Veronica Tan: Perempuan yang Berdaya Secara Ekonomi Lebih Kuat Hadapi Kekerasan

Vania Rossa

Senin, 15 Juni 2026 | 14:36 WIB
Veronica Tan: Perempuan yang Berdaya Secara Ekonomi Lebih Kuat Hadapi Kekerasan
Wakil Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA), Veronica Tan, dalam pameran Weaving Wonders: Dari Benang Tenun dan Lahan Semai Menuju Kekuatan Ekonomi, Ketahanan Pangan, dan Pemberdayaan Perempuan di Nusa Tenggara Timur. (Suara.com/Vania)
baca 10 detik
  • Wakil Menteri PPPA Veronica Tan menggagas program Kebun Pangan Perempuan untuk memberdayakan ekonomi perempuan di tingkat desa.
  • Program ini diluncurkan untuk meningkatkan ketahanan pangan, kesejahteraan keluarga, serta mencegah kekerasan terhadap perempuan dan anak.
  • Inisiatif ini mendorong perempuan memanfaatkan lahan melalui pertanian berkelanjutan sebagai sumber pendapatan sekaligus ruang edukasi ketahanan keluarga.

Suara.com - Perempuan yang berdaya secara ekonomi dinilai memiliki peluang lebih besar untuk keluar dari lingkaran kekerasan sekaligus menjadi penggerak kesejahteraan keluarga. Keyakinan inilah yang mendorong Wakil Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Veronica Tan menggagas pendekatan baru dalam program pemberdayaan perempuan melalui Kebun Pangan Perempuan.

Menurut Veronica, pengalaman selama bertugas di Kementerian PPPA mengubah cara pandangnya terhadap persoalan perempuan dan anak di Indonesia. Berbeda dengan latar belakangnya sebagai arsitek yang terbiasa merancang ruang dan solusi fisik, kini ia justru berhadapan dengan berbagai persoalan kekerasan yang menimpa perempuan dan anak.

"Saya jujur memang kaget. Sampai terhentak-hentak karena ternyata urusannya banyak sekali soal kekerasan terhadap perempuan dan anak. Anak-anak yang seharusnya punya mimpi, justru menjadi korban," kata Veronica dalam pameran "Weaving Wonders: Dari Benang Tenun dan Lahan Semai Menuju Kekuatan Ekonomi, Ketahanan Pangan, dan Pemberdayaan Perempuan di Nusa Tenggara Timur" yang digelar di Tugu Kunstkring, Jakarta, pada 13–27 Juni 2026.

Pengalaman itu membuatnya mencari akar persoalan sekaligus solusi yang lebih berkelanjutan. Menurutnya, perempuan sebenarnya memiliki potensi besar untuk berkembang apabila diberi akses dan kesempatan.

"Perempuan itu kalau diberi sedikit akses saja, saya yakin mereka bisa menjadi entrepreneur atau orang-orang hebat," ujarnya.

Gagasan tersebut kemudian diperkuat setelah melihat berbagai praktik pemberdayaan masyarakat di Nusa Tenggara Timur (NTT), wilayah yang juga masih menghadapi tingginya angka kekerasan terhadap perempuan dan anak serta tindak pidana perdagangan orang (TPPO).

Veronica menilai pembangunan desa tidak cukup hanya mengandalkan pendekatan fisik atau budaya, tetapi juga harus memberi ruang yang lebih besar bagi perempuan sebagai pelaku utama pembangunan ekonomi.

Ia mencontohkan penggunaan istilah "kampung tenun" yang dinilai lebih merepresentasikan kontribusi perempuan dibandingkan sekadar menyebut "kampung adat".

"Kalau kita bicara kampung adat, itu identiknya patriarki. Tapi ketika kita menyebut kampung tenun, kita sedang mengangkat potensi perempuan. Perempuan menjadi representasi ekonomi di dalam kampung itu," katanya.

baca juga

Kebun Pangan Perempuan Jadi Pintu Masuk

Dari pemikiran tersebut lahirlah program Kebun Pangan Perempuan yang menjadi bagian dari inisiatif Ruang Bersama Indonesia.

Veronica menjelaskan, program ini dirancang agar lebih mudah dipahami masyarakat sekaligus menjadi pintu masuk berbagai program pemberdayaan perempuan di tingkat desa.

Menurutnya, konsep tersebut juga selaras dengan berbagai program prioritas pemerintah, mulai dari pengentasan stunting, ketahanan pangan, hingga penguatan ekonomi lokal.

"Kami mencoba menjahit semua program itu menjadi satu gerakan yang sederhana dan mudah dimengerti masyarakat," ujarnya.

Melalui program ini, perempuan didorong memanfaatkan lahan yang tersedia dengan pendekatan pertanian berkelanjutan atau permakultur yang tidak merusak lingkungan.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Dari Kantor hingga Hangout, Tren Fashion Versatile Kian Digemari Perempuan Urban

Dari Kantor hingga Hangout, Tren Fashion Versatile Kian Digemari Perempuan Urban

Lifestyle | Senin, 15 Juni 2026 | 11:30 WIB

Apa Itu Restitusi? Wamen PPPA Tegaskan Korban Bullying Berhak Dapat Ganti Rugi

Apa Itu Restitusi? Wamen PPPA Tegaskan Korban Bullying Berhak Dapat Ganti Rugi

News | Minggu, 14 Juni 2026 | 20:21 WIB

Membongkar Perempuan di Titik Nol: Kisah Nyata yang Lebih Ngilu dari Fiksi

Membongkar Perempuan di Titik Nol: Kisah Nyata yang Lebih Ngilu dari Fiksi

Your Say | Minggu, 14 Juni 2026 | 20:35 WIB

Terkini

Pandu Sjahrir Disebut Punya Saham Supra Sekuritas yang Melakukan Transaksi Terkoordinasi

Pandu Sjahrir Disebut Punya Saham Supra Sekuritas yang Melakukan Transaksi Terkoordinasi

Bisnis | Kamis, 29 Oktober 2026 | 11:53 WIB

Suahasil Tetapkan Batas Defisit APBD 2027 Maksimal 2,5 Persen, Utang Pemda Makin Diperketat

Suahasil Tetapkan Batas Defisit APBD 2027 Maksimal 2,5 Persen, Utang Pemda Makin Diperketat

Bisnis | Kamis, 29 Oktober 2026 | 11:53 WIB

Bak Tukang Sayur, Viral Kopdes Merah Putih Jualan Keliling Bawa Sembako di Mojokerto

Bak Tukang Sayur, Viral Kopdes Merah Putih Jualan Keliling Bawa Sembako di Mojokerto

News | Kamis, 29 Oktober 2026 | 11:51 WIB

Penuh Nostalgia! Trio Bajaj Resmi Comeback di Para Pencari Tuhan Jilid 20

Penuh Nostalgia! Trio Bajaj Resmi Comeback di Para Pencari Tuhan Jilid 20

Your Say | Kamis, 29 Oktober 2026 | 11:45 WIB

Daihatsu Kumpul Sahabat Denpasar Berlangsung Lima Hari, Hadirkan Beragam Aktivitas

Daihatsu Kumpul Sahabat Denpasar Berlangsung Lima Hari, Hadirkan Beragam Aktivitas

Otomotif | Kamis, 29 Oktober 2026 | 11:41 WIB

Dua Bulan Pascakebakaran, Wisatawan Mulai Kembali Sambangi Desa Adat Sade

Dua Bulan Pascakebakaran, Wisatawan Mulai Kembali Sambangi Desa Adat Sade

Foto | Kamis, 29 Oktober 2026 | 11:33 WIB

Bedak Padat Purbasari Apa Mengandung SPF? Ini Klaim dan Penjelasannya

Bedak Padat Purbasari Apa Mengandung SPF? Ini Klaim dan Penjelasannya

Lifestyle | Kamis, 29 Oktober 2026 | 11:32 WIB

4 Jas Hujan Ponco atau Kelelawar dengan Celana, Praktis untuk Pemotor

4 Jas Hujan Ponco atau Kelelawar dengan Celana, Praktis untuk Pemotor

Lifestyle | Kamis, 29 Oktober 2026 | 11:31 WIB

Bagaimana Cara Adopsi Orang Utan? Ini Syarat, Biaya, dan Langkah Pendaftarannya

Bagaimana Cara Adopsi Orang Utan? Ini Syarat, Biaya, dan Langkah Pendaftarannya

Lifestyle | Kamis, 29 Oktober 2026 | 11:30 WIB

Di Rumah atau Dirumah? Kesalahan Sepele yang Terus Berulang di Media Sosial

Di Rumah atau Dirumah? Kesalahan Sepele yang Terus Berulang di Media Sosial

Your Say | Kamis, 29 Oktober 2026 | 11:30 WIB

×