Harmoni Industri Tambang dan Pertanian, Harita Nickel Perkuat Ekonomi Petani Pulau Obi

Fabiola Febrinastri, RR Ukirsari Manggalani

Jum'at, 05 Juni 2026 | 09:44 WIB
Harmoni Industri Tambang dan Pertanian, Harita Nickel Perkuat Ekonomi Petani Pulau Obi
Di Pulau Obi, meskipun industrialisasi nikel tumbuh pesat, sektor pertanian juga tumbuh semakin kuat berkat peran Harita Nickel. (Dok: Istimewa)

“Saya melihat potensi pertanian di sini luar biasa. Keluarga kami selama 15 tahun mampu bertahan hidup, bahkan membiayai sekolah saya sampai sarjana, murni dari hasil hortikultura. Kehadiran industri justru menjadi katalis; mereka membuka akses pasar yang selama ini kami butuhkan,” kata Darwan.

Melalui program Sentra Ketahanan Pangan Obi (SENTANI), Harita Nickel memberikan pendampingan kepada kelompok-kelompok tani terkait penerapan metode pertanian modern, penggunaan benih unggul, hingga pemanfaatan teknologi pertanian yang lebih efektif. Hasilnya terlihat nyata. Produktivitas padi yang dihasilkan petani binaan mencapai 8 ton per hektare, jauh di atas rata-rata nasional yang berada pada angka 5,31 ton Gabah Kering Giling per hektare.

Kolaborasi ini terus berkembang. Pada 2024, Harita Nickel mendorong para petani melakukan transisi menuju sistem pertanian organik. Para petani dibekali kemampuan membuat pupuk kompos dan pestisida nabati secara mandiri sehingga biaya produksi dapat ditekan sekaligus menjaga kualitas lingkungan.

Di saat yang sama, perusahaan juga membantu menciptakan kepastian pasar. Para petani diarahkan untuk membentuk koperasi dan menjalin kemitraan dengan vendor perusahaan sehingga hasil pertanian dapat diserap secara berkelanjutan. Skema ini menciptakan hubungan yang saling menguntungkan. Perusahaan memperoleh pasokan pangan segar untuk memenuhi kebutuhan operasional, sementara petani mendapatkan akses pasar yang jelas serta harga yang lebih pasti.

Dampak ekonominya mulai terlihat. Sepanjang 2025, total transaksi kelompok tani SENTANI dengan perusahaan mencapai Rp133 juta. Sementara kelompok-kelompok perempuan yang tergabung dalam KWT mampu membukukan omzet hingga puluhan juta rupiah setiap bulan.

Keberhasilan ini turut mengubah cara pandang masyarakat terhadap sektor pertanian. Jika sebelumnya banyak yang menganggap pertanian sebagai pekerjaan sampingan dengan prospek terbatas, kini semakin banyak warga yang melihatnya sebagai sumber penghidupan yang menjanjikan. Darwan bahkan menargetkan jumlah petani aktif yang terlibat dalam gerakan PELANGI terus bertambah dalam beberapa tahun ke depan.

“Harapan saya sederhana, melalui PELANGI, masyarakat sadar bahwa sektor pertanian mampu menghidupi kita secara layak dan berkelanjutan, bahkan di daerah yang dikenal sebagai pusat pertambangan sekalipun,” tandasnya.

Kelompok Wanita Tani (KWT) di Desa Soligi dan Kawasi yang seluruh anggotanya adalah kaum perempuan. (Dok: Istimewa)
Kelompok Wanita Tani (KWT) di Desa Soligi dan Kawasi yang seluruh anggotanya adalah kaum perempuan. (Dok: Istimewa)

Kisah para petani di Pulau Obi menunjukkan bahwa industrialisasi dan pertanian tidak harus berjalan berlawanan arah. Dengan pendampingan yang tepat, transfer pengetahuan, akses teknologi, serta pembukaan pasar yang dilakukan secara konsisten, sektor pertanian justru dapat berkembang bersama industri. 

Di Pulau Obi, Harita Nickel tidak hanya menghadirkan aktivitas ekonomi melalui hilirisasi nikel, tetapi juga membantu menumbuhkan ekosistem pertanian yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat lokal. Dari kebun-kebun sederhana yang kini menghasilkan jutaan rupiah setiap bulan, lahir bukti bahwa pertanian dan industri dapat tumbuh berdampingan untuk menciptakan kesejahteraan yang lebih luas dan berkelanjutan. ***

baca juga

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Kemnaker dan Kemenekraf Kolaborasi Perluas Peluang Kerja di Industri Ekonomi Kreatif

Kemnaker dan Kemenekraf Kolaborasi Perluas Peluang Kerja di Industri Ekonomi Kreatif

News | Jum'at, 05 Juni 2026 | 08:51 WIB

Dolar AS Tembus Rp18.000, Kemenkeu, BI, dan OJK Kompak Jaga Stabilitas Pasar

Dolar AS Tembus Rp18.000, Kemenkeu, BI, dan OJK Kompak Jaga Stabilitas Pasar

Bisnis | Jum'at, 05 Juni 2026 | 06:53 WIB

Bertemu S&P, Purbaya Jelaskan Fondasi Ekonomi Indonesia Masih Kokoh

Bertemu S&P, Purbaya Jelaskan Fondasi Ekonomi Indonesia Masih Kokoh

Bisnis | Kamis, 04 Juni 2026 | 20:51 WIB

Warga Bantah Isu Eksodus di PSN Wanam, Justru Harap Ekonomi dan Lapangan Kerja Makin Tumbuh

Warga Bantah Isu Eksodus di PSN Wanam, Justru Harap Ekonomi dan Lapangan Kerja Makin Tumbuh

Bisnis | Kamis, 04 Juni 2026 | 19:51 WIB

Rupiah Anjlok Tembus Rp18 Ribu per Dolar, Dokter Tirta Bereaksi Sarkas: Jaya Jaya Jaya!

Rupiah Anjlok Tembus Rp18 Ribu per Dolar, Dokter Tirta Bereaksi Sarkas: Jaya Jaya Jaya!

Entertainment | Kamis, 04 Juni 2026 | 11:49 WIB

IHSG Ambruk 4,11 Persen, Purbaya Sebut Rumor Downgrade Rating Indonesia Picu Kepanikan Pasar

IHSG Ambruk 4,11 Persen, Purbaya Sebut Rumor Downgrade Rating Indonesia Picu Kepanikan Pasar

Bisnis | Kamis, 04 Juni 2026 | 11:39 WIB

Terkini

1765 Pelari dari 15 Negara Ramaikan Tangkuban Perahu

1765 Pelari dari 15 Negara Ramaikan Tangkuban Perahu

Sport | Selasa, 15 September 2026 | 23:05 WIB

Peringatan Bahaya di Makkah dan Jeddah Usai Rentetan Serangan Rudal

Peringatan Bahaya di Makkah dan Jeddah Usai Rentetan Serangan Rudal

News | Selasa, 15 September 2026 | 22:59 WIB

YLBHI Kecam Pengiriman Anak Demonstran ke Barak Militer: Ini Preseden Berbahaya!

YLBHI Kecam Pengiriman Anak Demonstran ke Barak Militer: Ini Preseden Berbahaya!

News | Selasa, 15 September 2026 | 22:55 WIB

Mau Liburan ke Luar Negeri? BRI dan Golden Rama Kasih Diskon hingga Rp1 Juta!

Mau Liburan ke Luar Negeri? BRI dan Golden Rama Kasih Diskon hingga Rp1 Juta!

Bri | Selasa, 15 September 2026 | 22:45 WIB

Awas! Lima Titik Karhutla di Cianjur Terjadi Hampir Bersamaan

Awas! Lima Titik Karhutla di Cianjur Terjadi Hampir Bersamaan

Jabar | Selasa, 15 September 2026 | 22:35 WIB

Kronologi Lengkap Kasus ATR/BPN, Peran Fahd A Rafiq Diduga Jadi Pengepul Terakhir Uang Haram

Kronologi Lengkap Kasus ATR/BPN, Peran Fahd A Rafiq Diduga Jadi Pengepul Terakhir Uang Haram

News | Selasa, 15 September 2026 | 22:35 WIB

Gibran 'Blusukan' di Tengah Krisis: Ubah Citra Politik, Ambil Celah yang Luput dari Prabowo?

Gibran 'Blusukan' di Tengah Krisis: Ubah Citra Politik, Ambil Celah yang Luput dari Prabowo?

News | Selasa, 15 September 2026 | 22:31 WIB

Gibran Temui Korban Keracunan MBG di Karo, Akademisi Dorong Evaluasi Menyeluruh

Gibran Temui Korban Keracunan MBG di Karo, Akademisi Dorong Evaluasi Menyeluruh

Sumut | Selasa, 15 September 2026 | 22:29 WIB

Sopir Truk KM Virgo Transport 8 Belum Ditemukan, Istri di Tulungagung Setia Menunggu Kabar

Sopir Truk KM Virgo Transport 8 Belum Ditemukan, Istri di Tulungagung Setia Menunggu Kabar

Jatim | Selasa, 15 September 2026 | 22:21 WIB

Ditanya Kegiatan Setelah Dicopot dari Menkeu, Purbaya: Mau Mancing Sambil Ngelamun 'Kenapa Dipecat?'

Ditanya Kegiatan Setelah Dicopot dari Menkeu, Purbaya: Mau Mancing Sambil Ngelamun 'Kenapa Dipecat?'

Video | Selasa, 15 September 2026 | 22:15 WIB

×