Pengamat: Masyarakat Sipil Belum Cukup Solid untuk Dorong Reformasi 98 Jilid 2

Vania Rossa, Hiskia Andika Weadcaksana

Senin, 08 Juni 2026 | 14:21 WIB
Pengamat: Masyarakat Sipil Belum Cukup Solid untuk Dorong Reformasi 98 Jilid 2
Foto Arsip Peristiwa Reformasi 98: Mahasiswa meluber hingga ke kubah Grahasabha Paripurna ketika menggelar unjuk rasa yang menuntut reformasi menyeluruh, Selasa (19/5/1998). [ANTARA FOTO/SAPTONO]
baca 10 detik
  • Ridho Al-Hamdi menyatakan potensi reformasi jilid dua belum cukup kuat terjadi karena lemahnya konsolidasi masyarakat sipil saat ini.
  • Organisasi NU dan Muhammadiyah belum menunjukkan sikap oposisi yang solid terhadap pemerintahan Presiden Prabowo Subianto saat ini.
  • Tokoh kritis yang ada dinilai tidak memiliki basis massa kuat untuk menggerakkan perubahan politik secara akar rumput.

Suara.com - Guru Besar Ilmu Politik Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY), Ridho Al-Hamdi, menilai potensi munculnya reformasi jilid dua belum cukup kuat terjadi dalam waktu dekat. 

Menurutnya, salah satu faktor utama yang membedakan situasi saat ini dengan Reformasi 1998 adalah belum solidnya konsolidasi civil society atau masyarakat sipil.

Ditegaskan Ridho, kekuatan civil society menjadi faktor paling penting dalam mendorong perubahan politik besar seperti yang terjadi pada 1998. 

"Ya memang yang paling penting dalam reformasi jilid dua atau reformasi era baru, paling penting itu civil society itu solid," kata Ridho, kepada Suara.com, Senin (8/6/2026).

Namun, ia melihat kondisi saat ini cukup berbeda. Hal ini bisa dilihat dari organisasi masyarakat besar seperti Nahdlatul Ulama (NU) dan Muhammadiyah belum menunjukkan sikap oposisi yang kuat terhadap pemerintahan Presiden Prabowo Subianto.

Menurut Ridho, pada masa Reformasi 1998, NU dan Muhammadiyah memiliki posisi politik yang relatif sejalan dalam menghadapi pemerintahan Presiden Soeharto. 

Ada sosok Abdurrahman Wahid atau Gus Dur dan Amien Rais saat itu dinilai menjadi simbol kuat konsolidasi masyarakat sipil.

"Dulu 98 kan konteksnya civil society NU dan Muhammadiyah itu kan solid, ya Gus Dur dan Amien Rais itu dua-duanya anti-Soeharto," ujarnya.

Bahkan, kata dia, faksi-faksi di internal kedua organisasi tersebut juga belum sepenuhnya solid.

baca juga

"Nah, sekarang kan Muhammadiyah dan NU tidak menunjukkan indikasi anti kepada Prabowo kan," imbuhnya.

Ia turut menyinggung sejumlah tokoh kritis seperti Rocky Gerung dan Saiful Mujani yang dinilai cukup vokal mengkritik pemerintah. Namun, Ridho menilai sosok tersebut belum memiliki basis massa yang kuat untuk membangun gerakan besar di tingkat akar rumput.

"Mereka tidak punya basis kekuatan massa, mereka hanya mengandalkan kekuatan intelektual yang cukup elit yang tidak punya akar di bawah," ucapnya.

Menurut Ridho, konsolidasi gerakan reformasi jilid dua membutuhkan fondasi yang jauh lebih kuat dibanding sekadar tekanan ekonomi atau krisis moneter. 

Walaupun memang diakui kondisi ekonomi saat ini sedang menghadapi tekanan. Namun faktor eksternal dan dinamika politik juga perlu diperhatikan secara menyeluruh.

"Krisis moneter oke gitu ya, krisis moneter sedang dilanda tetapi aspek-aspek eksternal ya kan itu juga perlu dibaca juga," tandasnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Wacana '98 Jilid 2' Dinilai Bisa Terjadi Jika Kepercayaan Publik Terus Merosot

Wacana '98 Jilid 2' Dinilai Bisa Terjadi Jika Kepercayaan Publik Terus Merosot

News | Senin, 08 Juni 2026 | 13:20 WIB

Diberi Ultimatum 18 Hari oleh Mahasiswa Soal Rupiah, Mensesneg: Kami Terima Aspirasinya, Tapi...

Diberi Ultimatum 18 Hari oleh Mahasiswa Soal Rupiah, Mensesneg: Kami Terima Aspirasinya, Tapi...

News | Senin, 08 Juni 2026 | 12:09 WIB

Wacana '98 Jilid 2' Mengemuka, Pakar Sebut Situasi Belum Selevel Reformasi

Wacana '98 Jilid 2' Mengemuka, Pakar Sebut Situasi Belum Selevel Reformasi

News | Jum'at, 05 Juni 2026 | 13:50 WIB

Terkini

Minifootball Asia Bergulir di Jakarta, 10 Negara Bersaing jadi yang Terbaik

Minifootball Asia Bergulir di Jakarta, 10 Negara Bersaing jadi yang Terbaik

Bola | Senin, 14 September 2026 | 00:29 WIB

Cucu Diduga Bunuh Nenek di Palembang, Pelarian Pelaku Hanya Bertahan 50 Menit

Cucu Diduga Bunuh Nenek di Palembang, Pelarian Pelaku Hanya Bertahan 50 Menit

Sumsel | Minggu, 13 September 2026 | 23:10 WIB

Kabut Jadi Kendala, Pencarian 5 Jurnalis-3 Kru Kapal Hilang di GAK Masih Nihil

Kabut Jadi Kendala, Pencarian 5 Jurnalis-3 Kru Kapal Hilang di GAK Masih Nihil

Banten | Minggu, 13 September 2026 | 21:43 WIB

Kapal Virgo Transport 8 Terbalik, Tim SAR Perketat Pencarian via Udara

Kapal Virgo Transport 8 Terbalik, Tim SAR Perketat Pencarian via Udara

News | Minggu, 13 September 2026 | 21:20 WIB

Emil Audero Orang Indonesia Pertama Lawan Real Madrid, Pelatih Rayo Puji Setinggi Langit

Emil Audero Orang Indonesia Pertama Lawan Real Madrid, Pelatih Rayo Puji Setinggi Langit

Bola | Minggu, 13 September 2026 | 21:13 WIB

36 Peraih Super Tiket PB Djarum 2026 Bersiap Jalani Karantina, Mentalitas Diuji

36 Peraih Super Tiket PB Djarum 2026 Bersiap Jalani Karantina, Mentalitas Diuji

Sport | Minggu, 13 September 2026 | 21:13 WIB

Piala Soeratin Jabar 2026 Tuntas, Sepakbola Dipadukan dengan Wisata, Budaya hingga UMKM

Piala Soeratin Jabar 2026 Tuntas, Sepakbola Dipadukan dengan Wisata, Budaya hingga UMKM

Bola | Minggu, 13 September 2026 | 21:13 WIB

Geely Panda Mini Dijual Rp115 Juta, Harga Mobil Listrik Seken Bisa Ambruk

Geely Panda Mini Dijual Rp115 Juta, Harga Mobil Listrik Seken Bisa Ambruk

Otomotif | Minggu, 13 September 2026 | 21:00 WIB

Cara Pesan Tiket Liga Indonesia Seharga Rp1 Lewat BRImo

Cara Pesan Tiket Liga Indonesia Seharga Rp1 Lewat BRImo

Bri | Minggu, 13 September 2026 | 20:41 WIB

eK Cross EV: Mobil Listrik Murah Mitsubishi yang Harganya Mirip Wuling Air EV, Jarak Tempuh?

eK Cross EV: Mobil Listrik Murah Mitsubishi yang Harganya Mirip Wuling Air EV, Jarak Tempuh?

Otomotif | Minggu, 13 September 2026 | 20:39 WIB

×