Kemensos dan BPS Kompak: Tak Ada yang Salah Soal Penempatan Desil

Bangun Santoso, Lilis Varwati

Selasa, 08 September 2026 | 20:18 WIB
Kemensos dan BPS Kompak: Tak Ada yang Salah Soal Penempatan Desil
Kepala BPS Amalia Adininggar Widyasanti dan Menteri Sosial Saifullah Yusuf atau Gus Ipul dalam konferensi pers di Kantor Kemensos, Jakarta, Selasa (8/9/2026). (Suara.com/Lilis)
baca 10 detik
  • Menteri Sosial Saifullah Yusuf menyatakan penyaluran bantuan sosial berdasarkan data DTSEN yang terus diperbaiki secara berkala.
  • Kepala BPS Amalia Adininggar Widyasanti menjelaskan integrasi data dilakukan untuk mencegah penghitungan ganda penduduk pada database.
  • Pemerintah menegaskan polemik peringkat desil terjadi karena proses penyempurnaan data yang masih berjalan secara berkelanjutan.

Suara.com - Polemik peringkat desil dalam Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN) yang dikeluhkan sejumlah masyarakat mendapat penjelasan dari pemerintah.

Kementerian Sosial (Kemensos) dan Badan Pusat Statistik (BPS) sama-sama menegaskan tidak ada pihak yang salah dalam proses penempatan desil.

Menteri Sosial Saifullah Yusuf atau Gus Ipul mengatakan, penyaluran bantuan sosial (bansos) dilakukan berdasarkan data yang tersedia.

Pemerintah, kata dia, saat ini masih terus melakukan perbaikan dan pemutakhiran data.

"Memang kita menyalurkan bansos itu kan berdasarkan data yang ada. Dan sekarang terus kita perbaiki. Nah, bagi yang belum, ya kita harapkan nanti pada triwulan berikutnya bisa mendapatkan kesempatan memperoleh bansos," kata Gus Ipul dalam konferensi pers di Kantor Kemensos, Jakarta, Selasa (8/9/2026).

Ia menjelaskan, pemerintah telah menetapkan penerima Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) berdasarkan kelompok desil 1 sampai dengan desil 4.

Menurut Gus Ipul, pembagian tersebut bukan berarti posisi desil dalam DTSEN sudah bersifat final.

Seiring proses pemutakhiran, posisi kesejahteraan seseorang dapat berubah.

"Nanti kalau data kita makin akurat, mungkin sudah turun desilnya, tidak 1 sampai 4, mungkin 1 sampai 3. Jadi kita lihat sambil ini adalah proses pemutakhiran," katanya.

baca juga

Karena itu, Gus Ipul meminta masyarakat memahami bahwa proses yang sedang berjalan merupakan bagian dari upaya pemerintah memperbaiki basis data penerima bansos.

"Untuk itu, ini tidak ada yang salah ya, ini memang bagian dari proses konsolidasi data dan kita punya komitmen untuk memperbaiki data ini," tegasnya.

BPS: Bukan Ada yang Salah, DTSEN Masih Disempurnakan

Kepala BPS Amalia Adininggar Widyasanti menegaskan hal serupa. Menurut dia, munculnya ketidaksesuaian antara kondisi masyarakat dengan posisi desil yang tercatat tidak serta-merta menunjukkan adanya kesalahan dalam penyusunan data.

"Jadi ini tidak ada yang salah tetapi bagian dari proses ini semua yang kita jalani dan alami saat ini adalah bagian dari proses penyempurnaan data yang dimiliki oleh kita bersama," kata Amalia.

Ia menjelaskan, pembentukan DTSEN diawali dengan proses integrasi berbagai data pemerintah yang sebelumnya tersebar dan menggunakan referensi berbeda.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Gus Ipul: Lulusan Sekolah Rakyat Disiapkan Jadi Pekerja Terampil atau Melanjutkan Kuliah

Gus Ipul: Lulusan Sekolah Rakyat Disiapkan Jadi Pekerja Terampil atau Melanjutkan Kuliah

News | Selasa, 08 September 2026 | 17:58 WIB

Punya Harta Rp3,5 Miliar Masuk Desil 4, Mensos Akui Ada Kesalahan Data

Punya Harta Rp3,5 Miliar Masuk Desil 4, Mensos Akui Ada Kesalahan Data

News | Selasa, 08 September 2026 | 17:00 WIB

Legislator NasDem Eva Stevany Masuk Daftar Penerima Bansos, Pimpinan DPR Bakal Klarifikasi

Legislator NasDem Eva Stevany Masuk Daftar Penerima Bansos, Pimpinan DPR Bakal Klarifikasi

News | Selasa, 08 September 2026 | 14:55 WIB

Tak Pernah Terima Bansos, Legislator NasDem Jelaskan Duduk Perkara Nama Eva Rataba Masuk Desil 4

Tak Pernah Terima Bansos, Legislator NasDem Jelaskan Duduk Perkara Nama Eva Rataba Masuk Desil 4

News | Selasa, 08 September 2026 | 12:19 WIB

Profil Yosia Rinto Kadang, Eks Wabup Toraja Utara Suami Eva Stevany Rataba yang Masuk Desil 4

Profil Yosia Rinto Kadang, Eks Wabup Toraja Utara Suami Eva Stevany Rataba yang Masuk Desil 4

News | Selasa, 08 September 2026 | 12:25 WIB

Eva Stevany Rataba Berharta Rp16 M Masuk Desil 4, Ternyata Istri Eks Wakil Bupati Toraja Utara

Eva Stevany Rataba Berharta Rp16 M Masuk Desil 4, Ternyata Istri Eks Wakil Bupati Toraja Utara

News | Selasa, 08 September 2026 | 11:52 WIB

Gaji Eva Stevany Rataba, Anggota DPR RI yang Viral karena Masuk Desil 4

Gaji Eva Stevany Rataba, Anggota DPR RI yang Viral karena Masuk Desil 4

Entertainment | Selasa, 08 September 2026 | 11:24 WIB

Terkini

Jajal Kandang Persija, Calon Srikandi Merah Putih Unjuk Gigi di di Festival SenengSoccer 2026

Jajal Kandang Persija, Calon Srikandi Merah Putih Unjuk Gigi di di Festival SenengSoccer 2026

Bola | Sabtu, 24 Oktober 2026 | 19:31 WIB

Banpres Rp240 Miliar untuk Karhutla Kalbar, Bima Arya: Prioritas Daerah Paling Parah

Banpres Rp240 Miliar untuk Karhutla Kalbar, Bima Arya: Prioritas Daerah Paling Parah

News | Sabtu, 24 Oktober 2026 | 19:22 WIB

93.719 Kasus ISPA Tercatat di Kabupaten Bogor hingga September 2026

93.719 Kasus ISPA Tercatat di Kabupaten Bogor hingga September 2026

Bogor | Sabtu, 24 Oktober 2026 | 19:05 WIB

Kacang Hijau: Penyelamat Sawah Saat Kemarau dan Jalan Rezeki Tak Terduga

Kacang Hijau: Penyelamat Sawah Saat Kemarau dan Jalan Rezeki Tak Terduga

Your Say | Sabtu, 24 Oktober 2026 | 19:05 WIB

Dari Pola Sahur hingga Mudik, Data Telekomunikasi Jadi Senjata Iklan Digital

Dari Pola Sahur hingga Mudik, Data Telekomunikasi Jadi Senjata Iklan Digital

Tekno | Sabtu, 24 Oktober 2026 | 19:05 WIB

5 Zodiak yang Kalau Marah Suka Langsung Block dan Unfollow Sosmed

5 Zodiak yang Kalau Marah Suka Langsung Block dan Unfollow Sosmed

Lifestyle | Sabtu, 24 Oktober 2026 | 18:55 WIB

Dugaan Pemerasan dan Bullying Intimidasi Siswi SMPN 10 Ciputat, Polisi Mulai Investigasi

Dugaan Pemerasan dan Bullying Intimidasi Siswi SMPN 10 Ciputat, Polisi Mulai Investigasi

Banten | Sabtu, 24 Oktober 2026 | 18:53 WIB

Usai Usir Wawali Armuji dan Wabup Mimik, WNA Suriah Diamankan Imigrasi

Usai Usir Wawali Armuji dan Wabup Mimik, WNA Suriah Diamankan Imigrasi

Jatim | Sabtu, 24 Oktober 2026 | 18:48 WIB

Tembus Medan Sulit Ciremai, Operasi Udara Jadi Pilihan Utama Padamkan Api

Tembus Medan Sulit Ciremai, Operasi Udara Jadi Pilihan Utama Padamkan Api

Jabar | Sabtu, 24 Oktober 2026 | 18:46 WIB

Bocah 7 Tahun yang Hilang Dua Hari Ditemukan Tewas di Dalam Sumur di Gunung Putri

Bocah 7 Tahun yang Hilang Dua Hari Ditemukan Tewas di Dalam Sumur di Gunung Putri

Bogor | Sabtu, 24 Oktober 2026 | 18:38 WIB

×