3 Fakta Dugaan Korupsi MBG: Kejagung Geledah Enam Lokasi, DPR Minta Program Dihentikan

M Nurhadi

Minggu, 14 Juni 2026 | 12:50 WIB
3 Fakta Dugaan Korupsi MBG: Kejagung Geledah Enam Lokasi, DPR Minta Program Dihentikan
Massa menyegel Gedung Badan Gizi Nasional (BGN) di Jakarta, Rabu (10/6/2026). [Suara.com/Alfian Winanto]
baca 10 detik
  • Kejaksaan Agung menggeledah enam lokasi di berbagai kota untuk mengumpulkan bukti dugaan korupsi tata kelola Badan Gizi Nasional.
  • Kepala Badan Gizi Nasional membantah hoaks terkait tuduhan pembagian persentase dana program kepada Presiden yang beredar di masyarakat.
  • Komisi IX DPR RI mengusulkan penghentian sementara program karena ditemukan pemborosan anggaran negara lebih dari satu triliun rupiah.

Suara.com - Realisasi program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang menjadi pilar strategis pemerintah kini tengah berada dalam sorotan tajam. Di tengah bergulirnya proses hukum terkait dugaan tindak pidana korupsi dalam tata kelola program tersebut, sejumlah dinamika baru mulai mencuat ke permukaan.

Mulai dari perluasan wilayah penggeledahan oleh korps adhyaksa, kemunculan kabar bohong (hoaks) yang menyeret pimpinan lembaga, hingga munculnya desakan resmi dari Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) untuk menghentikan sementara operasional program ini menjadi rangkaian fakta yang paling disorot publik saat ini.

Berikut adalah rangkuman fakta-fakta terbaru mengenai sengkarut tata kelola program Makan Bergizi Gratis:

Kejagung Sisir Enam Lokasi Strategis di Berbagai Daerah

Penyidikan kasus dugaan korupsi tata kelola anggaran MBG di lingkungan Badan Gizi Nasional (BGN) memasuki babak baru. Tim penyidik Jaksa Agung Muda Bidang Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) Kejaksaan Agung mengonfirmasi telah melaksanakan operasi penggeledahan secara maraton di enam titik lokasi yang berbeda.

Direktur Penyidikan (Dirdik) Jampidsus Kejagung, Syarief Sulaeman Nahdi, memaparkan bahwa wilayah penggeledahan tersebut tidak hanya berpusat di ibu kota, melainkan meluas ke beberapa kota besar lainnya.

"Iya (enam) lokasi penggeledahan pada beberapa saat yang lalu memang masih berlangsung ya beberapa tempat itu ada yang di Jakarta ada yang di Bandung ya terus ada di beberapa tempat lain lah," jelas Syarief dalam konferensi pers di Gedung Kejagung.

Syarief menambahkan, rangkaian penggeledahan ini merupakan draf langkah taktis penyidik demi mengumpulkan dan memperkuat alat bukti dokumen maupun digital.

Fokus penyelidikan diarahkan untuk melengkapi berkas perkara dari sejumlah oknum pejabat BGN serta pihak swasta yang telah ditetapkan sebagai tersangka.

baca juga

Kepala BGN Klarifikasi Isu Hoaks Aliran Dana ke Presiden

Di tengah bergulirnya isu penegakan hukum, program MBG juga diterpa serangan disinformasi di jagat maya.

Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Nanik S Deyang, secara tegas membantah narasi viral yang mencatut nama dirinya terkait draf pembagian persentase dana program MBG kepada Presiden. Nanik memastikan kabar tersebut adalah murni berita bohong atau hoaks.

Nanik S Deyang bawa kabar gembira ke Istana, lapor efisiensi anggaran BGN ke Prabowo. (Suara.com/Novian)
Nanik S Deyang bawa kabar gembira ke Istana, lapor efisiensi anggaran BGN ke Prabowo. (Suara.com/Novian)

"Saya menegaskan bahwa narasi yang beredar tersebut tidak benar. Saya tidak pernah menyampaikan pernyataan sebagaimana yang dicantumkan dalam pesan yang beredar di media sosial maupun aplikasi percakapan," tutur Nanik secara tertulis.

Nanik menyayangkan adanya pihak tidak bertanggung jawab yang sengaja memanfaatkan momentum ini untuk membangun opini provokatif demi menimbulkan kegaduhan publik.

Ia mengimbau masyarakat untuk lebih selektif dan selalu merujuk pada kanal komunikasi atau situs resmi lembaga yang sudah terverifikasi sebelum menyebarluaskan informasi.

Komisi IX DPR Usulkan Program MBG Dihentikan Sementara

Fakta yang tidak kalah mengejutkan datang dari parlemen. Komisi IX DPR RI secara resmi mengusulkan agar pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis dihentikan sementara waktu.

Momentum libur sekolah yang dijadwalkan berlangsung dari 29 Juni hingga 10 Juli mendatang dinilai sebagai waktu yang paling tepat untuk melakukan moratorium singkat.

Wakil Ketua Komisi IX DPR RI, Charles Honoris, mengungkapkan bahwa usulan penyetopan sementara ini merupakan respons langsung terhadap laporan eksekutif dari Kementerian Koordinator Bidang Pangan.

Seperti diketahui, Kemenko Pangan sebelumnya mendeteksi adanya pembengkakan pos dapur umum di luar rencana awal yang memicu pemborosan anggaran negara hingga lebih dari Rp1 triliun per bulan.

Menurut pandangan Charles, temuan inefisiensi anggaran dengan angka yang sangat fantastis tersebut merupakan sebuah alarm keras bagi keuangan negara.

DPR menilai penghentian sementara ini menjadi momentum krusial yang mutlak diperlukan agar pemerintah dapat melakukan evaluasi total, penataan manajemen, serta pembenahan sistem distribusi secara menyeluruh tanpa harus menguras anggaran negara lebih dalam.

Disclaimer: Ulasan mengenai perkembangan penyidikan kasus korupsi tata kelola MBG oleh Kejaksaan Agung, klarifikasi disinformasi pimpinan BGN, serta usulan moratorium program oleh Komisi IX DPR ini disajikan murni sebagai produk jurnalisme ekonomi-politik publik. Konten ini tidak memuat draf rekomendasi finansial komersial, jaminan kebijakan hukum, ataupun draf instruksi bisnis penempatan modal yang mengikat.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Nasib 21 Ribu Motor Listrik Era Dadan, Jadi Besi Tua atau Dipaksa Jalan Demi MBG?

Nasib 21 Ribu Motor Listrik Era Dadan, Jadi Besi Tua atau Dipaksa Jalan Demi MBG?

News | Minggu, 14 Juni 2026 | 12:33 WIB

Partai Gelora Desak Penghapusan Threshold, Klaim DPR Buka Ruang Diskusi

Partai Gelora Desak Penghapusan Threshold, Klaim DPR Buka Ruang Diskusi

News | Minggu, 14 Juni 2026 | 11:50 WIB

ICW: Vonis Rendah Pejabat BPK Tak Beri Efek Jera, Korupsi Terus Berulang

ICW: Vonis Rendah Pejabat BPK Tak Beri Efek Jera, Korupsi Terus Berulang

News | Minggu, 14 Juni 2026 | 11:21 WIB

Evaluasi MBG dan Krisis Regenerasi Petani Jadi Sorotan, Dudung Akui Program Perlu Ditata Ulang

Evaluasi MBG dan Krisis Regenerasi Petani Jadi Sorotan, Dudung Akui Program Perlu Ditata Ulang

News | Minggu, 14 Juni 2026 | 09:20 WIB

Sebut Bukan Insiden Kebetulan, Nandang Sutisna Desak Evaluasi Program Makan Bergizi Gratis

Sebut Bukan Insiden Kebetulan, Nandang Sutisna Desak Evaluasi Program Makan Bergizi Gratis

News | Sabtu, 13 Juni 2026 | 22:01 WIB

Debat Panas PDIP ke Menkop: Koperasi Merah Putih Gak Jelas, Buka di Samping Kuburan!

Debat Panas PDIP ke Menkop: Koperasi Merah Putih Gak Jelas, Buka di Samping Kuburan!

Video | Sabtu, 13 Juni 2026 | 15:41 WIB

Terkini

3 Sunscreen Korea Terbaik untuk Kulit Berminyak, Ini Klaim yang Ditawarkan

3 Sunscreen Korea Terbaik untuk Kulit Berminyak, Ini Klaim yang Ditawarkan

Lifestyle | Rabu, 16 September 2026 | 12:51 WIB

BRI Raih Indonesia Sports Industry of the Year 2026 dari Kemenpora, Tegaskan Dukungan untuk Olahraga

BRI Raih Indonesia Sports Industry of the Year 2026 dari Kemenpora, Tegaskan Dukungan untuk Olahraga

Sulsel | Rabu, 16 September 2026 | 12:51 WIB

DSI Akan Gunakan 8 Use Case Analitik untuk Pantau Underinvoicing dan Transfer Pricing

DSI Akan Gunakan 8 Use Case Analitik untuk Pantau Underinvoicing dan Transfer Pricing

Bisnis | Rabu, 16 September 2026 | 12:44 WIB

Riau Masih Dikepung Asap, Apa Kabar Janji Prabowo Naikkan Pangkat Pangdam dan Kapolda?

Riau Masih Dikepung Asap, Apa Kabar Janji Prabowo Naikkan Pangkat Pangdam dan Kapolda?

Riau | Rabu, 16 September 2026 | 12:41 WIB

Teror Cicilan Pinjol, Pemuda di Tulungagung Ditemukan Meninggal Usai Pamit ke Kekasih

Teror Cicilan Pinjol, Pemuda di Tulungagung Ditemukan Meninggal Usai Pamit ke Kekasih

Jatim | Rabu, 16 September 2026 | 12:36 WIB

7 Tips Menyetrika Kemeja agar Rapi Sempurna, Jangan Asal Gosok

7 Tips Menyetrika Kemeja agar Rapi Sempurna, Jangan Asal Gosok

Lifestyle | Rabu, 16 September 2026 | 12:35 WIB

Penyebab Mesin Cuci Bergetar Hebat Saat Spin, Ini Cara Mengatasinya

Penyebab Mesin Cuci Bergetar Hebat Saat Spin, Ini Cara Mengatasinya

Lifestyle | Rabu, 16 September 2026 | 12:34 WIB

9 Rekomendasi Cushion Instaperfect untuk Kulit Matang, Apa Shade Kamu?

9 Rekomendasi Cushion Instaperfect untuk Kulit Matang, Apa Shade Kamu?

Lifestyle | Rabu, 16 September 2026 | 12:32 WIB

10 Jenazah Dievakuasi dari Bangunan Roboh karena Serangan Udara Israel di Gaza

10 Jenazah Dievakuasi dari Bangunan Roboh karena Serangan Udara Israel di Gaza

News | Rabu, 16 September 2026 | 12:32 WIB

KB Pascapersalinan Bukan Sekadar Kontrasepsi, Tapi Pastikan Anak Dapat ASI dan Pola Asuh Optimal

KB Pascapersalinan Bukan Sekadar Kontrasepsi, Tapi Pastikan Anak Dapat ASI dan Pola Asuh Optimal

News | Rabu, 16 September 2026 | 12:30 WIB

×