Mapala Kritik Kemenhut: Kami Bawa Data Kerusakan, Malah Disuruh Tanam Pohon

Bangun Santoso

Jum'at, 05 Juni 2026 | 19:42 WIB
Mapala Kritik Kemenhut: Kami Bawa Data Kerusakan, Malah Disuruh Tanam Pohon
Koordinator Mapala se-Jabodetabek, Nurma Anisa, dalam konferensi pers Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2026 yang digelar WALHI di Jakarta, Jumat (5/6/2026). (Suara.com/Dinda Pramesti K)
baca 10 detik
  • Koordinator Mapala se-Jabodetabek, Nurma Anisa, menilai pemerintah belum serius berdialog mengenai berbagai isu lingkungan hidup di Indonesia.
  • Mahasiswa telah menyampaikan hasil kajian dan bukti konkret terkait konflik agraria serta nasib masyarakat adat kepada Kementerian Kehutanan.
  • Kementerian Kehutanan dinilai bersikap defensif dan belum memberikan tindak lanjut nyata atas usulan kerja sama lingkungan dari mahasiswa.

Suara.com - Mahasiswa pecinta alam (Mapala) menilai pemerintah belum serius membuka ruang dialog dengan kelompok muda yang selama ini aktif mengawal isu lingkungan hidup.

Hal itu disampaikan Koordinator Mapala se-Jabodetabek, Nurma Anisa, dalam konferensi pers Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2026 yang digelar WALHI di Jakarta, Jumat (5/6/2026).

Nurma mengaku bersama jaringan Mapala dari berbagai daerah telah beberapa kali mendatangi Kementerian Kehutanan untuk menyampaikan hasil kajian mengenai persoalan lingkungan, mulai dari tambang, konflik agraria, hingga nasib masyarakat adat.

Namun, respons yang diterima justru jauh dari harapan.

“Jadi dalih dari Kementerian Kehutanan adalah mereka tidak mau berbicara hal yang tidak berdasarkan data konkret,” kata Nurma.

Padahal, menurut dia, mahasiswa telah membawa laporan hasil kajian dari berbagai daerah di Indonesia.

“Jadi kita sudah membawakan laporan dari setiap daerah, kawan-kawan se-Indonesia mereka melakukan kajian di daerah masing-masing dan kita bawakan bukti-bukti yang sudah dicantumkan oleh kawan-kawan yang ada di daerah,” ujarnya.

Nurma menilai tuntutan pemerintah agar mahasiswa membawa data resmi justru bertolak belakang dengan minimnya transparansi yang selama ini terjadi.

“Sedangkan kita tahu bahwasanya setiap hal yang dilakukan oleh pemerintah tidak adanya transparansi setiap hal ataupun dokumen yang mereka lakukan seperti itu,” katanya.

baca juga

Dalam audiensi tersebut, Nurma juga sempat mengangkat persoalan masyarakat adat yang kehilangan ruang hidup akibat penggusuran. Namun menurutnya, tanggung jawab justru dikembalikan kepada mahasiswa.

“Justru Kementerian Kehutanan kembali melemparkan kepada kami bahwasanya itulah tugas kalian sebagai mahasiswa untuk melakukan edukasi kepada mereka-mereka yang tidak paham terhadap peraturan dan teknologi,” kata Nurma.

Ia lantas mempertanyakan logika pemerintah yang meminta mahasiswa mengedukasi masyarakat adat, sementara negara dinilai belum mampu menjamin perlindungan terhadap kelompok tersebut.

“Bagaimana mereka bisa paham tentang hukum sedangkan mereka aja tidak paham tentang teknologi dan tidak punya data penduduk, tidak punya kartu tanda penduduk,” ujarnya.

Pengalaman yang paling membekas bagi Nurma adalah ketika sejumlah mahasiswa justru ditanya mengenai jumlah pohon yang pernah mereka tanam.

“Kami dari masing-masing delegasi di setiap institusi dipertanyakan, ‘Kalian berbicara soal lingkungan sekarang, kamu sudah berapa kali menanam pohon? Kamu sudah berapa pohon yang sudah kamu tanam?’” katanya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Resmi! 13 Taman Nasional akan Diubah Jadi Kawasan Konservasi Dunia, Ini Daftarnya

Resmi! 13 Taman Nasional akan Diubah Jadi Kawasan Konservasi Dunia, Ini Daftarnya

News | Minggu, 03 Mei 2026 | 11:15 WIB

Kejagung Buru Pihak Swasta Pemberi Fee Rp1,5 Miliar ke Ketua Ombudsman Hery Susanto

Kejagung Buru Pihak Swasta Pemberi Fee Rp1,5 Miliar ke Ketua Ombudsman Hery Susanto

News | Kamis, 16 April 2026 | 18:59 WIB

Misi Gelap WNA Rusia Selundupkan 202 Reptil Digagalkan Gakkum Kemenhut! Pelaku Terancam 10 Tahun Bui

Misi Gelap WNA Rusia Selundupkan 202 Reptil Digagalkan Gakkum Kemenhut! Pelaku Terancam 10 Tahun Bui

News | Jum'at, 03 April 2026 | 15:02 WIB

Isu Deforestasi, Pemerintah Yakinkan Buyer Jepang Soal Wood Pellet Gorontalo

Isu Deforestasi, Pemerintah Yakinkan Buyer Jepang Soal Wood Pellet Gorontalo

Bisnis | Jum'at, 06 Maret 2026 | 07:13 WIB

Kemenhut Bidik Aktor Intelektual di Balik Tewasnya Gajah Sumatra di Konsesi Riau

Kemenhut Bidik Aktor Intelektual di Balik Tewasnya Gajah Sumatra di Konsesi Riau

News | Minggu, 08 Februari 2026 | 13:16 WIB

Jampidsus Geledah Rumah Eks Menteri dan Sejumlah Lokasi Terkait Korupsi Kemenhut

Jampidsus Geledah Rumah Eks Menteri dan Sejumlah Lokasi Terkait Korupsi Kemenhut

News | Jum'at, 30 Januari 2026 | 15:50 WIB

Polemik Anies dan Kemenhut: Benarkah Negara Memfasilitasi Perusakan Hutan?

Polemik Anies dan Kemenhut: Benarkah Negara Memfasilitasi Perusakan Hutan?

Your Say | Kamis, 22 Januari 2026 | 13:25 WIB

Terkini

Review Masterplan: Suguhkan Aksi Pencurian Lukisan Mona Lisa Paling Seru!

Review Masterplan: Suguhkan Aksi Pencurian Lukisan Mona Lisa Paling Seru!

Your Say | Kamis, 29 Oktober 2026 | 16:00 WIB

Eks Bomber Klub Italia: Timnas Indonesia Jangan Takut dengan Jepang di Piala Asia 2027

Eks Bomber Klub Italia: Timnas Indonesia Jangan Takut dengan Jepang di Piala Asia 2027

Bola | Kamis, 29 Oktober 2026 | 15:56 WIB

Potret Harley-Davidson Murah Bocor: Intip Wujud Sprint 440 Bergaya Cruiser Klasik

Potret Harley-Davidson Murah Bocor: Intip Wujud Sprint 440 Bergaya Cruiser Klasik

Otomotif | Kamis, 29 Oktober 2026 | 15:54 WIB

Mendagri Dorong Pemda Papua Pegunungan Laksanakan Program Perumahan Sesuai Aturan

Mendagri Dorong Pemda Papua Pegunungan Laksanakan Program Perumahan Sesuai Aturan

News | Kamis, 29 Oktober 2026 | 15:54 WIB

KRAS Kucurkan 350 Juta Dolar AS untuk Produksi Stainless Steel Slab

KRAS Kucurkan 350 Juta Dolar AS untuk Produksi Stainless Steel Slab

Bisnis | Kamis, 29 Oktober 2026 | 15:52 WIB

Lipstik Matte Viva Bikin Bibir Kering atau Tidak? Cek Formula dan Review Penggunanya

Lipstik Matte Viva Bikin Bibir Kering atau Tidak? Cek Formula dan Review Penggunanya

Lifestyle | Kamis, 29 Oktober 2026 | 15:51 WIB

Rahasia Kulit Kencang Tanpa Mengubah Karakter Wajah, Collagen Stimulator Kini Makin Dilirik

Rahasia Kulit Kencang Tanpa Mengubah Karakter Wajah, Collagen Stimulator Kini Makin Dilirik

Lifestyle | Kamis, 29 Oktober 2026 | 15:50 WIB

Bergenre Disko-Funk, NCT Dream Ajak Kita Berdansa Lewat Lagu Boogie Woogie

Bergenre Disko-Funk, NCT Dream Ajak Kita Berdansa Lewat Lagu Boogie Woogie

Your Say | Kamis, 29 Oktober 2026 | 15:50 WIB

Kemensos Hadirkan Beragam Layanan Gratis, Peringatan 1 Tahun Sekolah Rakyat

Kemensos Hadirkan Beragam Layanan Gratis, Peringatan 1 Tahun Sekolah Rakyat

News | Kamis, 29 Oktober 2026 | 15:49 WIB

Didakwa Lakukan Pemerasan Izin Tinggal WNA, Silmy Karim Disebut Terima Rp1,2 Miliar

Didakwa Lakukan Pemerasan Izin Tinggal WNA, Silmy Karim Disebut Terima Rp1,2 Miliar

News | Kamis, 29 Oktober 2026 | 15:49 WIB

×