- Pemerintah Iran menyelenggarakan pemakaman mendiang Ayatollah Ali Khamenei di Teheran, Qom, dan Mashhad pada pertengahan Juni mendatang.
- Prosesi pemakaman selama tiga hari tersebut diperkirakan menjadi perhimpunan umat Islam terbesar yang dihadiri jutaan pelayat internasional.
- Pemimpin tertinggi Iran tersebut gugur akibat serangan militer Amerika Serikat dan Israel di Teheran pada akhir Februari.
Latar Belakang Peristiwa
Sebagai informasi, Pemimpin Tertinggi Republik Islam Iran, Ayatollah Seyyed Ali Khamenei, disebut gugur pada akhir Februari lalu.
Ia menjadi korban dalam sebuah serangan yang menargetkan kediaman sekaligus tempat kerjanya di pusat Kota Teheran.
Peristiwa tersebut disebut terjadi pada hari pertama kampanye militer atau serangan gabungan yang dilancarkan oleh Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran pada 28 Februari.
Merespons kematian pemimpin spiritual mereka, angkatan bersenjata Iran kemudian meluncurkan serangan balasan dalam skala besar.
Rentetan rudal balistik dan drone tempur diarahkan ke berbagai titik strategis milik Amerika Serikat dan Israel di kawasan Timur Tengah.
Sebagai bagian dari strategi pertahanan dan tekanan geopolitik, militer Iran juga memberlakukan blokade ketat terhadap Selat Hormuz sejak awal konflik.
Hingga kini, otoritas Iran disebut masih mempertahankan kendali penuh terhadap lalu lintas pelayaran di jalur maritim strategis tersebut.
Mereka hanya mengizinkan kapal-kapal dagang dari negara tertentu untuk melintas dengan syarat mematuhi regulasi keamanan yang ditetapkan angkatan laut Iran.