Negosiasi Memanas! Trump Ubah Syarat Damai, Iran Belum Mau Mengalah

Galih Prasetyo

Senin, 01 Juni 2026 | 08:13 WIB
Negosiasi Memanas! Trump Ubah Syarat Damai, Iran Belum Mau Mengalah
Presiden Amerika Serikat Donald Trump dilaporkan meminta perubahan terhadap sejumlah poin dalam rancangan kesepakatan yang tengah dibahas, sehingga proses finalisasi perjanjian kembali tertunda. [Istimewa]
baca 10 detik
  • Presiden Donald Trump meminta perubahan syarat yang lebih ketat dalam proposal kesepakatan nuklir dengan pihak Iran.
  • Pemerintah Amerika Serikat telah mengirimkan kerangka perjanjian baru kepada Iran untuk ditinjau dan dipertimbangkan lebih lanjut.
  • Meskipun proses negosiasi tertunda, kedua negara masih terus menjalin komunikasi untuk mencapai kesepakatan resmi yang berkelanjutan.

Suara.com - Perundingan untuk mengakhiri konflik antara Amerika Serikat, Israel, dan Iran kembali menghadapi tantangan baru.

Presiden Amerika Serikat Donald Trump dilaporkan meminta perubahan terhadap sejumlah poin dalam rancangan kesepakatan yang tengah dibahas, sehingga proses finalisasi perjanjian kembali tertunda.

Laporan media Amerika Serikat menyebutkan bahwa Trump menginginkan syarat yang lebih ketat dalam proposal tersebut.

Pemerintah AS dikabarkan telah mengirimkan kerangka baru kepada Iran untuk dipelajari dan dipertimbangkan lebih lanjut.

Menurut laporan The New York Times, perubahan yang diminta Trump bertujuan memperkuat beberapa ketentuan penting dalam kesepakatan.

Namun, rincian lengkap mengenai perubahan tersebut belum diungkapkan kepada publik.

Harga minyak dunia, termasuk di Indonesia terancam naik akibat perang antara Amerika Serikat dan Israel vs Iran di Teluk, yang membuat jalur perdangan minyak dunia di Selat Hormuz tak bisa dilewati. [Suara.com/Syahda]
Harga minyak dunia, termasuk di Indonesia terancam naik akibat perang antara Amerika Serikat dan Israel vs Iran di Teluk, yang membuat jalur perdangan minyak dunia di Selat Hormuz tak bisa dilewati. [Suara.com/Syahda]

Sementara itu, Axios melaporkan bahwa salah satu fokus utama Trump adalah pengaturan terkait material nuklir Iran.

Pemerintah AS disebut ingin memastikan isu tersebut mendapat jaminan yang lebih kuat dalam kesepakatan akhir.

Seorang pejabat senior AS mengatakan respons dari Teheran kemungkinan membutuhkan waktu beberapa hari.

baca juga

"Akan ada kesepakatan. Tinggal menunggu kapan hal itu terwujud. Kami siap menunggu agar presiden mendapatkan apa yang diinginkannya," kata pejabat tersebut.

Di tengah berbagai spekulasi, Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi, menegaskan bahwa komunikasi dengan Washington masih terus berlangsung.

Abbas Araghchi mengatakan dialog dan pertukaran pesan antara kedua pihak belum berhenti.

"Dialog dan pertukaran pesan masih berlangsung. Tidak mungkin memberikan penilaian sampai ada kesimpulan yang jelas," ujar Araghchi kepada kantor berita IRNA.

Araghchi juga mengingatkan agar berbagai laporan yang beredar saat ini tidak langsung dianggap sebagai fakta.

Menurutnya, seluruh informasi terkait hasil negosiasi masih bersifat spekulatif selama belum ada kesepakatan resmi.

Sikap serupa disampaikan Ketua Parlemen Iran, Mohammad Bagher Ghalibaf.

Ia menegaskan Teheran tidak akan menerima kesepakatan yang mengabaikan hak-hak penuh Iran.

"Tidak ada kepercayaan terhadap perkataan dan janji musuh. Satu-satunya tolok ukur kami adalah hasil nyata sebelum kami memenuhi komitmen sebagai balasannya," tegas Ghalibaf.

Perubahan syarat yang diajukan Trump berpotensi memperpanjang proses negosiasi selama beberapa hari ke depan.

Sejumlah analis memperingatkan bahwa semakin lama kesepakatan tertunda, semakin besar risiko meningkatnya kembali ketegangan di kawasan.

Peneliti senior NATO Defense College, Richard Weitz, menilai penundaan memang memiliki risiko, tetapi tetap lebih baik dibanding menghasilkan kesepakatan yang lemah.

Menurutnya, perjanjian yang memuaskan kedua pihak akan lebih berpeluang bertahan dalam jangka panjang.

Trump sebelumnya menegaskan bahwa prioritas utama Washington adalah memastikan Iran tidak mengembangkan senjata nuklir dan membuka kembali Selat Hormuz yang selama ini menjadi jalur vital perdagangan energi dunia.

Di sisi lain, Iran berulang kali membantah tuduhan bahwa mereka tengah mengembangkan senjata nuklir.

Teheran juga menegaskan tetap memiliki hak untuk mengelola program nuklirnya sesuai aturan internasional.

Hingga kini, belum ada kepastian kapan keputusan final akan diumumkan.

Namun kedua pihak masih membuka jalur komunikasi, sehingga peluang tercapainya kesepakatan tetap terbuka dalam beberapa hari mendatang.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Qodari: Prabowo Sosok Langka yang Dekat dengan Putin, Trump, dan Xi Jinping

Qodari: Prabowo Sosok Langka yang Dekat dengan Putin, Trump, dan Xi Jinping

News | Minggu, 31 Mei 2026 | 19:52 WIB

Rupiah Sekarat Menuju Rp18.000: Kebijakan BI Dinilai Terlambat Jinakkan Bom Waktu Fiskal dan Global

Rupiah Sekarat Menuju Rp18.000: Kebijakan BI Dinilai Terlambat Jinakkan Bom Waktu Fiskal dan Global

Bisnis | Sabtu, 30 Mei 2026 | 12:54 WIB

Kesehatan Donald Trump Bermasalah? Gedung Putih Dituding Tutupi Hasil Medical Check-up

Kesehatan Donald Trump Bermasalah? Gedung Putih Dituding Tutupi Hasil Medical Check-up

News | Sabtu, 30 Mei 2026 | 10:12 WIB

Skandal Epstein Memanas! Pam Bondi Akui Ada Kesalahan, DPR AS Curiga Ada Fakta yang Ditutupi

Skandal Epstein Memanas! Pam Bondi Akui Ada Kesalahan, DPR AS Curiga Ada Fakta yang Ditutupi

News | Sabtu, 30 Mei 2026 | 08:42 WIB

Mengapa Iran Mengendalikan Selat Hormuz?

Mengapa Iran Mengendalikan Selat Hormuz?

News | Jum'at, 29 Mei 2026 | 16:20 WIB

Terkini

3 HP Flagship Samsung Terbaru di Indonesia, Cek Harga dan Spesifikasinya

3 HP Flagship Samsung Terbaru di Indonesia, Cek Harga dan Spesifikasinya

Tekno | Rabu, 16 September 2026 | 14:34 WIB

Aturan Harga Saham Rp1 dan Short Selling Diterapkan Bersamaan, BEI Pasang Kuda-kuda

Aturan Harga Saham Rp1 dan Short Selling Diterapkan Bersamaan, BEI Pasang Kuda-kuda

Bisnis | Rabu, 16 September 2026 | 14:32 WIB

Cuaca Terik, Tiga Pemicu Kebakaran di Jakarta Ini Wajib Diwaspadai

Cuaca Terik, Tiga Pemicu Kebakaran di Jakarta Ini Wajib Diwaspadai

News | Rabu, 16 September 2026 | 14:30 WIB

Kasus HGB di Kementerian ATR/BPN Seret Dirjen hingga Bos Summarecon, KPK Didesak Jerat Korporasi

Kasus HGB di Kementerian ATR/BPN Seret Dirjen hingga Bos Summarecon, KPK Didesak Jerat Korporasi

News | Rabu, 16 September 2026 | 14:29 WIB

DJP Bantah Restitusi Pajak Ditahan untuk Pengusaha

DJP Bantah Restitusi Pajak Ditahan untuk Pengusaha

Bisnis | Rabu, 16 September 2026 | 14:29 WIB

Ribuan Warga di Siak Terjangkit ISPA Imbas Kualitas Udara Memburuk

Ribuan Warga di Siak Terjangkit ISPA Imbas Kualitas Udara Memburuk

Riau | Rabu, 16 September 2026 | 14:21 WIB

Ricuh Penggerebakan Bandar Narkoba di NTB: Polisi Disabet Parang, Warga Ditembak

Ricuh Penggerebakan Bandar Narkoba di NTB: Polisi Disabet Parang, Warga Ditembak

News | Rabu, 16 September 2026 | 14:20 WIB

Sifat dan Rezeki Weton Selasa Wage Neptu Terendah 7, Dijuluki Lakuning Bumi

Sifat dan Rezeki Weton Selasa Wage Neptu Terendah 7, Dijuluki Lakuning Bumi

Lifestyle | Rabu, 16 September 2026 | 14:20 WIB

Netizen Dilarang Jeles, Gubernur Sherly dan Ahmad Luthfi Kompak Posting Foto Duduk Berdampingan

Netizen Dilarang Jeles, Gubernur Sherly dan Ahmad Luthfi Kompak Posting Foto Duduk Berdampingan

News | Rabu, 16 September 2026 | 14:17 WIB

Petugas Berjibaku Padamkan Api, Menhut Soroti Tren Titik Api Karhutla yang Selalu Naik Saat Weekend

Petugas Berjibaku Padamkan Api, Menhut Soroti Tren Titik Api Karhutla yang Selalu Naik Saat Weekend

News | Rabu, 16 September 2026 | 14:17 WIB

×