- Korps Garda Revolusi Islam Iran meluncurkan Operasi Nasr pada Senin pagi untuk menyerang pangkalan udara strategis milik Israel.
- Operasi militer ini dilakukan sebagai bentuk respons balasan atas serangan Israel terhadap fasilitas radar dan militer di Iran.
- Pihak IRGC menegaskan seluruh unit tempurnya dalam kondisi siaga penuh untuk mengantisipasi potensi eskalasi konflik di kawasan tersebut.
Suara.com - Ketegangan antara Iran dan Israel kembali meningkat setelah Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) mengumumkan peluncuran Operasi Nasr yang menargetkan sejumlah fasilitas militer strategis Israel.
Melalui operasi tersebut, Pasukan Dirgantara IRGC menyatakan telah menyerang Pangkalan Udara Tel-Nof dan Pangkalan Udara Nevatim yang merupakan bagian penting dari infrastruktur pertahanan udara Israel.
Departemen Hubungan Masyarakat IRGC mengeluarkan pernyataan resmi pada Senin pagi terkait dimulainya operasi militer tersebut.
Operasi bersandi khusus itu disebut sebagai respons atas serangan yang sebelumnya menyasar sejumlah fasilitas militer di wilayah Iran.
Operasi Nasr dan Sandi "Ya Haidar Karrar"
![Perang besar kembali mengancam setelah mantan pejabat keamanan Amerika Serikat mengungkap kemampuan rudal Iran yang disebut jauh lebih berbahaya dari perkiraan. [Tangkap layar X]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2026/03/26/23680-rudal-iran.jpg)
Pasukan Dirgantara IRGC menyatakan operasi ini dilakukan dengan menargetkan fasilitas yang dianggap memiliki nilai strategis tinggi.
"Dengan bertawakal kepada Tuhan Yang Maha Esa dan memohon pertolongan-Nya, beberapa menit yang lalu, para pejuang pemberani dari Pasukan Dirgantara IRGC memulai Operasi Nasr dengan sandi suci 'Ya Haidar Karrar' dan sebagai hadiah bagi para syuhada perang 12 hari dengan menargetkan pusat-pusat penting dari pangkalan udara strategis Nevatim dan Tel-Nof," demikian pernyataan IRGC dikutip dari Tasnim News.
Menurut IRGC, operasi tersebut dilakukan sebagai bentuk respons terhadap serangan yang sebelumnya diarahkan ke wilayah Iran.
"Operasi ini dilakukan sebagai tanggapan atas agresi rudal rezim Zionis pembunuh anak-anak terhadap beberapa situs radar di tiga bagian negara."
Pernyataan tersebut menegaskan bahwa operasi militer yang dilakukan Iran berkaitan dengan meningkatnya ketegangan keamanan antara kedua negara.
IRGC Tegaskan Kesiapan Menghadapi Eskalasi
IRGC menegaskan seluruh unit tempur dan operasionalnya saat ini berada dalam kondisi siaga penuh.
Pihaknya juga menyatakan telah menyiapkan berbagai skenario untuk menghadapi kemungkinan perkembangan situasi di kawasan.
Menurut IRGC, perluasan target operasi menunjukkan bahwa mereka telah melakukan pemetaan terhadap sejumlah titik strategis yang dianggap relevan dalam konflik yang sedang berlangsung.
Selain itu, pasukan Iran disebut siap menjalankan operasi lanjutan apabila situasi mengharuskannya.
Latar Belakang Ketegangan Iran-Israel
Operasi Nasr berlangsung di tengah meningkatnya ketegangan antara Iran dan Israel dalam beberapa pekan terakhir.
Iran menuduh Israel melakukan serangan terhadap sejumlah fasilitas radar dan militer di wilayahnya. Sementara itu, Israel berulang kali menyatakan akan mengambil langkah yang dianggap perlu untuk menjaga kepentingan keamanannya.
Perseteruan kedua negara telah berlangsung selama bertahun-tahun dan beberapa kali memicu kekhawatiran internasional mengenai potensi konflik yang lebih luas di kawasan Timur Tengah.
Peluncuran Operasi Nasr menjadi babak terbaru dari rangkaian ketegangan tersebut, sekaligus memperlihatkan bahwa situasi keamanan regional masih berada dalam kondisi yang sangat sensitif.