- Gempa berkekuatan 7,8 magnitudo mengguncang lepas pantai Provinsi Sarangani, Filipina, pada Senin, 8 Juni 2026 pagi waktu setempat.
- Bencana ini menyebabkan 19 orang tewas, 12 hilang, dan ratusan warga luka-luka akibat kerusakan bangunan serta tanah longsor.
- Pemerintah Filipina melakukan evakuasi darurat dan respons cepat di wilayah terdampak menyusul adanya peringatan potensi gelombang tsunami berbahaya.
Presiden Ferdinand Marcos Jr. langsung memerintahkan seluruh lembaga pemerintah bergerak cepat dalam penanganan bencana.
Marcos menegaskan bantuan harus segera disalurkan dan proses pendataan kerusakan dipercepat.
Operasional Bandara General Santos sempat dihentikan sementara menyusul gempa dan peringatan tsunami.
Sementara itu, dampak gempa juga dirasakan hingga ke Jepang, yang mengeluarkan peringatan dini tsunami untuk beberapa wilayah pesisir.
Hingga kini, tim penyelamat masih terus melakukan pencarian korban hilang, sementara pemerintah dan lembaga terkait berupaya memulihkan kondisi serta menilai dampak kerusakan secara menyeluruh.