Dadan Dicopot Sebelum Diperiksa Kejagung, Pakar UGM: Biar Penyelidikan Tak Terganjal 'Orang Kuat'

Muhammad Yasir, Hiskia Andika Weadcaksana

Rabu, 03 Juni 2026 | 14:14 WIB
Dadan Dicopot Sebelum Diperiksa Kejagung, Pakar UGM: Biar Penyelidikan Tak Terganjal 'Orang Kuat'
Siluet Mantan Kepala BGN Dadan Hindayana saat memberikan keterangan dalam konferensi pers Evaluasi BGN terkait Program Makan Bergizi Gratis Tahun 2025 di Kantor Badan Gizi Nasional, Jakarta sebelum dicopot dari jabatannya. [Antara/Indrianto Eko Suwarso]
baca 10 detik
  • Pemerintah mencopot Kepala Badan Gizi Nasional beserta wakilnya untuk mempermudah proses penyidikan hukum oleh Kejaksaan Agung.
  • Langkah tersebut diambil guna menjaga kepercayaan publik terhadap program Makan Bergizi Gratis dari berbagai sorotan negatif.
  • Pakar menyarankan pemerintah melakukan pembenahan tata kelola melalui sistem pengawasan ketat dan pelibatan pihak eksternal secara transparan.

Suara.com - Pencopotan Dadan Hindayana dari jabatan Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) bersama dua wakilnya sebelum diperiksa Kejaksaan Agung dinilai dapat mempermudah proses penegakan hukum sekaligus menjaga kepercayaan publik terhadap Program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Guru Besar Tata Kelola Kebijakan Publik Universitas Gadjah Mada (UGM), Gabriel Lele, menilai pergantian pimpinan BGN sebelum proses hukum berjalan dapat dipahami sebagai langkah untuk membuka ruang bagi aparat penegak hukum melakukan penanganan perkara secara lebih leluasa.

"Beberapa hal ya yang bisa kita soroti. Tapi, kalau saya pribadi melihat bahwa ini dalam rangka mempermudah penanganan," kata Gabriel kepada Suara.com, Rabu (3/6/2026).

Menurut Gabriel, keberadaan pejabat yang masih menduduki jabatan strategis berpotensi mempersulit proses penyelidikan maupun penyidikan.

"Kalau bosnya masih bercokol di situ dan ini katakanlah orang dekatnya Presiden, boleh jadi Presiden dilapori dan ya sudahlah tanda petik penyelamatan, ya, ini dikeluarkan dulu," ujarnya.

"Lalu Kejaksaan atau aparat penegak hukum masuk sehingga prosesnya harapannya itu bisa berjalan lebih lebih mulus," imbuhnya.

Penyidik Kejaksaan Agung (Kejagung) dikabarkan masih menggeledah kantor Badan Gizi Nasional (BGN), di Jalan Kebon Sirih, Jakarta Pusat pada Rabu (3/6/2026). (Suara.com/Dinda)
Penyidik Kejaksaan Agung (Kejagung) dikabarkan masih menggeledah kantor Badan Gizi Nasional (BGN), di Jalan Kebon Sirih, Jakarta Pusat pada Rabu (3/6/2026). (Suara.com/Dinda)

Gabriel juga menilai keputusan tersebut kemungkinan menjadi respons pemerintah terhadap berbagai sorotan yang selama ini muncul terkait pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis.

Ia menyinggung banyaknya testimoni publik mengenai tata kelola Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG), termasuk dugaan keterlibatan pihak-pihak tertentu dalam pengelolaannya.

"Jadi saya kok menduga ke situ, boleh jadi juga itu bentuk respons dari katakanlah Presiden, yang melihat bagaimana betapa banyak sekali ya reaksi negatif, termasuk testimoni-testimoni terkait mungkin tidak langsung berkaitan dengan korupsi secara langsung," ungkapnya.

baca juga

Meski demikian, Gabriel mengingatkan pemerintah tidak cukup hanya mengganti pejabat atau melakukan penindakan hukum jika ditemukan pelanggaran.

Menurutnya, kasus ini harus menjadi momentum untuk melakukan pembenahan tata kelola MBG secara menyeluruh.

"Tapi sebenarnya, kita kan berharap tidak berhenti dengan misalnya penindakan kalau ditemukan penyelewengan. Tetapi, lebih pada menjadikan momentum ini kalau ditemukan penyelewengan yang cukup besar, masif begitu ya harusnya ada pembenahan yang lebih menyeluruh," jelasnya.

Ia menilai salah satu persoalan yang perlu dibenahi adalah konsentrasi kewenangan yang terlalu besar tanpa pengawasan yang memadai.

"Benahi sistem. Nah, salah satu yang yang bisa dibenahi, di mana-mana kan kita belajar ya, kalau namanya kekuasaan atau otoritas yang terkonsentrasi, konsentralisasi tanpa tanpa kontrol dari luar, itu mesti akan terjadi penyelewengan termasuk korupsi," tegasnya.

Karena itu, Gabriel mendorong pemerintah memperkuat sistem pengawasan serta membuka ruang keterlibatan pihak lain, termasuk pemerintah daerah, dalam pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis agar lebih transparan dan akuntabel.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Kasus Dugaan Jual Beli Titik MBG, Kejagung Masih Geledah Kantor BGN

Kasus Dugaan Jual Beli Titik MBG, Kejagung Masih Geledah Kantor BGN

News | Rabu, 03 Juni 2026 | 13:49 WIB

Kantor BGN Digeledah dan Dadan Hindayana Dikabarkan Ditangkap Kejagung, Begini Respons Dasco

Kantor BGN Digeledah dan Dadan Hindayana Dikabarkan Ditangkap Kejagung, Begini Respons Dasco

News | Rabu, 03 Juni 2026 | 13:12 WIB

Kejagung Geledah Kantor BGN, Dilakukan di Tengah Pencopotan Dadan dan Dugaan Jual Beli Titik MBG

Kejagung Geledah Kantor BGN, Dilakukan di Tengah Pencopotan Dadan dan Dugaan Jual Beli Titik MBG

News | Rabu, 03 Juni 2026 | 09:46 WIB

Terkini

Direksi Baru BEI Langsung Temui DPR, Reformasi Pasar Modal dan Integritas Jadi Prioritas

Direksi Baru BEI Langsung Temui DPR, Reformasi Pasar Modal dan Integritas Jadi Prioritas

News | Kamis, 18 Juni 2026 | 20:50 WIB

Kemensos Pastikan 8 Titik Sekolah Rakyat Permanen Masuk Tahap Konstruksi

Kemensos Pastikan 8 Titik Sekolah Rakyat Permanen Masuk Tahap Konstruksi

News | Kamis, 18 Juni 2026 | 20:44 WIB

Kasus Korupsi MBG Meluas, 41 Nama Diduga Terlibat usai Penyidik Telusuri Ponsel Sony Sonjaya

Kasus Korupsi MBG Meluas, 41 Nama Diduga Terlibat usai Penyidik Telusuri Ponsel Sony Sonjaya

News | Kamis, 18 Juni 2026 | 20:39 WIB

Kemendagri Percepat Implementasi SP2D Online untuk Perkuat Digitalisasi Keuangan Daerah

Kemendagri Percepat Implementasi SP2D Online untuk Perkuat Digitalisasi Keuangan Daerah

News | Kamis, 18 Juni 2026 | 20:32 WIB

Kantongi Uang Saku dan Bayar Sendiri Rp233 Juta, Davina Karamoy Beberkan Alur Umrah Bareng Hanania

Kantongi Uang Saku dan Bayar Sendiri Rp233 Juta, Davina Karamoy Beberkan Alur Umrah Bareng Hanania

News | Kamis, 18 Juni 2026 | 20:27 WIB

Mahasiswa Kembali Turun ke Jalan, Pimpinan DPR Siap Temui Massa Aksi Besok

Mahasiswa Kembali Turun ke Jalan, Pimpinan DPR Siap Temui Massa Aksi Besok

News | Kamis, 18 Juni 2026 | 20:22 WIB

BGN Jawab Protes Pengusaha, Penghentian MBG Saat Libur Sekolah Demi Efisiensi Anggaran

BGN Jawab Protes Pengusaha, Penghentian MBG Saat Libur Sekolah Demi Efisiensi Anggaran

News | Kamis, 18 Juni 2026 | 20:16 WIB

DPR dan OJK Sepakat Benahi Tata Kelola Bursa, Pengawasan Pasar Modal Bakal Diperketat

DPR dan OJK Sepakat Benahi Tata Kelola Bursa, Pengawasan Pasar Modal Bakal Diperketat

News | Kamis, 18 Juni 2026 | 19:50 WIB

Ketegangan Warnai Demo Mahasiswa di Patung Kuda, Niat Bakar Sampah Picu Gesekan dengan Polisi

Ketegangan Warnai Demo Mahasiswa di Patung Kuda, Niat Bakar Sampah Picu Gesekan dengan Polisi

News | Kamis, 18 Juni 2026 | 19:42 WIB

39 Ribu Siswa di Pulau Jawa Tak Lagi Terima MBG, BGN Fokuskan Program ke Daerah 3T

39 Ribu Siswa di Pulau Jawa Tak Lagi Terima MBG, BGN Fokuskan Program ke Daerah 3T

News | Kamis, 18 Juni 2026 | 19:30 WIB