Dulu Incar Kursi DPRD, Eks Caleg Bekasi Kini Jadi Otak Pembunuhan Sadis WN Korea!

Muhammad Yasir

Rabu, 03 Juni 2026 | 09:25 WIB
Dulu Incar Kursi DPRD, Eks Caleg Bekasi Kini Jadi Otak Pembunuhan Sadis WN Korea!
Kapolres Metro bekasi Kombes Sumarni mengungkap fakta baru kasus pembunuhan sadis warga negara Korea Selatan yang didalangi mantan istri berinisial SJ. [Suara.com/Dok. Polres Metro Bekasi]
  • Mantan caleg berinisial SJ menyewa pembunuh bayaran berinisial HW untuk menghabisi nyawa mantan suaminya di Tambun Selatan, Bekasi.
  • Pembunuhan berencana tersebut telah disiapkan sejak akhir tahun 2025 dengan imbalan uang sebesar Rp139 juta bagi eksekutor.
  • Motif utama tindakan tersebut dipicu oleh rasa sakit hati serta keinginan SJ untuk menguasai harta milik korban.

Suara.com - Fakta baru terungkap dalam kasus pembunuhan sadis terhadap warga negara (WN) Korea Selatan berinisial BS di Tambun Selatan, Kabupaten Bekasi.

Dalang pembunuhan tersebut berinisial SJ yang merupakan mantan istri korban, ternyata eks calon anggota legislatif atau caleg DPRD Kabupaten Bekasi.

"Benar pelaku merupakan mantan caleg," kata Kapolres Metro Bekasi Kombes Sumarni kepada wartawan, Rabu (3/6/2026).

Dalam penyelidikan, polisi menemukan bahwa SJ tidak melakukan pembunuhan sendiri.

Ia diduga menyewa seorang pembunuh bayaran berinisial HW untuk menghabisi nyawa mantan suaminya dengan imbalan Rp139 juta.

HW mengaku menerima tawaran tersebut karena alasan ekonomi. Sebelum beraksi, ia beberapa kali memantau aktivitas korban untuk memastikan waktu yang tepat melakukan eksekusi.

Polisi menangkap HW di tempat kerjanya di wilayah Kota Bekasi. Dalam pemeriksaan, ia mengakui telah membunuh korban atas perintah SJ.

"Berdasarkan pengakuannya, pembunuhan tersebut telah direncanakan sejak akhir tahun 2025," ungkap Sumarni.

Kepala Polresta Cirebon Kombes Pol Sumarni (tengah) memberikan keterangan di Cirebon, Jawa Barat, Senin (6/10/2025). ANTARA/Fathnur Rohman.
Kapolres Metro Bekasi Kombes Sumarni. ANTARA/Fathnur Rohman.

Sakit Hati dan Ingin Kuasai Harta

Berdasar hasil penyidikan, pembunuhan berencana itu diduga dipicu konflik berkepanjangan antara SJ dan mantan suaminya.

Selain faktor sakit hati, penyidik juga menemukan dugaan motif ekonomi di balik pembunuhan tersebut.

SJ diduga ingin menguasai harta milik korban dan kemudian merekrut HW sebagai eksekutor.

"Tersangka HW mengaku menerima tawaran tersebut karena alasan ekonomi dan kebutuhan finansial," pungkas Sumarni.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Harga Nyawa Rp139 Juta, Mantan Istri Otaki Pembunuhan Berencana Pengusaha Korea di Tambun Bekasi

Harga Nyawa Rp139 Juta, Mantan Istri Otaki Pembunuhan Berencana Pengusaha Korea di Tambun Bekasi

News | Selasa, 02 Juni 2026 | 19:46 WIB

Misteri Belasan Luka Tusuk Balita di Bekasi Terungkap, Paman Sendiri Jadi Tersangka

Misteri Belasan Luka Tusuk Balita di Bekasi Terungkap, Paman Sendiri Jadi Tersangka

News | Jum'at, 29 Mei 2026 | 18:37 WIB

Berkedok Toko Kosmetik, Dua Pengedar 210 Ribu Butir Obat Keras di Bekasi Diciduk Polisi

Berkedok Toko Kosmetik, Dua Pengedar 210 Ribu Butir Obat Keras di Bekasi Diciduk Polisi

News | Selasa, 26 Mei 2026 | 17:37 WIB

Terkini

Gedung Kantor Sendiri 'Digerogoti'! KPK Ungkap Kerugian Rp35,7 M di Proyek Pemkab Lamongan

Gedung Kantor Sendiri 'Digerogoti'! KPK Ungkap Kerugian Rp35,7 M di Proyek Pemkab Lamongan

News | Rabu, 03 Juni 2026 | 09:04 WIB

Fakta Baru! Tak Cuma Johnny Wakum, Mama Sinta Juga Polisikan Dandhy Laksono Buntut Film Pesta Babi

Fakta Baru! Tak Cuma Johnny Wakum, Mama Sinta Juga Polisikan Dandhy Laksono Buntut Film Pesta Babi

News | Rabu, 03 Juni 2026 | 08:43 WIB

Nanik Jadi Kepala BGN, Istana: Tak Perlu Tunggu Seremoni, Langsung Kerja!

Nanik Jadi Kepala BGN, Istana: Tak Perlu Tunggu Seremoni, Langsung Kerja!

News | Rabu, 03 Juni 2026 | 08:13 WIB

Ngeri! Mahasiswi UNP dan Warga Kena Peluru Nyasar Latihan Militer, Proyektil Bersarang di Paha

Ngeri! Mahasiswi UNP dan Warga Kena Peluru Nyasar Latihan Militer, Proyektil Bersarang di Paha

News | Rabu, 03 Juni 2026 | 08:03 WIB

Anak 6 Tahun Dilecehkan Bertahun-tahun di Sekolah Kristen, Orang Tua Korban Digugat Rp820 juta

Anak 6 Tahun Dilecehkan Bertahun-tahun di Sekolah Kristen, Orang Tua Korban Digugat Rp820 juta

News | Rabu, 03 Juni 2026 | 07:48 WIB

Kaji Potensi Korupsi Anggaran MBG, KPK: BGN Belum Siap Kelola Rp268 Triliun

Kaji Potensi Korupsi Anggaran MBG, KPK: BGN Belum Siap Kelola Rp268 Triliun

News | Rabu, 03 Juni 2026 | 07:48 WIB

Disemprot Donald Trump, Benjamin Netanyahu Balik Melawan

Disemprot Donald Trump, Benjamin Netanyahu Balik Melawan

News | Rabu, 03 Juni 2026 | 07:03 WIB

Heboh Dugaan Jual Beli Titik Dapur MBG, Istana Turun Tangan Lakukan Audit Internal

Heboh Dugaan Jual Beli Titik Dapur MBG, Istana Turun Tangan Lakukan Audit Internal

News | Selasa, 02 Juni 2026 | 23:03 WIB

Terungkap! Ini Catatan yang Membuat Dadan Hindayana Kehilangan Kursi Kepala BGN

Terungkap! Ini Catatan yang Membuat Dadan Hindayana Kehilangan Kursi Kepala BGN

News | Selasa, 02 Juni 2026 | 22:42 WIB

Dasco Bongkar Alasan Nanik Layak Gantikan Dadan Hindayana di BGN

Dasco Bongkar Alasan Nanik Layak Gantikan Dadan Hindayana di BGN

News | Selasa, 02 Juni 2026 | 22:36 WIB