KPAI: Copot Kepala BGN Tak Cukup, MBG Harus Dievaluasi Total

Muhammad Yasir, Lilis Varwati

Rabu, 03 Juni 2026 | 10:04 WIB
KPAI: Copot Kepala BGN Tak Cukup, MBG Harus Dievaluasi Total
Siswa yang diduga keracunan hidangan makan bergizi gratis (MBG) menjalani perawatan medis di Gedung Serba Guna (GSG) Kantor Desa Cibodas, Lembang, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat, Rabu (29/10/2025). [ANTARA FOTO/Abdan Syakura/nz]
baca 10 detik
  • KPAI mendesak Badan Gizi Nasional melakukan evaluasi menyeluruh terhadap tata kelola Program Makan Bergizi Gratis usai maraknya kasus keracunan.
  • Pergantian pimpinan harus menjadi momentum pembenahan desain, pengawasan, serta pelaksanaan program guna memastikan efektivitas penurunan angka stunting di Indonesia.
  • Pemerintah didesak meningkatkan transparansi data serta menerapkan standar keamanan pangan ketat untuk melindungi kesehatan seluruh penerima manfaat program.

Suara.com - Pergantian pucuk pimpinan Badan Gizi Nasional (BGN) dinilai tidak boleh berhenti sebagai sekadar rotasi jabatan.

Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) meminta momentum tersebut dijadikan titik awal evaluasi menyeluruh terhadap Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang belakangan kerap disorot akibat berbagai persoalan tata kelola hingga kasus keracunan massal.

Wakil Ketua KPAI Jasra Putra menegaskan program MBG membutuhkan mekanisme evaluasi yang berbeda dibanding program pemerintah pada umumnya.

Sebab, dampak program pemberian makanan langsung dirasakan penerima manfaat dalam waktu singkat.

"Memberi makan adalah program yang dampaknya terjadi seketika. Begitu pula ketika terjadi kesalahan tata kelola yang berujung pada keracunan massal. Karena itu tata kelola MBG membutuhkan perubahan yang cepat dan mendasar, tidak bisa menunggu evaluasi tahunan," kata Jasra dalam keterangannya, Rabu (3/6/2026).

Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi mengatakan PT Perminas akan mengelola tambang emas Martabe yang dicaplok dari PTAR dan tambang lainnya. [Antara]
Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi mengumumkan pencopotan Kepala BGN Dadan Hindayana dan Wakil Kepala BGN Lodewyk Pusung serta Sony Sanjaya. [Antara]

Menurut KPAI, berbagai laporan yang diterima dari masyarakat sipil menunjukkan masih tingginya kejadian keracunan yang diduga terkait pelaksanaan MBG. Korbannya bukan hanya anak-anak sekolah, tetapi juga ibu, bayi, hingga lansia.

Karena itu, KPAI menilai pergantian pimpinan BGN harus menjadi momentum pembenahan menyeluruh terhadap desain, pengawasan, dan pelaksanaan program.

Meski menganggap pencopotan Kepala BGN terlambat, KPAI menegaskan langkah tersebut tetap perlu dimanfaatkan untuk mengembalikan fokus program kepada tujuan utamanya, yakni memperbaiki status gizi masyarakat dan menekan angka stunting.

"Kami tidak ingin MBG hanya menjadi program bagi-bagi makanan," ujar Jasra.

baca juga

KPAI juga mendesak Kementerian Kesehatan membuka data serta hasil evaluasi terkait efektivitas MBG dalam menurunkan stunting. Transparansi tersebut dinilai penting, termasuk untuk mengetahui dampak program terhadap anak-anak yang tinggal di wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T).

Selama sekitar satu setengah tahun melakukan pengawasan, KPAI mencatat masyarakat sipil telah menyampaikan sedikitnya tujuh rekomendasi kepada pemerintah untuk memperbaiki pelaksanaan MBG.

Rekomendasi tersebut antara lain memprioritaskan program di daerah dengan tingkat kerawanan pangan tinggi, melakukan evaluasi tata kelola secara menyeluruh, memperketat standar keamanan pangan, hingga memperluas partisipasi masyarakat dalam pengawasan program.

Selain itu, KPAI juga mendorong pemerintah mempertimbangkan model distribusi alternatif, termasuk pelibatan kantin sekolah dalam penyediaan makanan guna mengurangi risiko kontaminasi silang yang berpotensi memicu keracunan.

Bagi KPAI, pergantian pimpinan BGN seharusnya menjadi momentum untuk mengubah orientasi program dari sekadar distribusi makanan dalam skala besar menjadi instrumen kesehatan masyarakat yang lebih efektif.

Menurut Jasra, desain MBG ke depan perlu lebih berfokus pada pendekatan preventif dan promotif guna memastikan manfaat program benar-benar dirasakan masyarakat sekaligus mampu menjawab persoalan stunting yang masih menjadi tantangan nasional.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Kejagung Geledah Kantor BGN, Dilakukan di Tengah Pencopotan Dadan dan Dugaan Jual Beli Titik MBG

Kejagung Geledah Kantor BGN, Dilakukan di Tengah Pencopotan Dadan dan Dugaan Jual Beli Titik MBG

News | Rabu, 03 Juni 2026 | 09:46 WIB

Nanik Jadi Kepala BGN, Istana: Tak Perlu Tunggu Seremoni, Langsung Kerja!

Nanik Jadi Kepala BGN, Istana: Tak Perlu Tunggu Seremoni, Langsung Kerja!

News | Rabu, 03 Juni 2026 | 08:13 WIB

Terungkap! Ini Catatan yang Membuat Dadan Hindayana Kehilangan Kursi Kepala BGN

Terungkap! Ini Catatan yang Membuat Dadan Hindayana Kehilangan Kursi Kepala BGN

News | Selasa, 02 Juni 2026 | 22:42 WIB

Terkini

Menetap Bersama Istri WNI di Cirebon, Warga Australia Kena Deportasi Gara-gara Ini

Menetap Bersama Istri WNI di Cirebon, Warga Australia Kena Deportasi Gara-gara Ini

Jabar | Selasa, 08 September 2026 | 20:34 WIB

Tanggal Kembar 9.9 Tiba, Saatnya Cek Wishlist Produk Kecantikan, Kesehatan dan Perawatan Diri!

Tanggal Kembar 9.9 Tiba, Saatnya Cek Wishlist Produk Kecantikan, Kesehatan dan Perawatan Diri!

Lifestyle | Selasa, 08 September 2026 | 20:27 WIB

Siswa SMK di Karo Diduga Hilang Ingatan Usai Keracunan MBG, Amnesty Desak Program Disetop

Siswa SMK di Karo Diduga Hilang Ingatan Usai Keracunan MBG, Amnesty Desak Program Disetop

News | Selasa, 08 September 2026 | 20:24 WIB

Apa Sunscreen Terbaik untuk Mengurangi Flek Hitam pada Usia 50 Tahun ke Atas? Ini 7 Rekomendasinya

Apa Sunscreen Terbaik untuk Mengurangi Flek Hitam pada Usia 50 Tahun ke Atas? Ini 7 Rekomendasinya

Lifestyle | Selasa, 08 September 2026 | 20:20 WIB

Tiga Nama Urus SKCK, Bursa Calon Wakil Bupati Ponorogo Mulai Terlihat

Tiga Nama Urus SKCK, Bursa Calon Wakil Bupati Ponorogo Mulai Terlihat

Jatim | Selasa, 08 September 2026 | 20:19 WIB

Kemensos dan BPS Kompak: Tak Ada yang Salah Soal Penempatan Desil

Kemensos dan BPS Kompak: Tak Ada yang Salah Soal Penempatan Desil

News | Selasa, 08 September 2026 | 20:18 WIB

Waspada Abu Vulkanik! Pakar Paru UI Imbau Warga Lakukan Langkah Perlindungan Ini

Waspada Abu Vulkanik! Pakar Paru UI Imbau Warga Lakukan Langkah Perlindungan Ini

Jabar | Selasa, 08 September 2026 | 20:16 WIB

AI Bisa Bikin Hidup Lebih Mudah, Tapi Apakah Justru Menurunkan Kualitas Kerja Kita?

AI Bisa Bikin Hidup Lebih Mudah, Tapi Apakah Justru Menurunkan Kualitas Kerja Kita?

Lifestyle | Selasa, 08 September 2026 | 20:12 WIB

Masa Pakai Kulkas Idealnya Berapa Lama? Kenali 7 Tanda Kerusakan yang Sering Diabaikan

Masa Pakai Kulkas Idealnya Berapa Lama? Kenali 7 Tanda Kerusakan yang Sering Diabaikan

Lifestyle | Selasa, 08 September 2026 | 20:11 WIB

Tampang Caca, Mahasiswi Pencuri HP Samsung S23 Ultra di Jatinegara yang Viral Terekam CCTV

Tampang Caca, Mahasiswi Pencuri HP Samsung S23 Ultra di Jatinegara yang Viral Terekam CCTV

News | Selasa, 08 September 2026 | 20:10 WIB

×