- Founder Voxpol Center, Pangi Syarwi Chaniago, mengkritik gaya komunikasi Presiden Prabowo yang memicu polemik tidak perlu di masyarakat.
- Pernyataan kontroversial Prabowo dalam acara HIPMI dinilai kontraproduktif dan menutupi capaian kinerja pemerintahan yang sebenarnya cukup baik.
- Pangi menyarankan agar Presiden lebih menjaga wibawa, menahan diri saat berpidato, serta fokus bekerja demi membuktikan hasil nyata.
"Di HIPMI itu kan ngomong 'anjing menggonggong kafilah berlalu'. Terus dia bilang yang nyinyir-nyinyir di podcast gitu," tambah Pangi.
Pangi menekankan bahwa seorang presiden harus memiliki kepekaan terhadap dampak psikologis dari setiap kata yang diucapkan.
Ia menggarisbawahi tiga elemen wajib dalam komunikasi publik pemimpin tertinggi negara:
- Sentimen: Memahami suasana kebatinan publik.
- Menggembirakan: Apakah pesan yang disampaikan membawa ketenangan dan kegembiraan bagi rakyat.
- Menjaga Perasaan: Memastikan ucapan tidak melukai hati masyarakat, terutama saat kondisi ekonomi sedang tidak stabil.
"Jaga perasaan rakyat, jangan ngeledek, jangan nantang-nantangin," tegasnya.
Daripada sibuk berpidato panjang dan melakukan pembelaan diri, Pangi menyarankan agar pemerintah fokus membuktikan kinerja melalui hasil nyata di lapangan.
"Nantikan rakyat akan menilai. Biar waktu yang membuktikan," ucapnya.
Di sisi lain, Pangi juga memberikan catatan kritis terhadap lingkaran dalam dan para penasihat di sekitar presiden.
Ia mempertanyakan efektivitas masukan yang mereka berikan, mengingat rentetan pidato kontroversial ini justru merugikan citra sang Presiden sendiri.
Pangi berharap Prabowo bisa lebih adaptif terhadap harapan rakyat yang menginginkan sosok pemimpin mengayomi.
"Jangan Bapak ngoyo, nanti rakyat menuduh Bapak keras kepala atau kepala batu. Bapak ambil saja yang menjadi selera rakyat. Apa yang membuat rakyat senang dan gembira, itu saja," pungkas Pangi. (Reporter: Dinda Pramesti K)