Jurus Senyap Prabowo Bongkar Borok BGN: Gandeng BPKP dan PPATK Sebelum 'Gilas' Orang Kepercayaan

Muhammad Yasir, Novian Ardiansyah

Kamis, 04 Juni 2026 | 08:32 WIB
Jurus Senyap Prabowo Bongkar Borok BGN: Gandeng BPKP dan PPATK Sebelum 'Gilas' Orang Kepercayaan
Presiden Prabowo Subianto mengungkap cerita di balik pencopotan Dadan Hindayana dari jabatan Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) beserta dua wakilnya Sony Sonjaya, dan Lodewyk Pusung. [Suara.com/BPMI Sekretariat Presiden]
baca 10 detik
  • Presiden Prabowo mencopot pimpinan Badan Gizi Nasional karena adanya indikasi penyelewengan dalam program makan bergizi gratis.
  • Keputusan diambil setelah Presiden menginstruksikan audit mendalam oleh BPKP dan PPATK guna menelusuri laporan kejanggalan tersebut.
  • Kejaksaan Agung kemudian menetapkan ketiga mantan pimpinan lembaga tersebut sebagai tersangka korupsi setelah diberhentikan dari jabatannya.

Suara.com - Presiden Prabowo Subianto membeberkan keputusan mencopot Dadan Hindayana beserta dua wakilnya Sony Sanjaya dan Lodewyk Pusung dari pucuk pimpinan Badan Gizi Nasional (BGN) bukanlah langkah spontan.

Jauh sebelum keputusan itu diambil, ia mengaku telah menginstruksikan "operasi audit" dengan melibatkan BPKP dan PPATK guna menguliti indikasi penyelewengan di lembaga tersebut.

Hal itu diungkapkannya saat berpidato di acara Building Indonesia’s Future Generations Through Nutrition di Sentul International Convention Center (SICC), Bogor, Rabu (3/6/2026).

Prabowo menyebut telah menangkap sinyal adanya ketidakberesan di tubuh pengelola Program Makan Bergizi Gratis (MBG) tersebut.

"Jadi memang sudah berapa saat saya mendapat laporan ada kekurangan-kekurangan, ada kejanggalan-kejanggalan, ada indikasi-indikasi penyelewengan-penyelewengan dari pimpinan," ungkap Prabowo.

Merespons laporan miring tersebut, Prabowo kemudian bergerak memanggil Kepala BPKP Muhammad Yusuf Ateh dan Kepala PPATK Ivan Yustiavandana untuk melakukan penelusuran mendalam.

Bagi Prabowo, integritas pimpinan adalah penentu hidup atau matinya sebuah organisasi.

"Jadi saudara-saudara, waktu saya mendapat laporan-laporan itu saya panggil Kepala BPKP dan juga Kepala PPATK, dan saya panggil berapa pejabat lain, saya tanya, 'Tolong saya mendapat laporan tentang BGN. BGN ini suatu program yang sangat-sangat penting bagi bangsa dan negara, menyangkut rakyat kita yang sedang perlu bantuan afirmasi, bantuan berpihak'," tutur Prabowo menceritakan instruksinya.

Prabowo tak menampik bahwa mengambil keputusan tegas terhadap orang-orang di lingkaran kepercayaannya merupakan pergolakan batin yang berat.

baca juga

Ia bahkan mengaku sedih karena harus memberhentikan sosok-sosok yang sebelumnya ia sayangi dan beri mandat besar untuk negara.

"Tapi saya juga sebetulnya hari ini, saat ini, sebetulnya saya sedih. Saya tidak bisa tutupi bahwa saya dalam keadaan sedih. Karena saya terpaksa mengganti orang-orang yang saya sebenarnya saya sayangi, orang yang saya percaya, orang yang saya berikan tugas untuk negara yang sangat berat," katanya jujur.

Kolase foto Presiden Prabowo Subianto dan ayahnya Soemitro Djojohadikusumo. [Suara.com]
Kolase foto Presiden Prabowo Subianto dan ayahnya Soemitro Djojohadikusumo. [Suara.com]

Ingat Pesan Ayah

Namun, di tengah dilema tersebut, Prabowo menegaskan bahwa dirinya berpegang teguh pada wasiat almarhum ayahnya, ekonom senior Soemitro Djojohadikusumo, untuk selalu mendahulukan kepentingan rakyat di atas segala hubungan personal.

"Tapi yang jelas, mengganti mereka itu tidak ringan bagi saya. Tapi saya ingat kata-kata almarhum ayahanda saya, Profesor Soemitro, pernah mengatakan kepada saya: 'Prabowo, kalau satu saat kau dalam keadaan bingung atau keadaan ragu-ragu, ingat: berpihaklah selalu kepada rakyatmu'," tegas Presiden yang langsung disambut riuh hadirin.

Keputusan pencopotan ini terbukti menjadi langkah pembuka bagi proses hukum.

Hanya berselang beberapa jam setelah diberhentikan, Kejaksaan Agung resmi menetapkan Dadan Hindayana, Sony Sonjaya, dan Lodewyk Pusung sebagai tersangka korupsi tata kelola BGN dan langsung melakukan penahanan.

Terkait proses hukum yang tengah membelit mantan anak buahnya tersebut, Prabowo menyatakan akan menghormati independensi Kejaksaan Agung.

"Saya tidak mau banyak komentar karena mereka-mereka ini menghadapi masalah penyelidikan hukum karena itu saya tidak boleh banyak komentar, nanti seolah saya mempengaruhi," pungkasnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

'Bela Rakyatmu, Prabowo!': Nasihat Soemitro di Balik Keputusan Pahit Presiden Pecat Dadan Cs

'Bela Rakyatmu, Prabowo!': Nasihat Soemitro di Balik Keputusan Pahit Presiden Pecat Dadan Cs

News | Kamis, 04 Juni 2026 | 08:09 WIB

Siasat Dadan Hindayana Cs Korupsi MBG: Pakai Yayasan Sendiri, Sedot Miliaran Rupiah Tiap Hari!

Siasat Dadan Hindayana Cs Korupsi MBG: Pakai Yayasan Sendiri, Sedot Miliaran Rupiah Tiap Hari!

News | Rabu, 03 Juni 2026 | 18:15 WIB

Pakai Rompi Pink dan Diborgol, Kejagung Resmi Tahan Eks Kepala BGN Dadan Hindayana Cs

Pakai Rompi Pink dan Diborgol, Kejagung Resmi Tahan Eks Kepala BGN Dadan Hindayana Cs

News | Rabu, 03 Juni 2026 | 17:32 WIB

Terkini

Mahasiswa Kemah di Kantor Gubernur Sumsel saat Sumpah Pemuda, Desak Transparansi Anggaran Karhutla

Mahasiswa Kemah di Kantor Gubernur Sumsel saat Sumpah Pemuda, Desak Transparansi Anggaran Karhutla

Sumsel | Rabu, 28 Oktober 2026 | 23:44 WIB

Pengamat Tanggapi Harga Saham BYAN Haji Isam

Pengamat Tanggapi Harga Saham BYAN Haji Isam

Bisnis | Rabu, 28 Oktober 2026 | 23:17 WIB

Menyusuri Makam Imam Al Bukhari di Uzbekistan, Ada Jejak Bung Karno di Soekarno Hall

Menyusuri Makam Imam Al Bukhari di Uzbekistan, Ada Jejak Bung Karno di Soekarno Hall

Lifestyle | Rabu, 28 Oktober 2026 | 23:16 WIB

Brace Balsa Sekulic Bawa Persib Hajar Melbourne FC, Maung Bandung Sempurna di ACL Two

Brace Balsa Sekulic Bawa Persib Hajar Melbourne FC, Maung Bandung Sempurna di ACL Two

Bola | Rabu, 28 Oktober 2026 | 22:55 WIB

Dramatis! Timnas Indonesia Singkirkan Moldova 9-8, Garuda Muda Tembus 16 Besar Piala Dunia U-15

Dramatis! Timnas Indonesia Singkirkan Moldova 9-8, Garuda Muda Tembus 16 Besar Piala Dunia U-15

Bola | Rabu, 28 Oktober 2026 | 22:49 WIB

Demo di Jogja Ricuh: Gerbang DPRD DIY Didobrak, Wisatawan Malioboro Kocar-kacir

Demo di Jogja Ricuh: Gerbang DPRD DIY Didobrak, Wisatawan Malioboro Kocar-kacir

Video | Rabu, 28 Oktober 2026 | 22:25 WIB

Niat Liburan Berubah Mencekam: Cerita Keluarga Terjebak Demo Rusuh Malioboro hingga Dievakuasi

Niat Liburan Berubah Mencekam: Cerita Keluarga Terjebak Demo Rusuh Malioboro hingga Dievakuasi

Jogja | Rabu, 28 Oktober 2026 | 22:23 WIB

Bikin Konten hingga Layani Pelanggan, UMKM Masa Kini Mulai Manfaatkan AI

Bikin Konten hingga Layani Pelanggan, UMKM Masa Kini Mulai Manfaatkan AI

Lifestyle | Rabu, 28 Oktober 2026 | 22:05 WIB

Gerebek Kampung Berlan Matraman, Tim Gabungan Ciduk 8 Orang dan Sita Sabu hingga Ketamin

Gerebek Kampung Berlan Matraman, Tim Gabungan Ciduk 8 Orang dan Sita Sabu hingga Ketamin

News | Rabu, 28 Oktober 2026 | 22:04 WIB

Imigrasi Sumut Sapu Bersih Penghargaan di Bimtek PIMPASA 2026

Imigrasi Sumut Sapu Bersih Penghargaan di Bimtek PIMPASA 2026

Sumut | Rabu, 28 Oktober 2026 | 22:03 WIB

×