-
Serangan rudal dan drone Iran menghancurkan Terminal 1 Bandara Internasional Kuwait pada Rabu.
-
Seluruh aktivitas penerbangan domestik dan internasional di Kuwait resmi ditangguhkan akibat insiden tersebut.
-
Terminal 1 baru beroperasi dua hari setelah diperbaiki dari serangan Iran akhir Februari.
Suara.com - Operasional Bandara Internasional Kuwait lumpuh total setelah hantaman rudal dan drone Iran merusak Terminal 1 pada Rabu dini hari.
Otoritas setempat langsung menghentikan seluruh aktivitas penerbangan demi keselamatan menyusul kepanikan di area jalur udara tersebut.
Dilaporkan CNN, serangan udara fajar ini memicu kerusakan fisik yang masif pada infrastruktur utama serta menimbulkan korban luka di area publik.

Kementerian Pertahanan mengonfirmasi adanya korban dalam peristiwa ini yang segera dilarikan ke pusat layanan kesehatan terdekat.
Laporan resmi pemerintah menyatakan insiden tersebut telah melukai "sejumlah orang," yang telah menerima perawatan medis di rumah sakit.
Ledakan keras dari proyektil Iran menghancurkan sebagian bangunan Terminal 1 yang menjadi urat nadi penerbangan luar negeri.
Pihak berwenang mengambil tindakan darurat dengan membekukan lalu lintas udara demi menghindari risiko fatal bagi pesawat sipil.
![Perang besar kembali mengancam setelah mantan pejabat keamanan Amerika Serikat mengungkap kemampuan rudal Iran yang disebut jauh lebih berbahaya dari perkiraan. [Tangkap layar X]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2026/03/26/23680-rudal-iran.jpg)
Kantor berita resmi pemerintah, KUNA, melaporkan bahwa "penerbangan dan lalu lintas udara di Kuwait telah ditangguhkan" pasca-serangan tersebut.
Langkah isolasi udara ini diambil untuk mengantisipasi adanya gelombang serangan susulan di sekitar zona perimeter bandara.
Pembersihan puing-puing bangunan dan evaluasi struktural kini segera dilakukan oleh tim ahli di lokasi kejadian.
Kehancuran Terminal 1 menjadi pukulan telak bagi manajemen penerbangan Kuwait yang baru saja melakukan pembenahan besar-besaran.
Fasilitas utama penerbangan internasional tersebut sebenarnya baru beroperasi kembali selama dua hari sebelum dihantam ledakan baru.
Berdasarkan laporan media lokal, "Terminal 1 –– hub utama bandara untuk penerbangan internasional –– baru dibuka kembali pada hari Senin," setelah diperbaiki.
Rekonstruksi fasilitas sebelumnya memakan waktu pasca-serangan udara Iran yang sempat melanda kawasan itu pada akhir Februari lalu.
Ketegangan geopolitik yang terus memanas di kawasan Teluk kini memicu kekhawatiran atas keselamatan jalur penerbangan sipil regional.