Kasus Gading Gajah, Polda Riau Bongkar Pencucian Uang, Aliran Dana Rp1,8 M Terungkap

Galih Prasetyo

Kamis, 11 Juni 2026 | 06:15 WIB
Kasus Gading Gajah, Polda Riau Bongkar Pencucian Uang, Aliran Dana Rp1,8 M Terungkap
Konferensi pers kasus pembunuhan gajah sumatera di Pelalawan, Selasa (3/3/2026). [Ist]
baca 10 detik
  • Polda Riau menerapkan Tindak Pidana Pencucian Uang untuk melumpuhkan jaringan perdagangan gading gajah secara finansial pasca insiden di Pelalawan.
  • Penyidik menyita aset senilai Rp1,872 miliar dan menetapkan 17 tersangka dalam kasus perdagangan gading gajah yang terorganisir sejak 2014.
  • Langkah penyitaan aset dilakukan sebagai strategi efek jera untuk menghancurkan sumber pendanaan kejahatan lingkungan terhadap satwa dilindungi tersebut.

Suara.com - Polda Riau memperluas pengungkapan kasus perdagangan gading gajah Sumatera dengan menelusuri aliran dana hasil kejahatan melalui skema Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU). Langkah ini dilakukan untuk memutus jaringan kejahatan dari sisi finansial.

Direktur Reserse Kriminal Khusus Polda Riau, Kombes Ade Kuncoro, mengatakan pengembangan TPPU merupakan kelanjutan dari kasus perburuan dan perdagangan gading yang sebelumnya diungkap bersama Polres Pelalawan. Kasus ini menjadi sorotan nasional karena menyebabkan kematian gajah jantan dewasa di Distrik Ukui, Februari 2026.

Dalam perkara utama, penyidik telah menetapkan 17 tersangka dan masih memburu tiga orang yang masuk daftar pencarian orang (DPO). Polisi menegaskan pengungkapan tidak berhenti pada pelaku lapangan, tetapi terus menelusuri aktor di balik jaringan.

“Tujuannya jelas, yaitu memutus rantai kejahatan dari sisi ekonomi sehingga jaringan ini tidak lagi memiliki kemampuan finansial untuk beroperasi,” kata Ade dalam konferensi pers, Kamis (11/6/2026).

Hasil penyidikan menemukan dugaan pencucian uang oleh tersangka berinisial FA dan FS. Keduanya diduga menyamarkan hasil kejahatan melalui berbagai transaksi keuangan dan pembelian aset.

Dari analisis transaksi, penyidik menemukan perputaran dana mencapai Rp1,872 miliar dari 34 transaksi yang terkait perdagangan gading gajah. Fakta ini memperkuat dugaan bahwa kejahatan satwa liar telah berkembang menjadi jaringan terorganisir dengan motif ekonomi kuat.

Polisi juga mengungkap keterlibatan tersangka FA dalam sedikitnya sembilan kali perburuan gajah sejak 2014. Temuan ini menunjukkan praktik perburuan telah berlangsung lama dan sistematis.

“Karena itu pendekatan follow the money menjadi instrumen penting untuk membongkar jaringan secara menyeluruh,” ujarnya.

Kasubdit Tipidter Ditreskrimsus Polda Riau AKBP Teddy Ardian menyebut penyidik telah menyita sejumlah aset. Penyitaan dilakukan sebagai bagian dari pemulihan aset sekaligus memutus keuntungan ekonomi pelaku.

baca juga

Aset yang diamankan meliputi uang tunai Rp650 juta, satu unit excavator, Mitsubishi Triton, Suzuki Splash, serta dokumen perbankan dan kepemilikan lainnya. Seluruh aset tersebut diduga berkaitan dengan hasil perdagangan satwa liar dilindungi.

“Penyitaan ini untuk memastikan pelaku tidak lagi menikmati keuntungan dari kejahatan terhadap satwa dilindungi,” kata Teddy.

Penyidikan masih terus berjalan untuk menelusuri aset lain dan kemungkinan keterlibatan pihak lain. Para tersangka dijerat pasal TPPU dengan ancaman pidana penjara hingga 15 tahun serta denda maksimal kategori VII.

Ade menegaskan penerapan TPPU menjadi bagian dari strategi memperkuat efek jera terhadap pelaku kejahatan lingkungan. Penegakan hukum, kata dia, tidak cukup hanya menghukum pelaku, tetapi juga harus menghancurkan sumber pendanaan.

“Melalui pendekatan green financial crime, kami ingin memastikan setiap rupiah dari kejahatan lingkungan dapat ditelusuri dan dirampas,” tegasnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Roy Suryo Serang Balik! Polisikan Rismon Sianipar dan Lechumanan Terkait Keterangan Palsu dan Fitnah

Roy Suryo Serang Balik! Polisikan Rismon Sianipar dan Lechumanan Terkait Keterangan Palsu dan Fitnah

News | Selasa, 09 Juni 2026 | 18:35 WIB

Bukan Sekadar Teror, Polisi Didesak Sikat Otak Penyerangan Andrie Yunus!

Bukan Sekadar Teror, Polisi Didesak Sikat Otak Penyerangan Andrie Yunus!

News | Selasa, 09 Juni 2026 | 16:32 WIB

Perkuat Sistem Keamanan, DPRD DKI Dukung Integrasi CCTV Lintas Instansi

Perkuat Sistem Keamanan, DPRD DKI Dukung Integrasi CCTV Lintas Instansi

News | Senin, 08 Juni 2026 | 15:42 WIB

310 Warga Riau Ikut Operasi Katarak Gratis, Kolaborasi Polda dan Lintas Sektor Hadirkan Harapan Baru

310 Warga Riau Ikut Operasi Katarak Gratis, Kolaborasi Polda dan Lintas Sektor Hadirkan Harapan Baru

Lifestyle | Jum'at, 05 Juni 2026 | 06:00 WIB

Film The Kill Room di Dunia Nyata: Modus Cuci Uang Silmy Karim Catut Rekening Office Boy

Film The Kill Room di Dunia Nyata: Modus Cuci Uang Silmy Karim Catut Rekening Office Boy

Entertainment | Jum'at, 05 Juni 2026 | 21:30 WIB

Terkini

Satu Pelaku Curas di Bekasi Ditangkap, Polisi Dalami Keterkaitan dengan 12 Kasus Lain

Satu Pelaku Curas di Bekasi Ditangkap, Polisi Dalami Keterkaitan dengan 12 Kasus Lain

Jabar | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 23:16 WIB

Gandeng 43 Kampus Muhammadiyah, PERADI Profesional Perkuat Pendidikan dan Integritas Advokat

Gandeng 43 Kampus Muhammadiyah, PERADI Profesional Perkuat Pendidikan dan Integritas Advokat

Jogja | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 23:04 WIB

Jalan Ambles Banjarwangi-Singajaya Sepanjang 15 Meter, Polisi Pasang Garis Pengaman

Jalan Ambles Banjarwangi-Singajaya Sepanjang 15 Meter, Polisi Pasang Garis Pengaman

Jabar | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 22:59 WIB

Kemasan Bekas Jangan Langsung Dibuang, Mulai Biasakan Mengelolanya dengan Benar

Kemasan Bekas Jangan Langsung Dibuang, Mulai Biasakan Mengelolanya dengan Benar

Lifestyle | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 22:25 WIB

Dear Pemain Keturunan Indonesia di Jerman dan Spanyol, Siap-siap Dipanggil PSSI

Dear Pemain Keturunan Indonesia di Jerman dan Spanyol, Siap-siap Dipanggil PSSI

Bola | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 22:00 WIB

Tafsir Kerugian Negara Bikin Investor Waswas, Direksi BUMN Bisa Jadi Korban

Tafsir Kerugian Negara Bikin Investor Waswas, Direksi BUMN Bisa Jadi Korban

Bisnis | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 21:59 WIB

Tak Mau Turun Kasta, BEI Pede Indonesia Selamat dari Ancaman MSCI

Tak Mau Turun Kasta, BEI Pede Indonesia Selamat dari Ancaman MSCI

Bisnis | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 21:35 WIB

Ramai Dikritik Soal Acara Deklarasi Sumpah Pemuda, Raffi Ahmad Buka Suara

Ramai Dikritik Soal Acara Deklarasi Sumpah Pemuda, Raffi Ahmad Buka Suara

Video | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 21:30 WIB

In This Economy, Jadi Tentara Bayaran Rusia Diimingi Gaji Selangit Pulang Tinggal Nama

In This Economy, Jadi Tentara Bayaran Rusia Diimingi Gaji Selangit Pulang Tinggal Nama

News | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 21:00 WIB

Ketika Nonton Film Bareng Jadi Cara Baru Membangun Kedekatan di Dunia Kerja

Ketika Nonton Film Bareng Jadi Cara Baru Membangun Kedekatan di Dunia Kerja

Lifestyle | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 20:47 WIB

×