Prabowo Bukan Negarawan, Tapi Wisatawan!

Bella

Senin, 15 Juni 2026 | 13:28 WIB
Prabowo Bukan Negarawan, Tapi Wisatawan!
Presiden Prabowo Subianto usai merampungkan kunjungan ke Jepang dan Republik Korea. (Biro Pers Sekretariat Presiden)
  • Peneliti CELIOS, Muhammad Saleh, mengkritik Presiden Prabowo Subianto terkait intensitas kunjungan luar negeri yang mencapai 56 kali dalam 1,5 tahun.
  • Besarnya estimasi biaya perjalanan hingga puluhan miliar rupiah per kunjungan dinilai bertolak belakang dengan instruksi efisiensi anggaran pemerintah saat ini.
  • CELIOS menuntut keterbukaan pemerintah mengenai penggunaan dana pribadi Presiden dalam lawatan luar negeri karena berpotensi memicu konflik kepentingan.

Suara.com - Peneliti Hukum dari Center of Economic and Law Studies (CELIOS), Muhammad Saleh, melontarkan kritik menohok terhadap intensitas kunjungan luar negeri Presiden Prabowo Subianto.

Saleh menilai frekuensi kunjungan luar negeri Presiden yang sangat tinggi menunjukkan kegagalan dalam menentukan prioritas antara kepentingan publik dan keinginan pribadi untuk melakukan perjalanan internasional.

"Nampaknya saya ingin bilang Prabowo ini bukanlah negarawan, tapi dia merupakan wisatawan. Jadi karena dia luput menentukan mana prioritas negara ketimbang prioritas masyarakat di dalam negeri," ujar Saleh saat podcast di kantor Suara.com, dikutip pada Senin (15/6/2026).

Berdasarkan catatan dan estimasi CELIOS, dalam kurun waktu sekitar 1,5 tahun, Presiden tercatat melakukan setidaknya 56 kali kunjungan ke luar negeri.

Hal ini dianggap kontradiktif dengan instruksi efisiensi perjalanan dinas yang dikeluarkan pemerintah pada awal 2025.

Peneliti Hukum Center of Economic and Law Studies (CELIOS), Muhammad Saleh, saat melakukan wawancara di kantor Suara.com. [Suara.com]
Peneliti Hukum Center of Economic and Law Studies (CELIOS), Muhammad Saleh, saat melakukan wawancara di kantor Suara.com. [Suara.com]

Saleh membeberkan perhitungan estimasi biaya yang dihabiskan untuk puluhan kunjungan tersebut.

Berdasarkan perhitungan per wilayah, kunjungan ke Asia menghabiskan Rp5-10 miliar, Timur Tengah Rp10-20 miliar, Eropa Rp25 miliar, hingga Amerika yang mencapai Rp30 miliar.

“Estimasi CELIOS ya kalau misalkan kita lihat kunjungan di negara-negara Asia itu bisa habis budget Rp5-10 miliar, di wilayah timur tengah itu bisa Rp10-20 miliar, kemudian Eropa itu bisa di angka Rp25 miliar, di Amerika itu bisa di angka Rp30 miliar,” ungkapnya.

Sentil Gaya Monarki dan Potensi Konflik Kepentingan

Menanggapi pembelaan pihak pendukung mengenai penggunaan dana pribadi Presiden untuk menutupi kekurangan biaya lawatan, Saleh mengingatkan bahwa Indonesia adalah negara demokrasi konstitusional, bukan monarki.

Ia menyebut praktik penggunaan dana pribadi untuk agenda negara lazim dilakukan oleh raja-raja di Timur Tengah.

Presiden Prabowo Subianto menuntaskan kunjungannya di Davos, Swiss, Jumat (23/1/2026). (Suara.com/Novian Ardiansyah)
Presiden Prabowo Subianto menuntaskan kunjungannya di Davos, Swiss, Jumat (23/1/2026). (Suara.com/Novian Ardiansyah)

Namun, hal tersebut tidak memiliki dasar hukum di Indonesia. Bahkan, Saleh mencium adanya potensi konflik kepentingan yang besar mengingat Prabowo memiliki latar belakang sebagai pengusaha.

"Dana pribadi ini kita enggak tahu sumbernya dari mana? Apakah dari yayasan? CSR perusahaannya Prabowo? atau dari mana dan kita enggak boleh luput bahwa Prabowo punya bisnis," jelas Saleh.

CELIOS menyayangkan sikap tertutup pemerintah mengenai detail anggaran perjalanan dinas Presiden. Saleh pun secara terbuka menantang Sekretaris Kabinet (Seskab) Teddy Indra Wijaya untuk membuka data kepada publik.

"Maka kami sebenarnya menantang terbuka kepada Seskab Teddy untuk membuka komponen apa saja yang dipakai dan digunakan oleh pemerintah dengan skema dana pribadi presiden untuk lawatan ke luar negeri," ujarnya.

Kritik ini mencuat seiring dengan kekhawatiran terhadap akuntabilitas fiskal negara. Menurut Saleh, ketika rakyat diminta melakukan efisiensi, tetapi pucuk pimpinan negara justru menunjukkan perilaku boros anggaran demi lawatan internasional, maka nilai kenegarawanan tersebut patut dipertanyakan.

Reporter: Tsabita Aulia

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Pemerintah Dinilai Setengah Hati Benahi MBG, Pakar UGM Usul Bentuk Dewan Pengawas Independen

Pemerintah Dinilai Setengah Hati Benahi MBG, Pakar UGM Usul Bentuk Dewan Pengawas Independen

News | Senin, 15 Juni 2026 | 13:20 WIB

Tiba di Istana Merdeka, Dua Kali Mata Presiden Jerman Frank-Walter Terpukau Tarian Tradisional

Tiba di Istana Merdeka, Dua Kali Mata Presiden Jerman Frank-Walter Terpukau Tarian Tradisional

News | Senin, 15 Juni 2026 | 12:42 WIB

Ironi Efisiensi: APBN Dipakai Self Reward, Rakyat Dipaksa Self Control

Ironi Efisiensi: APBN Dipakai Self Reward, Rakyat Dipaksa Self Control

Your Say | Senin, 15 Juni 2026 | 11:34 WIB

Bukan Menlu, Sosok Menteri Ini yang Jemput Langsung Presiden Jerman di Tangga Pesawat

Bukan Menlu, Sosok Menteri Ini yang Jemput Langsung Presiden Jerman di Tangga Pesawat

News | Senin, 15 Juni 2026 | 11:19 WIB

Bapanas Ultimatum Pedagang Beras, Stok Tembus Rekor 5,3 Juta Ton: Jangan Mainkan Harga!

Bapanas Ultimatum Pedagang Beras, Stok Tembus Rekor 5,3 Juta Ton: Jangan Mainkan Harga!

Bisnis | Senin, 15 Juni 2026 | 11:18 WIB

Di Tengah Sorotan Ekonomi, Prabowo Minta Rosan Buka Data Masuknya Investasi Asing ke Indonesia

Di Tengah Sorotan Ekonomi, Prabowo Minta Rosan Buka Data Masuknya Investasi Asing ke Indonesia

News | Minggu, 14 Juni 2026 | 21:54 WIB

Di Tengah Gelombang Kritik, Prabowo Sebut Investasi Asing ke Indonesia Terus Mengalir

Di Tengah Gelombang Kritik, Prabowo Sebut Investasi Asing ke Indonesia Terus Mengalir

News | Minggu, 14 Juni 2026 | 21:12 WIB

Isu Setoran 'Upeti' Program MBG, Ketua BGN: Tidak Benar dan Provokatif

Isu Setoran 'Upeti' Program MBG, Ketua BGN: Tidak Benar dan Provokatif

News | Minggu, 14 Juni 2026 | 18:01 WIB

Haris Rusly Moti: Anomali Gerakan Sosial Saat Ini Justru Anti-Rakyat dan Adopsi Narasi Neoliberal

Haris Rusly Moti: Anomali Gerakan Sosial Saat Ini Justru Anti-Rakyat dan Adopsi Narasi Neoliberal

News | Minggu, 14 Juni 2026 | 16:51 WIB

Massa Bertahan di Gejayan Meski Aksi Selesai, Bunyi Klakson - Seruan Turunkan Prabowo Terus Menggema

Massa Bertahan di Gejayan Meski Aksi Selesai, Bunyi Klakson - Seruan Turunkan Prabowo Terus Menggema

News | Sabtu, 13 Juni 2026 | 19:18 WIB

Terkini

Sikat Pendemo Berbenda Bahaya! Kapolda Metro: Personel Jangan Gerak Sendiri dan Dilarang Bawa Senpi

Sikat Pendemo Berbenda Bahaya! Kapolda Metro: Personel Jangan Gerak Sendiri dan Dilarang Bawa Senpi

News | Senin, 15 Juni 2026 | 15:14 WIB

Tiyo Ardianto Ungkap Kronologi Dugaan Pemasangan Alat Pelacak, Sebut Sudah Diintai Sejak di Semarang

Tiyo Ardianto Ungkap Kronologi Dugaan Pemasangan Alat Pelacak, Sebut Sudah Diintai Sejak di Semarang

News | Senin, 15 Juni 2026 | 15:03 WIB

Asmara Tak Direstui! Lansia 70 Tahun di Penjaringan Nyaris Diculik dan Dianiaya

Asmara Tak Direstui! Lansia 70 Tahun di Penjaringan Nyaris Diculik dan Dianiaya

News | Senin, 15 Juni 2026 | 14:58 WIB

Torehkan Prestasi Nasional, Tiga Sekolah Rakyat Raih Top 100 Excellence Award 2026

Torehkan Prestasi Nasional, Tiga Sekolah Rakyat Raih Top 100 Excellence Award 2026

News | Senin, 15 Juni 2026 | 14:58 WIB

Kejagung Tak Ampuni Tersangka Korupsi BGN, Pasal TPPU Menanti untuk Pulihkan Kerugian Negara

Kejagung Tak Ampuni Tersangka Korupsi BGN, Pasal TPPU Menanti untuk Pulihkan Kerugian Negara

News | Senin, 15 Juni 2026 | 14:42 WIB

Veronica Tan: Perempuan yang Berdaya Secara Ekonomi Lebih Kuat Hadapi Kekerasan

Veronica Tan: Perempuan yang Berdaya Secara Ekonomi Lebih Kuat Hadapi Kekerasan

News | Senin, 15 Juni 2026 | 14:36 WIB

Ada Apa? Rapat Perdana Anggaran BGN di DPR Mendadak Digelar Tertutup

Ada Apa? Rapat Perdana Anggaran BGN di DPR Mendadak Digelar Tertutup

News | Senin, 15 Juni 2026 | 14:35 WIB

Mendagri Teken SEB dengan Kepala BPS, Minta Pemda Dukung Sensus Ekonomi 2026

Mendagri Teken SEB dengan Kepala BPS, Minta Pemda Dukung Sensus Ekonomi 2026

News | Senin, 15 Juni 2026 | 14:34 WIB

Kritik Keras DPR Soal Anggaran Pendidikan 2027: Jangan Cuma Fokus Fisik, Guru Juga Butuh Sejahtera!

Kritik Keras DPR Soal Anggaran Pendidikan 2027: Jangan Cuma Fokus Fisik, Guru Juga Butuh Sejahtera!

News | Senin, 15 Juni 2026 | 14:30 WIB

Eks Bupati Pati Sudewo Didakwa Peras Perangkat Desa Rp2,4 M! Libatkan 3 Kades Demi Kumpulkan Upeti

Eks Bupati Pati Sudewo Didakwa Peras Perangkat Desa Rp2,4 M! Libatkan 3 Kades Demi Kumpulkan Upeti

News | Senin, 15 Juni 2026 | 14:28 WIB