Narrative Backlash! Pakar: Unggahan Lama Prabowo Soal Rupiah Kini Jadi Senjata Makan Tuan

Muhammad Yasir, Hiskia Andika Weadcaksana

Selasa, 09 Juni 2026 | 21:31 WIB
Narrative Backlash! Pakar: Unggahan Lama Prabowo Soal Rupiah Kini Jadi Senjata Makan Tuan
Presiden Prabowo Subianto. (tangkap layar)
baca 10 detik
  • Unggahan lama Partai Gerindra dan Presiden Prabowo Subianto kembali viral di media sosial saat nilai tukar rupiah melemah.
  • Publik membandingkan kritik ekonomi masa lalu dengan kondisi pemerintahan saat ini sehingga memicu fenomena narrative backlash di digital.
  • Kontradiksi narasi politik tersebut berpotensi menurunkan tingkat kepercayaan masyarakat terhadap pemerintah jika tidak segera direspons secara terbuka dan transparan.

Suara.com - Unggahan lama milik Partai Gerindra dan Presiden Prabowo Subianto kembali ramai beredar di media sosial di tengah pelemahan rupiah dan tekanan terhadap pasar keuangan.

Potongan video, tangkapan layar, hingga pernyataan lama soal ekonomi dibagikan ulang oleh warganet dengan berbagai komentar bernada sindiran.

Fenomena itu muncul setelah nilai tukar rupiah menembus Rp18.200 per dolar AS dan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengalami tekanan.

Dosen Ilmu Komunikasi Universitas Muhammadiyah Yogyakarta, Fajar Junaedi, menilai kemunculan kembali arsip digital tersebut menjadi tantangan tersendiri bagi pemerintah dan partai politik yang kini berada dalam posisi berkuasa.

"Fenomena unggahan lama Prabowo dan Partai Gerindra yang kembali viral ini seperti sebuah drama klasik yang dimainkan ulang di panggung digital," kata Fajar kepada Suara.com, Selasa (9/6/2026).

Menurut Fajar, publik saat ini membandingkan pernyataan-pernyataan yang pernah disampaikan ketika Gerindra masih berada di luar pemerintahan dengan kondisi yang terjadi sekarang.

Ketika itu, kritik terhadap pelemahan rupiah dan pengelolaan ekonomi disampaikan secara keras. Namun saat menghadapi situasi serupa sebagai penguasa, publik menilai terdapat perubahan nada komunikasi.

Fajar menyebut fenomena tersebut sebagai narrative backlash atau situasi ketika narasi politik masa lalu justru berbalik menjadi tekanan bagi pihak yang pernah membangunnya.

"Inilah yang dalam teori komunikasi disebut sebagai narrative backlash yaitu ketika narasi masa lalu menjadi boomerang yang menghantam citra hari ini," ujarnya.

Ia menilai media sosial membuat jejak komunikasi politik nyaris tidak pernah hilang. Potongan video, pernyataan, maupun unggahan lama dapat kembali muncul dan menyebar luas hanya dalam waktu singkat.

Menurut Fajar, kondisi itu tidak hanya memunculkan perdebatan di ruang digital, tetapi juga berpotensi memengaruhi tingkat kepercayaan publik terhadap pemerintah.

"Ketika seorang pemimpin atau partai mengkritik keras suatu masalah di masa oposisi, lalu nada bicaranya melunak atau bahkan terkesan downplaying ketika sudah memegang kendali, publik merasakan adanya ketidakselarasan yang kuat," tuturnya.

Ia mengatakan masyarakat, khususnya kelompok kelas menengah urban yang aktif di media sosial, mulai mempertanyakan konsistensi sikap para elite politik.

Dalam situasi ekonomi yang sedang tertekan, kontradiksi antara narasi lama dan kondisi saat ini dinilai semakin mudah memicu kekecewaan publik.

"Efeknya adalah penurunan source credibility," kata Fajar.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Masyarakat Mulai Berburu Dolar, Rupiah Semakin Lemah

Masyarakat Mulai Berburu Dolar, Rupiah Semakin Lemah

Bisnis | Selasa, 27 Oktober 2026 | 19:12 WIB

Kapolri Lapor Prabowo: Bongkar 23 Korporasi Karhutla Berizin Dicabut, Puluhan Terafiliasi Asing!

Kapolri Lapor Prabowo: Bongkar 23 Korporasi Karhutla Berizin Dicabut, Puluhan Terafiliasi Asing!

Video | Selasa, 27 Oktober 2026 | 17:23 WIB

IHSG Ambruk Lagi ke Level 5.200, Ini Penyebabnya

IHSG Ambruk Lagi ke Level 5.200, Ini Penyebabnya

Bisnis | Selasa, 27 Oktober 2026 | 16:54 WIB

Rupiah Menuju Rekor Terburuk, Modal Asing Terus Kabur

Rupiah Menuju Rekor Terburuk, Modal Asing Terus Kabur

Bisnis | Selasa, 27 Oktober 2026 | 16:18 WIB

Militerisasi Sektor Sipil: Saatnya TNI Jadi Pemicu, Bukan Operator Permanen

Militerisasi Sektor Sipil: Saatnya TNI Jadi Pemicu, Bukan Operator Permanen

Your Say | Selasa, 27 Oktober 2026 | 19:05 WIB

Mahfud MD: Prabowo Bilang Sudah Selesaikan Ratusan Masalah, Mungkin Juga Menimbulkan Ratusan Masalah

Mahfud MD: Prabowo Bilang Sudah Selesaikan Ratusan Masalah, Mungkin Juga Menimbulkan Ratusan Masalah

News | Selasa, 27 Oktober 2026 | 14:49 WIB

Tiba-Tiba IHSG Anjlok 2 Persen

Tiba-Tiba IHSG Anjlok 2 Persen

Bisnis | Selasa, 27 Oktober 2026 | 14:43 WIB

2 Tahun Prabowo - Gibran, Mahfud MD: Hukum Dibuat untuk Benarkan Kehendak yang Salah

2 Tahun Prabowo - Gibran, Mahfud MD: Hukum Dibuat untuk Benarkan Kehendak yang Salah

News | Selasa, 27 Oktober 2026 | 13:59 WIB

Sering Dengar Kata 'Slay' atau 'AFK'? Kenali 5 Karakteristik Bahasa Gaul Anak Muda

Sering Dengar Kata 'Slay' atau 'AFK'? Kenali 5 Karakteristik Bahasa Gaul Anak Muda

Your Say | Selasa, 27 Oktober 2026 | 13:08 WIB

Dibuka Menguat Tipis, Rupiah Masih Betah di Level Rp18.133

Dibuka Menguat Tipis, Rupiah Masih Betah di Level Rp18.133

Bisnis | Selasa, 27 Oktober 2026 | 09:45 WIB

Terkini

Sengit di Yogyakarta, Pelatih Timnas Futsal Hector Souto Pantau Calon Bintang di Campus League

Sengit di Yogyakarta, Pelatih Timnas Futsal Hector Souto Pantau Calon Bintang di Campus League

Bola | Rabu, 28 Oktober 2026 | 08:46 WIB

Bau Tak Sedap dari Kamar Kos, Berujung Penemuan Jasad Karyawati di Batam

Bau Tak Sedap dari Kamar Kos, Berujung Penemuan Jasad Karyawati di Batam

Batam | Rabu, 28 Oktober 2026 | 08:41 WIB

3 Moisturizer Viva untuk Kulit Cerah dan Kencang, Bantu Atasi Tanda Penuaan

3 Moisturizer Viva untuk Kulit Cerah dan Kencang, Bantu Atasi Tanda Penuaan

Lifestyle | Rabu, 28 Oktober 2026 | 08:38 WIB

Review Drama Spooky In Love, Mengungkap Kejahatan dari Cerita Para Arwah

Review Drama Spooky In Love, Mengungkap Kejahatan dari Cerita Para Arwah

Your Say | Rabu, 28 Oktober 2026 | 08:30 WIB

Kemenkeu Sebut AI Bisa Cari Potensi Pajak Baru hingga Endus Warga yang Tak Patuh

Kemenkeu Sebut AI Bisa Cari Potensi Pajak Baru hingga Endus Warga yang Tak Patuh

Bisnis | Rabu, 28 Oktober 2026 | 08:16 WIB

Daftar HP RAM 16 GB untuk Multitasking dan Gaming Berat, Ini Harga Terbarunya

Daftar HP RAM 16 GB untuk Multitasking dan Gaming Berat, Ini Harga Terbarunya

Tekno | Rabu, 28 Oktober 2026 | 08:13 WIB

Polisi Bakar 23 Rakit Tambang Emas Ilegal di Kuansing, Tak Ada Pelaku yang Ditangkap

Polisi Bakar 23 Rakit Tambang Emas Ilegal di Kuansing, Tak Ada Pelaku yang Ditangkap

Riau | Rabu, 28 Oktober 2026 | 08:10 WIB

Ulasan Novel Good Wives: Perjalanan Empat Saudari March Menuju Kedewasaan

Ulasan Novel Good Wives: Perjalanan Empat Saudari March Menuju Kedewasaan

Your Say | Rabu, 28 Oktober 2026 | 08:00 WIB

Industri F&B RI Terus Naik, Tapi UMKM Masih Minim Adopsi ke Digital

Industri F&B RI Terus Naik, Tapi UMKM Masih Minim Adopsi ke Digital

Bisnis | Rabu, 28 Oktober 2026 | 07:58 WIB

6 Trik Meningkatkan Kecerdasan Emosional agar Lebih Tenang Menghadapi Tekanan Hidup

6 Trik Meningkatkan Kecerdasan Emosional agar Lebih Tenang Menghadapi Tekanan Hidup

Lifestyle | Rabu, 28 Oktober 2026 | 07:57 WIB

×