'Jaga Wibawa dan Jangan Ngeledek', Pengamat Bandingkan Gaya Pidato Prabowo dengan Putin

Bangun Santoso

Senin, 15 Juni 2026 | 13:44 WIB
'Jaga Wibawa dan Jangan Ngeledek', Pengamat Bandingkan Gaya Pidato Prabowo dengan Putin
Presiden Prabowo Subianto berpidato saat meninjau Sekolah Rakyat Menengah Pertama (SRMP) 17 Tabanan, Bali, Minggu (7/6/2026). [Biro Pers, Media, dan Informasi Sekretariat Presiden]
baca 10 detik
  • Founder Voxpol Center, Pangi Syarwi Chaniago, mengkritik gaya komunikasi Presiden Prabowo yang memicu polemik tidak perlu di masyarakat.
  • Pernyataan kontroversial Prabowo dalam acara HIPMI dinilai kontraproduktif dan menutupi capaian kinerja pemerintahan yang sebenarnya cukup baik.
  • Pangi menyarankan agar Presiden lebih menjaga wibawa, menahan diri saat berpidato, serta fokus bekerja demi membuktikan hasil nyata.

Suara.com - Gaya komunikasi politik Presiden Prabowo Subianto kembali menjadi sorotan di tengah dinamika pemerintahan yang tengah berjalan. Kritik keras datang dari pengamat politik sekaligus Founder Voxpol Center, Pangi Syarwi Chaniago.

Pangi menilai intensitas dan nada pidato Prabowo belakangan ini justru memicu polemik yang tidak perlu di tengah masyarakat.

Dalam sebuah diskusi di kanal YouTube milik Bambang Widjojanto, ia secara gamblang menyarankan agar Presiden lebih menahan diri saat berbicara di podium.

"Kalau misalnya Presiden Prabowo ini berhenti berpidato dua minggu ini, jangan-jangan tenang ini negara," kata Pangi, dikutip Senin (15/6/2026).

Menurut Pangi, ada paradoks yang terjadi dalam pemerintahan saat ini. Di satu sisi, sejumlah program pemerintah sebenarnya menunjukkan capaian bagus yang layak diapresiasi.

Namun, prestasi tersebut seolah tenggelam oleh kegaduhan yang muncul setiap kali Presiden selesai berpidato.

Kontroversi dari pernyataan Presiden justru menjadi bahan perdebatan yang kontraproduktif.

"Kerja beliau beberapa sektor sudah bagus. Tapi karena pidatonya terus ngeledek, akhirnya jadi meme-meme. Presiden Prabowo adalah presiden yang paling banyak dijadiin meme dan diolok-olok oleh konten kreator serta masyarakat kritis," ujar Pangi.

Belajar dari Putin dan Xi Jinping

baca juga

Lebih lanjut, Pangi menyoroti aspek kewibawaan yang seharusnya melekat pada jabatan seorang kepala negara.

Ia kemudian membandingkan gaya komunikasi Prabowo dengan para pemimpin dunia di panggung global yang cenderung sangat berhati-hati dalam menjaga citra kenegaraan.

Pemimpin negara besar menghindari kata-kata yang bersifat menyerang atau merendahkan pihak lain.

"Kalau kita mencermati pidato, ini kan menunjukkan kelasnya presiden. Kalau kita lihat kelasnya Putin atau Xi Jinping, mereka nggak mau ngeledek atau kayak nantang-nantang pakai gimmick anak-anak. Itu penting untuk menjaga wibawa," tuturnya.

Kritik ini mencuat setelah Pangi mencermati pernyataan terbaru Prabowo dalam acara Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (Hipmi).

Saat itu, Prabowo menggunakan perumpamaan yang dinilai kurang tepat bagi seorang kepala negara saat merespons para pengkritiknya.

"Di HIPMI itu kan ngomong 'anjing menggonggong kafilah berlalu'. Terus dia bilang yang nyinyir-nyinyir di podcast gitu," tambah Pangi.

Pangi menekankan bahwa seorang presiden harus memiliki kepekaan terhadap dampak psikologis dari setiap kata yang diucapkan.

Ia menggarisbawahi tiga elemen wajib dalam komunikasi publik pemimpin tertinggi negara:

  1. Sentimen: Memahami suasana kebatinan publik.
  2. Menggembirakan: Apakah pesan yang disampaikan membawa ketenangan dan kegembiraan bagi rakyat.
  3. Menjaga Perasaan: Memastikan ucapan tidak melukai hati masyarakat, terutama saat kondisi ekonomi sedang tidak stabil.

"Jaga perasaan rakyat, jangan ngeledek, jangan nantang-nantangin," tegasnya.

Daripada sibuk berpidato panjang dan melakukan pembelaan diri, Pangi menyarankan agar pemerintah fokus membuktikan kinerja melalui hasil nyata di lapangan.

"Nantikan rakyat akan menilai. Biar waktu yang membuktikan," ucapnya.

Di sisi lain, Pangi juga memberikan catatan kritis terhadap lingkaran dalam dan para penasihat di sekitar presiden.

Ia mempertanyakan efektivitas masukan yang mereka berikan, mengingat rentetan pidato kontroversial ini justru merugikan citra sang Presiden sendiri.

Pangi berharap Prabowo bisa lebih adaptif terhadap harapan rakyat yang menginginkan sosok pemimpin mengayomi.

"Jangan Bapak ngoyo, nanti rakyat menuduh Bapak keras kepala atau kepala batu. Bapak ambil saja yang menjadi selera rakyat. Apa yang membuat rakyat senang dan gembira, itu saja," pungkas Pangi. (Reporter: Dinda Pramesti K)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Pangi Syarwi: Kalau Prabowo Berhenti Pidato Dua Minggu, Jangan-jangan Tenang Negara Ini

Pangi Syarwi: Kalau Prabowo Berhenti Pidato Dua Minggu, Jangan-jangan Tenang Negara Ini

News | Senin, 15 Juni 2026 | 13:36 WIB

Prabowo Bukan Negarawan, Tapi Wisatawan!

Prabowo Bukan Negarawan, Tapi Wisatawan!

News | Senin, 15 Juni 2026 | 13:28 WIB

Tiba di Istana Merdeka, Dua Kali Mata Presiden Jerman Frank-Walter Terpukau Tarian Tradisional

Tiba di Istana Merdeka, Dua Kali Mata Presiden Jerman Frank-Walter Terpukau Tarian Tradisional

News | Senin, 15 Juni 2026 | 12:42 WIB

Bukan Menlu, Sosok Menteri Ini yang Jemput Langsung Presiden Jerman di Tangga Pesawat

Bukan Menlu, Sosok Menteri Ini yang Jemput Langsung Presiden Jerman di Tangga Pesawat

News | Senin, 15 Juni 2026 | 11:19 WIB

Di Tengah Sorotan Ekonomi, Prabowo Minta Rosan Buka Data Masuknya Investasi Asing ke Indonesia

Di Tengah Sorotan Ekonomi, Prabowo Minta Rosan Buka Data Masuknya Investasi Asing ke Indonesia

News | Minggu, 14 Juni 2026 | 21:54 WIB

Di Tengah Gelombang Kritik, Prabowo Sebut Investasi Asing ke Indonesia Terus Mengalir

Di Tengah Gelombang Kritik, Prabowo Sebut Investasi Asing ke Indonesia Terus Mengalir

News | Minggu, 14 Juni 2026 | 21:12 WIB

Isu Setoran 'Upeti' Program MBG, Ketua BGN: Tidak Benar dan Provokatif

Isu Setoran 'Upeti' Program MBG, Ketua BGN: Tidak Benar dan Provokatif

News | Minggu, 14 Juni 2026 | 18:01 WIB

Terkini

Momen Kaesang Pangarep Ajak Anak Penyintas Gempa Palue Main Catur dan Ular Tangga

Momen Kaesang Pangarep Ajak Anak Penyintas Gempa Palue Main Catur dan Ular Tangga

Bali | Rabu, 16 September 2026 | 23:24 WIB

Menkeu Suahasil Akan Evaluasi Perombakan Ratusan Pejabat Kemenkeu Era Purbaya

Menkeu Suahasil Akan Evaluasi Perombakan Ratusan Pejabat Kemenkeu Era Purbaya

Bisnis | Rabu, 16 September 2026 | 23:11 WIB

Teknologi Silicon-Carbon dan Update 6 Tahun, REDMI Note 17 Mulai Rp3,9 Jutaan

Teknologi Silicon-Carbon dan Update 6 Tahun, REDMI Note 17 Mulai Rp3,9 Jutaan

Tekno | Rabu, 16 September 2026 | 23:10 WIB

Antrean Pertalite Mengular di Bengkulu, Helmi Hasan Malah Ajak Warga Salat Tobat

Antrean Pertalite Mengular di Bengkulu, Helmi Hasan Malah Ajak Warga Salat Tobat

Sumsel | Rabu, 16 September 2026 | 23:00 WIB

44 Ribu Hektare Tanah TNI Bermasalah, TNI Akui Potensi Konflik Agraria Kian Tinggi

44 Ribu Hektare Tanah TNI Bermasalah, TNI Akui Potensi Konflik Agraria Kian Tinggi

News | Rabu, 16 September 2026 | 22:55 WIB

Dulu Cuma Scan QR, Kini Pembayaran Digital Makin Pintar dan Menembus Transaksi Global

Dulu Cuma Scan QR, Kini Pembayaran Digital Makin Pintar dan Menembus Transaksi Global

Tekno | Rabu, 16 September 2026 | 22:49 WIB

RUU Reforma Agraria akan Disahkan di Rapat Paripurna 22 September

RUU Reforma Agraria akan Disahkan di Rapat Paripurna 22 September

News | Rabu, 16 September 2026 | 22:41 WIB

Dirut BRI: Kekuatan Holding UMi Ditopang oleh Integrasi Keunggulan Entitas

Dirut BRI: Kekuatan Holding UMi Ditopang oleh Integrasi Keunggulan Entitas

Bri | Rabu, 16 September 2026 | 22:39 WIB

MK Minta Kewenangan Bakamla Disusun Ulang, DPR dan Pemerintah Diberi Waktu 2 Tahun

MK Minta Kewenangan Bakamla Disusun Ulang, DPR dan Pemerintah Diberi Waktu 2 Tahun

News | Rabu, 16 September 2026 | 22:31 WIB

Prabowo Ingin Pembakaran Hutan Digolongkan 'Terorisme Ekologi', Sanksi Bakal Diperberat!

Prabowo Ingin Pembakaran Hutan Digolongkan 'Terorisme Ekologi', Sanksi Bakal Diperberat!

News | Rabu, 16 September 2026 | 22:22 WIB

×