-
Militer Israel resmi melancarkan serangan udara balasan ke wilayah barat dan tengah Iran.
-
Ledakan besar mengguncang tiga kota utama Iran, merusak stabilitas gencatan senjata April lalu.
-
Donald Trump mencoba mengintervensi Benjamin Netanyahu untuk menghentikan serangan demi menyelamatkan negosiasi.
Pemerintah Amerika Serikat menilai bahwa aksi saling balas ini dapat merusak peta jalan diplomasi yang sedang dirancang.
Kekhawatiran terbesar adalah tertutupnya pintu dialog yang dapat menjerumuskan kawasan tersebut ke dalam krisis berkepanjangan.
"Masing-masing dari mereka bersenang-senang. Israel melakukan serangannya dan Iran juga melakukan serangannya. Kita tidak memerlukan serangan lain," imbuhnya.
Ketegangan antara dua kekuatan besar di Timur Tengah ini kembali membara pasca-insiden berdarah di perbatasan Lebanon pekan lalu.
Aksi saling serang proyektil ini secara de facto merusak gencatan senjata yang disepakati sejak April lalu.
Dunia internasional kini menyoroti bagaimana respon lanjutan dari Dewan Keamanan PBB untuk mencegah kehancuran total regional.
Sikap keras kepala kedua negara membuat prospek perdamaian jangka panjang di Timur Tengah kian menemui jalan buntu.