Hari ke-17 Kebakaran Misterius Sleman: Api Muncul 113 Kali, Dua Rumah Tetangga Ikut Terbakar

Bangun Santoso, Hiskia Andika Weadcaksana

Senin, 08 Juni 2026 | 17:25 WIB
Hari ke-17 Kebakaran Misterius Sleman: Api Muncul 113 Kali, Dua Rumah Tetangga Ikut Terbakar
Pemasangan CCTV di rumah api misterius di Padukuhan Mriyan X, Margomulyo, Seyegan, Sleman, DIY, Senin (8/6/2026). (Suara.com/Hiskia)
  • Sebanyak 113 kejadian kebakaran misterius melanda rumah Mutfiana di Sleman, DIY, selama 17 hari berturut-turut hingga kini.
  • Fenomena kebakaran tersebut dilaporkan mulai merembet ke dua rumah warga di sekitar lokasi kejadian di Padukuhan Mriyan.
  • BPBD Sleman memasang kamera CCTV untuk membantu tim peneliti mengungkap penyebab kebakaran dan memantau keamanan di area tersebut.

Suara.com - Teror kebakaran misterius di sebuah rumah di Padukuhan Mriyan X, Margomulyo, Seyegan, Sleman, DIY, hingga kini masih terus terjadi.

Memasuki hari ke-17, pemilik rumah, Mutfiana, mencatat sudah terjadi 113 kali kemunculan api di berbagai titik rumah maupun area sekitar.

"113 (kali kebakaran) di hari ke-17. Terakhir tadi malam," kata Fia sapaan akrabnya ditemui, Senin (8/6/2026).

Kebakaran yang masih terjadi hingga Minggu malam kemarin itu muncul pada sebuah lemari di dalam rumah.

Diakui Fia, intensitas kebakaran mulai menurun dalam beberapa hari terakhir.

Menurutnya, kondisi itu kemungkinan dipengaruhi banyaknya orang yang datang ke lokasi sehingga memengaruhi kadar oksigen di area rumah.

Kendari demikian fenomena kebakaran itu kini disebut mulai merembet ke rumah warga lain di sekitar lokasi.

Fia mengatakan dua rumah di sebelah utara rumahnya mengalami kejadian serupa dalam beberapa hari terakhir.

"Dua rumah ke utara itu sudah terkena. Ciri-cirinya sama, kebakar dulu, kecium, baru tahu kalau itu kebakar," tandasnya.

Saat ini keluarga Fia pun masih berjaga setiap malam untuk mengantisipasi kemunculan api secara mendadak.

Di tengah penyelidikan yang terus dilakukan sejumlah kampus dan lembaga riset, Fia berharap semakin banyak peneliti yang datang dapat mempercepat pengungkapan penyebab fenomena tersebut.

Terbaru, tim peneliti UGM membawa alat georadar atau geoscan untuk memetakan kondisi bawah permukaan tanah di sekitar rumah.

"Semoga segera selesai, segera bertemu titik masalahnya seperti apa," ujarnya.

Pasalnya akibat kejadian yang berlangsung lebih dari dua pekan itu, aktivitas ekonomi keluarga praktis lumpuh.

Sebagian besar barang di rumah telah dipindahkan keluar demi mengurangi risiko kebakaran lanjutan.

"17 hari kita, ya hanya tinggal 15 persen pendapatan kami, bisa dikatakan sama sekali nggak ada ya," ungkapnya.

Kamera CCTV Dipasang

BPBD Sleman memasang kamera pengawas atau CCTV di rumah yang mengalami fenomena kebakaran misterius di Sleman, DIY.

Pemasangan dilakukan untuk membantu proses penyelidikan penyebab kemunculan api yang hingga kini belum dapat dipastikan.

Kepala Pelaksana BPBD Sleman, Bambang Kuntoro, mengatakan kamera dipasang agar tim peneliti bisa mengetahui secara langsung proses munculnya api di dalam rumah.

"Kita ingin melihat seperti apa to, asal muasal munculnya api itu," kata Bambang.

Menurut dia, rekaman CCTV diharapkan dapat menjadi tambahan alat bukti bagi tim peneliti dari berbagai lembaga untuk menguatkan kesimpulan penyelidikan.

Selain itu, pemasangan CCTV dilakukan untuk memantau aktivitas keluar masuk orang di rumah yang kini banyak didatangi peneliti maupun warga. Mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan seperti pencurian.

"Siapa aja yang masuk bisa terekam, bisa termonitor lah. Termasuk tamu-tamunya itu siapa saja," ujarnya.

Bambang bilang, saat ini CCTV dipasang di dua titik, yakni ruang depan dan ruang tengah rumah.

Perangkat tersebut dilengkapi sensor gerak untuk membantu mendeteksi aktivitas di area yang menjadi lokasi kemunculan api.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Beda dari UGM, BRIN Ragukan Gas Limbah Ayam Picu Api Misterius di Sleman

Beda dari UGM, BRIN Ragukan Gas Limbah Ayam Picu Api Misterius di Sleman

News | Senin, 08 Juni 2026 | 17:05 WIB

Terkuak! Ada Retakan Bawah Tanah Sedalam 20 Meter di Balik Teror Api Sleman

Terkuak! Ada Retakan Bawah Tanah Sedalam 20 Meter di Balik Teror Api Sleman

News | Senin, 08 Juni 2026 | 15:34 WIB

Sepertiga Kelurahan di Jakarta Belum Punya Pos Pemadam Kebakaran

Sepertiga Kelurahan di Jakarta Belum Punya Pos Pemadam Kebakaran

News | Sabtu, 06 Juni 2026 | 19:37 WIB

Jadi Kasus Langka, Peneliti UGM Beberkan Hasil Penelitian Kebakaran Misterius Sleman

Jadi Kasus Langka, Peneliti UGM Beberkan Hasil Penelitian Kebakaran Misterius Sleman

News | Jum'at, 05 Juni 2026 | 19:06 WIB

Kebakaran Pagi Buta di Cideng: 1 Orang Tewas, 6 Rumah Hangus

Kebakaran Pagi Buta di Cideng: 1 Orang Tewas, 6 Rumah Hangus

News | Jum'at, 05 Juni 2026 | 09:51 WIB

Bekas Klinik Peninggalan Belanda Dimanfaatkan Jadi Kebun Lidah Buaya, Nyiramnya Bisa Lewat HP

Bekas Klinik Peninggalan Belanda Dimanfaatkan Jadi Kebun Lidah Buaya, Nyiramnya Bisa Lewat HP

Bisnis | Sabtu, 06 Juni 2026 | 08:24 WIB

Cerita Minuman Herbal KWT Mentari yang Jadi Jamuan di Pesta Pernikahan Anak Jokowi

Cerita Minuman Herbal KWT Mentari yang Jadi Jamuan di Pesta Pernikahan Anak Jokowi

Bisnis | Jum'at, 05 Juni 2026 | 18:11 WIB

Terkini

Bupati Muara Enim Tak Sendirian, KPK Jaring 9 Orang Lain dalam OTT!

Bupati Muara Enim Tak Sendirian, KPK Jaring 9 Orang Lain dalam OTT!

News | Senin, 08 Juni 2026 | 17:19 WIB

Stop Rekrut Honorer! Mendagri: Pakai APBD untuk Bangun Jalan, Bukan Gaji Tim Sukses!

Stop Rekrut Honorer! Mendagri: Pakai APBD untuk Bangun Jalan, Bukan Gaji Tim Sukses!

News | Senin, 08 Juni 2026 | 17:06 WIB

Beda dari UGM, BRIN Ragukan Gas Limbah Ayam Picu Api Misterius di Sleman

Beda dari UGM, BRIN Ragukan Gas Limbah Ayam Picu Api Misterius di Sleman

News | Senin, 08 Juni 2026 | 17:05 WIB

Gencatan Senjata di Ujung Tanduk: Israel dan Iran Saling Hujani Rudal

Gencatan Senjata di Ujung Tanduk: Israel dan Iran Saling Hujani Rudal

News | Senin, 08 Juni 2026 | 16:57 WIB

KPK OTT Bupati Muara Enim!

KPK OTT Bupati Muara Enim!

News | Senin, 08 Juni 2026 | 16:57 WIB

Keanu Agl Dicecar 25 Pertanyaan dalam Kasus Dugaan Penipuan Umrah Hanania Travel

Keanu Agl Dicecar 25 Pertanyaan dalam Kasus Dugaan Penipuan Umrah Hanania Travel

News | Senin, 08 Juni 2026 | 16:56 WIB

Aktor Intelektual Tak Disentuh, KontraS Sebut Sidang Militer Andrie Yunus Hanya Sandiwara!

Aktor Intelektual Tak Disentuh, KontraS Sebut Sidang Militer Andrie Yunus Hanya Sandiwara!

News | Senin, 08 Juni 2026 | 16:54 WIB

Prabowo Lantik Said Iqbal dan Nanik S Deyang, Ini Daftar Pejabat Baru di Istana

Prabowo Lantik Said Iqbal dan Nanik S Deyang, Ini Daftar Pejabat Baru di Istana

News | Senin, 08 Juni 2026 | 16:51 WIB

Prabowo Resmi Angkat Said Iqbal sebagai Penasihat Presiden, Nanik S Deyang Nahkodai BGN

Prabowo Resmi Angkat Said Iqbal sebagai Penasihat Presiden, Nanik S Deyang Nahkodai BGN

News | Senin, 08 Juni 2026 | 16:46 WIB

Surat 'Hadiah Indah' Sony Sonjaya ke Nanik Jadi Teka-teki, Begini Kata Pengacara

Surat 'Hadiah Indah' Sony Sonjaya ke Nanik Jadi Teka-teki, Begini Kata Pengacara

News | Senin, 08 Juni 2026 | 16:43 WIB