, bersifat rahasia, atau merupakan duplikasi," ujarnya.

Meski demikian, Bondi mengakui adanya kesalahan dalam proses penyuntingan atau redaksi dokumen yang telah dipublikasikan.

"Memang ada kesalahan redaksi. Namun sejak hari pertama, departemen ini berkomitmen pada akuntabilitas dan transparansi," kata Bondi.

baca juga

Pernyataan tersebut langsung mendapat kritik dari para penyintas kasus Epstein.

Mereka menilai Departemen Kehakiman justru membocorkan identitas sejumlah korban yang sebelumnya tidak pernah dipublikasikan, sementara informasi penting lain tetap disembunyikan.

Selain itu, proses publikasi dokumen juga dinilai terlambat.

Berdasarkan undang-undang, seluruh berkas seharusnya dirilis pada Desember, tetapi pemerintah baru mempublikasikannya pada 31 Januari.

Ketua Komite Pengawasan DPR AS, James Comer, menegaskan pihaknya akan terus mencari seluruh dokumen yang masih belum dipublikasikan.

"Saya ingin setiap dokumen. Saya tidak ingin ada satu pun yang ditahan," ujar Comer kepada wartawan.

Menurutnya, publik Amerika berhak mengetahui kebenaran terkait kasus Epstein dan para korban juga berhak mendapatkan keadilan.

"Kami ingin mengungkap kebenaran kepada rakyat Amerika. Kasus ini belum pernah diselidiki secara menyeluruh," katanya.

Penyelidikan ini juga kembali memunculkan perhatian terhadap hubungan masa lalu antara Presiden Donald Trump dan Jeffrey Epstein.

Keduanya diketahui pernah berada dalam lingkaran sosial yang sama pada era 1990-an hingga awal 2000-an.

Namun Trump berulang kali menegaskan bahwa dirinya telah memutus hubungan dengan Epstein jauh sebelum pengusaha tersebut mengaku bersalah dalam kasus prostitusi anak di bawah umur pada 2008.

Pemerintahan Trump juga membantah tudingan bahwa dokumen tertentu sengaja ditahan untuk melindungi presiden dari sorotan publik.

Dalam kesaksiannya, Bondi menyampaikan simpati kepada para korban Epstein.

"Saya sangat menyesal atas apa yang mereka alami akibat monster itu," ujar Bondi.

Ia juga menjelaskan bahwa dirinya tidak memimpin langsung proses peninjauan seluruh dokumen karena tanggung jawab tersebut didelegasikan kepada Wakil Jaksa Agung saat itu, Todd Blanche.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Unik Disebut Mirip Donald Trump, Kerbau Asal Bangladesh Batal Disembelih di Idul Adha

Unik Disebut Mirip Donald Trump, Kerbau Asal Bangladesh Batal Disembelih di Idul Adha

Entertainment | Jum'at, 29 Mei 2026 | 12:43 WIB

Vokalis Legenda Hardcore Punk Ngomel ke Penonton Pendukung Trump: Lo Ngerti Lirik Kami Gak?

Vokalis Legenda Hardcore Punk Ngomel ke Penonton Pendukung Trump: Lo Ngerti Lirik Kami Gak?

Entertainment | Kamis, 28 Mei 2026 | 18:09 WIB

Saling Balas Serangan! Iran Targetkan Pangkalan Militer AS Setelah Washington Gempur Bandar Abbas

Saling Balas Serangan! Iran Targetkan Pangkalan Militer AS Setelah Washington Gempur Bandar Abbas

News | Kamis, 28 Mei 2026 | 17:13 WIB

Perjanjian Ibrahim Cara Trump Paksa Negara Arab 'Bermesraan' dengan Israel

Perjanjian Ibrahim Cara Trump Paksa Negara Arab 'Bermesraan' dengan Israel

News | Kamis, 28 Mei 2026 | 15:14 WIB

Donald Trump: Tidak Ada Satu Negara Pun Boleh Kendalikan Selat Hormuz

Donald Trump: Tidak Ada Satu Negara Pun Boleh Kendalikan Selat Hormuz

News | Kamis, 28 Mei 2026 | 14:11 WIB

Terkini

Pertamax Berpotensi Tembus Rp20 Ribu! Pemerintah Harus Siapkan Mitigasi  Sebelum Terlambat

Pertamax Berpotensi Tembus Rp20 Ribu! Pemerintah Harus Siapkan Mitigasi Sebelum Terlambat

News | Selasa, 15 September 2026 | 23:46 WIB

1765 Pelari dari 15 Negara Ramaikan Tangkuban Perahu

1765 Pelari dari 15 Negara Ramaikan Tangkuban Perahu

Sport | Selasa, 15 September 2026 | 23:05 WIB

Peringatan Bahaya di Makkah dan Jeddah Usai Rentetan Serangan Rudal

Peringatan Bahaya di Makkah dan Jeddah Usai Rentetan Serangan Rudal

News | Selasa, 15 September 2026 | 22:59 WIB

YLBHI Kecam Pengiriman Anak Demonstran ke Barak Militer: Ini Preseden Berbahaya!

YLBHI Kecam Pengiriman Anak Demonstran ke Barak Militer: Ini Preseden Berbahaya!

News | Selasa, 15 September 2026 | 22:55 WIB

Mau Liburan ke Luar Negeri? BRI dan Golden Rama Kasih Diskon hingga Rp1 Juta!

Mau Liburan ke Luar Negeri? BRI dan Golden Rama Kasih Diskon hingga Rp1 Juta!

Bri | Selasa, 15 September 2026 | 22:45 WIB

Awas! Lima Titik Karhutla di Cianjur Terjadi Hampir Bersamaan

Awas! Lima Titik Karhutla di Cianjur Terjadi Hampir Bersamaan

Jabar | Selasa, 15 September 2026 | 22:35 WIB

Kronologi Lengkap Kasus ATR/BPN, Peran Fahd A Rafiq Diduga Jadi Pengepul Terakhir Uang Haram

Kronologi Lengkap Kasus ATR/BPN, Peran Fahd A Rafiq Diduga Jadi Pengepul Terakhir Uang Haram

News | Selasa, 15 September 2026 | 22:35 WIB

Gibran 'Blusukan' di Tengah Krisis: Ubah Citra Politik, Ambil Celah yang Luput dari Prabowo?

Gibran 'Blusukan' di Tengah Krisis: Ubah Citra Politik, Ambil Celah yang Luput dari Prabowo?

News | Selasa, 15 September 2026 | 22:31 WIB

Gibran Temui Korban Keracunan MBG di Karo, Akademisi Dorong Evaluasi Menyeluruh

Gibran Temui Korban Keracunan MBG di Karo, Akademisi Dorong Evaluasi Menyeluruh

Sumut | Selasa, 15 September 2026 | 22:29 WIB

Sopir Truk KM Virgo Transport 8 Belum Ditemukan, Istri di Tulungagung Setia Menunggu Kabar

Sopir Truk KM Virgo Transport 8 Belum Ditemukan, Istri di Tulungagung Setia Menunggu Kabar

Jatim | Selasa, 15 September 2026 | 22:21 WIB

×