- Presiden Donald Trump menyatakan negosiasi kesepakatan damai Amerika Serikat dengan Iran kini telah memasuki fase akhir.
- Militer Israel melancarkan serangan udara di Lebanon pada Selasa (9/6/2026) yang menewaskan sedikitnya 17 orang warga.
- Eskalasi serangan Israel di Lebanon memicu ketegangan diplomatik antara Presiden Donald Trump dan Perdana Menteri Benjamin Netanyahu.
Suara.com - Presiden Amerika Serikat, Donald Trump mengklaim bahwa perundingan damai dengan Iran memasuki fase akhir.
Namun Trump dalam pernyataan terbarunya menyinggung aksi militer Israel yang menyerang Lebanon dan menewaskan 17 orang.
Pernyataan Trump ini jadi babak baru dugaan perselisihan antara dirinya dengan PM Israel, Benjamin Netanyahu.
Serangan militer Israel di wilayah selatan Lebanon menewaskan sedikitnya 17 orang dan memaksa ribuan warga mengungsi, Selasa (9/6/2026) waktu setempat.
Serangan ini terjadi hanya beberapa jam setelah Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyatakan kesepakatan damai dengan Iran berada di fase akhir.
Militer Israel sebelumnya mengeluarkan perintah evakuasi besar-besaran di Kota Tyre.
Seluruh warga, termasuk di kawasan Kristen yang selama ini menjadi tempat perlindungan pengungsi, diminta segera meninggalkan wilayah tersebut sebelum serangan dilancarkan.
![Kolase Trump-Netanyahu [Suara.com/AI]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2026/06/04/57161-kolase-trump-netanyahu.jpg)
Badan berita resmi Lebanon melaporkan, serangan udara di kawasan al-Masaken, Tyre, menewaskan delapan orang dan melukai 35 lainnya, termasuk tiga anak.
Serangan terpisah di wilayah el-Buss menambah korban tiga orang tewas dan sembilan luka-luka.
Dalam beberapa hari terakhir, Tyre menjadi target berulang serangan Israel.
Sehari sebelumnya, lima orang dilaporkan tewas, sementara serangan di wilayah lain di Lebanon menambah korban jiwa hingga sembilan orang.
Serangan juga terjadi di sejumlah wilayah lain, termasuk Habboush, Adshit, dan Kfar Reman.
Selain itu, dua warga Suriah tewas dalam rentetan serangan di antara Ansariyeh dan Adloun, distrik Sidon.
Di tengah eskalasi tersebut, Donald Trump menyatakan bahwa kesepakatan antara Amerika Serikat dan Iran hampir tercapai.
“Kami berada di tahap akhir dari apa yang akan menjadi kesepakatan yang sangat baik,” ujarnya kepada wartawan.
Trump menambahkan bahwa Selat Hormuz akan segera dibuka setelah penandatanganan kesepakatan, yang diperkirakan terjadi dalam dua hingga tiga hari.
Trump juga mengklaim tekanan melalui blokade laut lebih efektif dibandingkan serangan militer dalam mendorong Iran ke meja perundingan.
Ketegangan meningkat setelah serangan Israel ke Beirut pada Minggu memicu balasan rudal Iran ke wilayah utara Israel.
Meski kedua pihak sempat menyatakan akan menghentikan serangan, Israel menegaskan operasi militernya di Lebanon selatan akan terus berlanjut.
Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu menegaskan negaranya memiliki hak untuk membela diri.
“Israel memiliki hak penuh untuk mempertahankan diri, dan kami akan melakukannya sesuai kebutuhan,” katanya seperti dilansir dari Ynet.
Sementara itu, Iran memperingatkan bahwa setiap agresi lanjutan akan dibalas dengan tindakan yang lebih keras.
Juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran menyebut Amerika Serikat turut bertanggung jawab atas eskalasi yang terjadi.
Kementerian Kesehatan Lebanon mencatat total korban sejak konflik meningkat pada awal Maret telah mencapai 3.666 orang tewas dan lebih dari 11.000 luka-luka.
Pemerintah Lebanon juga menyebut ribuan serangan udara Israel telah menghancurkan sejumlah wilayah dan desa.