Viral 'Pulau Sampah' di Muara Angke: Bagaimana Berakhir di Sana dan Apa Bahaya Tersembunyinya?

Bimo Aria Fundrika

Selasa, 02 Juni 2026 | 15:48 WIB
Viral 'Pulau Sampah' di Muara Angke: Bagaimana Berakhir di Sana dan Apa Bahaya Tersembunyinya?
Tumpukan Sampah di Pesisir Muara Angke, Senin. (1/6/26) (Instagram/ilhamapriyanto)

Suara.com - Hamparan sampah plastik yang menutupi perairan Muara Angke, Jakarta Utara, menjadi perhatian publik setelah videonya viral di media sosial pada Senin (1/6/2026). Dalam video yang diunggah Ilham Apriyanto, tumpukan sampah terlihat membentuk lapisan padat menyerupai pulau yang mengapung di atas permukaan air.

Pemandangan tersebut memunculkan pertanyaan: mengapa sampah bisa menumpuk di laut, dan apakah dampaknya hanya sebatas merusak lingkungan?

Mengapa sampah bisa membentuk 'pulau' di laut?

Kepala Laboratorium Ecological Observation and Wetlands Conservation (Ecoton), Rafika Aprilianti, menjelaskan bahwa plastik memiliki massa jenis yang ringan sehingga mudah terbawa arus sungai maupun laut.

Akibatnya, sampah yang dibuang jauh dari kawasan pesisir sekalipun dapat berpindah dan berkumpul di satu titik sebelum akhirnya menumpuk.

Ecoton pernah melakukan pengamatan di salah satu pulau reklamasi di kawasan Muara Angke. Meski tidak berpenghuni, kawasan tersebut tetap dipenuhi sampah kiriman dari berbagai wilayah Jakarta dan sekitarnya.

"Sampah bisa beredar ke lokasi-lokasi yang bahkan tidak terjamah oleh orang karena sampah plastik sendiri massa jenisnya ringan dan dia bisa ikut arus ke mana pun," kata Rafika.

Temuan ini menunjukkan bahwa laut pada akhirnya menjadi muara dari sampah yang tidak terkelola dengan baik di daratan.

Apa bahaya yang tidak terlihat?

baca juga

Menurut Rafika, tumpukan sampah yang tampak di permukaan hanya sebagian kecil dari persoalan.

Seiring waktu, plastik akan terpecah menjadi mikroplastik dan nanoplastik akibat paparan sinar matahari, ombak, serta perubahan cuaca. Partikel-partikel ini berukuran sangat kecil, sulit terlihat, dan hampir mustahil dibersihkan dari lingkungan.

"Sampah yang ukurannya besar saja banyak, apalagi mikroplastik dan nanoplastik yang pasti jumlahnya miliaran partikel," ujarnya.

Partikel mikroplastik kemudian menyebar ke sungai, laut, udara, hingga masuk ke rantai makanan.

Bagaimana mikroplastik bisa masuk ke tubuh manusia?

Mikroplastik dapat tertelan oleh ikan, kerang, dan berbagai biota laut lainnya saat mencari makan. Ketika hasil laut tersebut dikonsumsi manusia, partikel plastik berpotensi ikut masuk ke dalam tubuh.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Sampah Organik Masih Menumpuk di Bali, Warga Benoa Diajak Ubah Limbah Jadi Ekoenzim

Sampah Organik Masih Menumpuk di Bali, Warga Benoa Diajak Ubah Limbah Jadi Ekoenzim

Lifestyle | Selasa, 02 Juni 2026 | 15:30 WIB

Hobi Beli Barang Serupa? Fungsi Sama Saja tapi Sampah Belanja Bisa Double

Hobi Beli Barang Serupa? Fungsi Sama Saja tapi Sampah Belanja Bisa Double

Your Say | Senin, 01 Juni 2026 | 17:10 WIB

Kemasan Makanan Sekali Pakai: Bukan Sekadar Sampah yang Bisa Disepelekan

Kemasan Makanan Sekali Pakai: Bukan Sekadar Sampah yang Bisa Disepelekan

Your Say | Senin, 01 Juni 2026 | 12:00 WIB

Terkini

Digaji Rakyat tapi Maling, Birokrat dan BUMN Nakal Siap-siap Kena Sikat

Digaji Rakyat tapi Maling, Birokrat dan BUMN Nakal Siap-siap Kena Sikat

News | Sabtu, 18 Juli 2026 | 00:23 WIB

Rumah Sentul Jadi Materi Pemeriksaan, Febrie Klaim Sudah Dihibahkan ke Anaknya

Rumah Sentul Jadi Materi Pemeriksaan, Febrie Klaim Sudah Dihibahkan ke Anaknya

News | Sabtu, 18 Juli 2026 | 00:13 WIB

Usai Diperiksa sebagai Tersangka, Febrie Adriansyah Tak Ditahan

Usai Diperiksa sebagai Tersangka, Febrie Adriansyah Tak Ditahan

News | Sabtu, 18 Juli 2026 | 00:00 WIB

Prabowo Pasang Badan untuk Petani, Minta Pengkritik Harga Beras Tanam Padi Sendiri

Prabowo Pasang Badan untuk Petani, Minta Pengkritik Harga Beras Tanam Padi Sendiri

Banten | Jum'at, 17 Juli 2026 | 23:55 WIB

Hotman Paris: Rumah Sentul Milik Eks Jampidsus Febrie Adriansyah, Tapi Isinya Milik Orang Lain

Hotman Paris: Rumah Sentul Milik Eks Jampidsus Febrie Adriansyah, Tapi Isinya Milik Orang Lain

Bogor | Jum'at, 17 Juli 2026 | 23:45 WIB

Didampingi Hotman Paris, Eks Jampidsus Febrie Adriansyah Lolos dari Penahanan Usai Diperiksa 10 Jam

Didampingi Hotman Paris, Eks Jampidsus Febrie Adriansyah Lolos dari Penahanan Usai Diperiksa 10 Jam

Jabar | Jum'at, 17 Juli 2026 | 23:04 WIB

Dosen UGM Diancam Sebar Data Pribadi hingga Dilacak Lewat Google Maps Usai Kritik Menteri PU

Dosen UGM Diancam Sebar Data Pribadi hingga Dilacak Lewat Google Maps Usai Kritik Menteri PU

News | Jum'at, 17 Juli 2026 | 23:03 WIB

Hadiri Rakorwil PSI Bengkulu, Kaesang Pangarep: Masa Gajah Kalah dari yang Lain?

Hadiri Rakorwil PSI Bengkulu, Kaesang Pangarep: Masa Gajah Kalah dari yang Lain?

News | Jum'at, 17 Juli 2026 | 22:59 WIB

Balita Tewas Diduga Dianiaya Ibu Tiri, Kemen PPPA Usul Asesmen Pengasuhan Sebelum Menikah

Balita Tewas Diduga Dianiaya Ibu Tiri, Kemen PPPA Usul Asesmen Pengasuhan Sebelum Menikah

News | Jum'at, 17 Juli 2026 | 22:57 WIB

Terekam CCTV dan Viral di Medsos, Remaja Pengancam Pakai Golok di Citeureup Diringkus Polisi

Terekam CCTV dan Viral di Medsos, Remaja Pengancam Pakai Golok di Citeureup Diringkus Polisi

Bogor | Jum'at, 17 Juli 2026 | 22:56 WIB

×