Gus Ipul lalu menegaskan, Sekolah Rakyat tidak menggunakan pola pendaftaran seperti sekolah biasa, melainkan melalui proses penjangkauan oleh pendamping Kementerian Sosial. Anak-anak dari keluarga tidak mampu, anak yang belum sekolah, putus sekolah, atau berada dalam situasi rentan dijangkau langsung oleh para pendamping.
“Tidak apa-apa. Kita ingin dari awal terbuka. Tidak boleh ada yang ditutup-tutupi. Data-data harus jujur. Kita mulai dengan kejujuran, insya Allah akan berkah dan kita akan membuat anak-anak ini sukses,” ujar Gus Ipul.
Kepada para orang tua, ia meminta dukungan agar anak-anak mereka semangat mengikuti pendidikan di Sekolah Rakyat. Gus Ipul kemudian bertanya kepada para orang tua apakah siap putra-putrinya sekolah di Sekolah Rakyat?”
“Siap,” jawab para orang tua, serentak.
Gus Ipul menyampaikan bahwa orang tua tidak perlu malu menyampaikan kondisi sebenarnya. Pemerintah justru membutuhkan kejujuran agar bantuan yang diberikan sesuai kebutuhan.
“Tidak apa-apa, yang penting berani. Yang penting terbuka. Presiden kita lebih senang kalau kita jujur dan menyampaikan apa adanya,” ujarnya.
Dalam kunjungan tersebut, Gus Ipul dan Agus Jabo juga menyaksikan penampilan yel-yel dari siswa Sekolah Rakyat. Gus Ipul menutup dialog dengan mengajak seluruh calon siswa untuk belajar dengan sungguh-sungguh dan percaya diri.
“Sekarang, bersekolahlah semuanya. Jadilah anak-anak yang hebat dan berani bergerak. Terima kasih,” tutup Gus Ipul. ***