Keras Feri Amsari di Aksi Kamisan: Parpol Jadi Perusahaan Keluarga, Ketua Partainya Hasil Warisan

Bangun Santoso

Kamis, 04 Juni 2026 | 19:56 WIB
Keras Feri Amsari di Aksi Kamisan: Parpol Jadi Perusahaan Keluarga, Ketua Partainya Hasil Warisan
Feri Amsari di Aksi Kamisan, Kamis (4/6/2026). (bidik layar video)
baca 10 detik
  • Akademisi Feri Amsari mengkritik syarat pendirian partai politik yang terlalu mahal bagi masyarakat dalam Aksi Kamisan di Jakarta.
  • Dominasi kekuatan uang dalam politik menyebabkan partai dikuasai oligarki keluarga dan mengabaikan nasib korban pelanggaran hak asasi manusia.
  • Feri mengajak masyarakat merebut kembali ruang politik untuk memperjuangkan kepentingan publik dan melawan kebijakan yang tidak memihak rakyat.

Suara.com - Akademisi hukum tata negara Feri Amsari menyoroti kondisi politik Indonesia yang dinilainya semakin sulit diakses kelompok masyarakat biasa karena tingginya syarat pendirian partai politik.

Hal itu disampaikan Feri saat memberikan Kuliah Jalanan dalam Aksi Kamisan ke-910 bertema “Hari Internasional Anak-Anak Korban Agresi: Lindungi Anak, Akhiri Impunitas” di depan Istana Merdeka, Jakarta Pusat, Kamis (4/6/2026).

Menurut Feri, aturan pendirian partai politik saat ini hanya memungkinkan kelompok yang memiliki modal besar untuk ikut dalam kontestasi politik.

"Partai politik masih punya orang yang kaya untuk jadi apa orang yang bisa mendirikan partai politik di Indonesia harus super-super-super kaya. Tidak cukup hanya jadi orang kaya untuk mendirikan partai politik, tapi harus betul-betul super-super kaya," kata Feri.

Ia menjelaskan, tingginya syarat administratif membuat masyarakat yang menjadi korban berbagai ketidakadilan sulit membangun kendaraan politik sendiri.

"Bagaimana dengan kalangan tertindas, korban kekerasan, korban politik, korban ekonomi, korban kebun sawit dan lain-lain? Bagaimana mereka bisa membangun partai politik yang bisa merepresentasikan mereka di parlemen? Mereka tidak bisa karena tidak punya uang," ujarnya.

Feri menilai syarat pendirian partai semestinya tidak bertumpu pada kekuatan modal, melainkan kesamaan gagasan dan ideologi.

"Padahal syarat untuk mendirikan partai mestinya tidak uang, tapi kekompakan, kesamaan ide, kesamaan ideologi, kesamaan gagasan," ujar dia.

Dalam pidatonya, Feri juga melontarkan kritik terhadap praktik kepemimpinan partai politik yang menurutnya masih bersifat oligarkis dan diwariskan secara turun-temurun.

baca juga

"Saya pernah juga ngomong di sini bahwa di Indonesia enggak ada partai politik, yang ada adalah perusahaan keluarga yang diberi nama partai politik. Makanya jadi ketua partai itu dapat dari warisan," kata dia.

Menurut Feri, dominasi kekuatan uang dalam sistem politik berdampak langsung pada minimnya perhatian negara terhadap para korban pelanggaran hak asasi manusia maupun ketidakadilan sosial.

"Sekarang syarat mendirikan partai politik itu pun dikuasai dan didominasi kekuatan-kekuatan uang. Akibatnya enggak ada yang memperjuangkan korban, tidak ada memperjuangkan cerita soal disiram air keras," ujarnya lagi.

Ia menegaskan berbagai persoalan yang dihadapi masyarakat, mulai dari tingginya harga kebutuhan pokok hingga sulitnya memperoleh pekerjaan, tidak bisa dilepaskan dari keputusan politik.

"Dolar 18.000 karena politik, makanan mahal karena politik, pekerjaan susah karena politik, sudah dapat pekerjaan tidak dipenuhi haknya karena politik," kata Feri.

Karena itu, ia mengajak masyarakat sipil untuk tidak menjauhi politik meskipun sering dianggap penuh kemunafikan. Menurutnya, ruang politik justru harus direbut kembali oleh warga yang memperjuangkan kepentingan publik.

"Hari ini politik harus kita rebut kembali," tegasnya.

Menutup sesi kuliah jalanan di hadapan peserta Aksi Kamisan, Feri menyerukan agar masyarakat tidak lagi diam terhadap berbagai persoalan yang terjadi.

"Mulai mengatakan kalau satu setengah tahun yang lalu saya diam, saya dicaci maki, saya dihina hari ini saya akan lawan!" pungkasnya. (Reporter: Dinda Pramesti K)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Aksi Kamisan 910: Indonesia Darurat Militerisme, Anak Papua Jadi Korban Agresi di Pengungsian

Aksi Kamisan 910: Indonesia Darurat Militerisme, Anak Papua Jadi Korban Agresi di Pengungsian

News | Kamis, 04 Juni 2026 | 19:47 WIB

Dilaporkan Mahasiswa, Feri Amsari Diperiksa Terkait Penghasutan Buntut Acara Halal Bihalal Pengamat

Dilaporkan Mahasiswa, Feri Amsari Diperiksa Terkait Penghasutan Buntut Acara Halal Bihalal Pengamat

News | Kamis, 04 Juni 2026 | 11:10 WIB

'Kartu Mati' MK untuk Parpol: Mengapa Keterwakilan 30 Persen Perempuan Kini Jadi Syarat Wajib?

'Kartu Mati' MK untuk Parpol: Mengapa Keterwakilan 30 Persen Perempuan Kini Jadi Syarat Wajib?

News | Jum'at, 29 Mei 2026 | 08:34 WIB

Aksi Kamisan di Istana: Menagih Janji Negara yang Hobi Lupa pada Korban Penghilangan Paksa

Aksi Kamisan di Istana: Menagih Janji Negara yang Hobi Lupa pada Korban Penghilangan Paksa

News | Kamis, 28 Mei 2026 | 19:56 WIB

Aksi Kamisan ke-909 Soroti Penghilangan Paksa dan Tahanan Demonstrasi 2025

Aksi Kamisan ke-909 Soroti Penghilangan Paksa dan Tahanan Demonstrasi 2025

News | Kamis, 28 Mei 2026 | 17:19 WIB

28 Tahun Reformasi, Massa Aksi Kamisan Tuntut Penuntasan Pelanggaran HAM

28 Tahun Reformasi, Massa Aksi Kamisan Tuntut Penuntasan Pelanggaran HAM

Foto | Kamis, 21 Mei 2026 | 19:17 WIB

Sentilan Keras Dosen UI Soal Kampus yang Jadi Ruang Komersial dan Amnesia Sejarah

Sentilan Keras Dosen UI Soal Kampus yang Jadi Ruang Komersial dan Amnesia Sejarah

News | Kamis, 21 Mei 2026 | 18:55 WIB

Terkini

Sinopsis Film Vadh: Thriller Gelap India yang Diduga Jadi Inspirasi Pembunuhan Ibu-Anak di Madiun

Sinopsis Film Vadh: Thriller Gelap India yang Diduga Jadi Inspirasi Pembunuhan Ibu-Anak di Madiun

Lifestyle | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 13:01 WIB

4 Chemical Sunscreen Tanpa Pewangi Buat Perkuat Skin Barrier Kulit Sensitif

4 Chemical Sunscreen Tanpa Pewangi Buat Perkuat Skin Barrier Kulit Sensitif

Your Say | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 13:00 WIB

Review Lingsir Wengi: Tembang Jawa, Mitos, dan Teror di Motel Tua Malioboro

Review Lingsir Wengi: Tembang Jawa, Mitos, dan Teror di Motel Tua Malioboro

Your Say | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 13:00 WIB

Duaaarrr! Ranjau Bom Selat Hormuz Meledak Membakar 4 Tanker

Duaaarrr! Ranjau Bom Selat Hormuz Meledak Membakar 4 Tanker

News | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 12:56 WIB

KPK Geledah 6 Perusahaan Terafiliasi PT Djarum, Sita Dokumen dan Bukti Elektronik

KPK Geledah 6 Perusahaan Terafiliasi PT Djarum, Sita Dokumen dan Bukti Elektronik

News | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 12:52 WIB

Gagal Salip Kendaraan, Pengendara Motor Terjun Bebas dari Jembatan Layang Pesing Daan Mogot

Gagal Salip Kendaraan, Pengendara Motor Terjun Bebas dari Jembatan Layang Pesing Daan Mogot

News | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 12:47 WIB

Gubernur Sulsel Jamin Pendidikan Anak Polisi Hutan yang Tewas saat Padamkan Karhutla Toraja Utara

Gubernur Sulsel Jamin Pendidikan Anak Polisi Hutan yang Tewas saat Padamkan Karhutla Toraja Utara

Sulsel | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 12:45 WIB

Tecno Spark 50S 5G Resmi Meluncur, Ponsel Terjangkau dengan Fitur FreeLink yang Menarik

Tecno Spark 50S 5G Resmi Meluncur, Ponsel Terjangkau dengan Fitur FreeLink yang Menarik

Your Say | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 12:45 WIB

Bocoran iPhone Air 2 Terbaru: Layar 120Hz, Kamera Ganda 48MP, dan Chipset 2nm

Bocoran iPhone Air 2 Terbaru: Layar 120Hz, Kamera Ganda 48MP, dan Chipset 2nm

Tekno | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 12:36 WIB

Muncul Kode RAMA Jatah Duit untuk Menteri, KPK Jelaskan Alasan Tak Pernah Periksa Agus Andrianto

Muncul Kode RAMA Jatah Duit untuk Menteri, KPK Jelaskan Alasan Tak Pernah Periksa Agus Andrianto

News | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 12:36 WIB

×