- Kecerdasan Buatan Mulai Gantikan Instruktur, Pelatihan Korporasi Global Masuki Era Baru
- Disrupsi AI di Dunia Kerja: Perusahaan Kini Tinggalkan Pelatih Ekspatriat demi Teknologi Cerdas
- Bukan Lagi Chatbot, AI Kini Ambil Alih Pelatihan Karyawan di Perusahaan Multinasional
"Inisiatif ini juga merupakan bagian dari komitmen Danamon dalam membangun budaya belajar berkelanjutan serta mempersiapkan talenta perusahaan yang siap menghadapi kebutuhan industri perbankan masa depan,” tegasnya.
Inovasi utama program ini terletak pada kehadiran agen pembelajaran cerdas yang menyajikan kurikulum khusus sesuai profil dan beban kerja masing-masing peserta.
Menggeser Peran Instruktur Tradisional
Sebagai gambaran nyata, seorang manajer cabang akan dilatih secara langsung oleh pelatih virtual melalui simulasi percakapan yang dirancang menyerupai kondisi interaksi dengan nasabah di lapangan.
Pendekatan simulasi mutakhir ini menunjukkan bahwa teknologi masa depan telah bertransformasi dari sekadar alat bantu belajar menjadi instrumen bisnis yang mampu meningkatkan kualitas layanan korporasi.
Fleksibilitas yang ditawarkan teknologi tersebut memungkinkan tim sumber daya manusia melacak kemajuan tiap individu secara presisi melalui dasbor analitik tanpa campur tangan manual.
Menyambut kolaborasi ini, Country Director ELSA Business Indonesia, Yasser Muhammad Syaiful, mengatakan, "Kami percaya bahwa penguasaan bahasa Inggris saat ini bukan hanya tentang kemampuan berbahasa, tetapi juga tentang meningkatkan efektivitas komunikasi, kualitas layanan, dan daya saing bisnis di era global."
"Melalui teknologi AI Learning Agent yang dipersonalisasi sesuai kebutuhan organisasi, ELSA Business ingin membantu talenta Danamon belajar lebih relevan dan aplikatif," tambah Yasser.
Dampak Jangka Panjang pada Masa Depan Kerja
Yasser juga menegaskan, "Teknologi ini juga mampu mengukur proses pembelajaran karyawan, sehingga hasil tersebut dapat memberikan dampak nyata terhadap kualitas layanan dan pertumbuhan bisnis Danamon di tengah industri jasa keuangan yang terus berkembang.”
Pengakuan global terhadap platform asal Amerika Serikat ini semakin kuat setelah Forbes menobatkannya sebagai salah satu dari empat perusahaan kecerdasan buatan terbaik yang sukses mengubah lanskap industri dunia.