Bukan Gas Alam, Polisi Selidiki Unsur Pidana di Balik 126 Teror Api Sleman

Bangun Santoso, Hiskia Andika Weadcaksana

Senin, 15 Juni 2026 | 18:47 WIB
Bukan Gas Alam, Polisi Selidiki Unsur Pidana di Balik 126 Teror Api Sleman
Kasatreskrim Polresta Sleman AKP Mateus Wiwit. (Suara.com/Hiskia)
baca 10 detik
  • Tim peneliti menyimpulkan fenomena api misterius di Sayegan, Sleman, tidak disebabkan oleh gas alam maupun aktivitas geologi.
  • BPBD Sleman menyerahkan hasil penelitian kepada kepolisian setelah mencatat 126 kemunculan api sejak 23 Mei 2026.
  • Polisi kini menyelidiki kemungkinan unsur pidana dengan menganalisis rekaman CCTV dan data ilmiah untuk memastikan penyebab utama.

Suara.com - Kepolisian mulai melakukan penyelidikan lebih lanjut terkait fenomena kemunculan api misterius di rumah warga Sayegan, Sleman.

Langkah itu dilakukan setelah sejumlah tim peneliti dari berbagai institusi menyimpulkan bahwa kemunculan api tidak berkaitan langsung dengan gas alam maupun fenomena geologi bawah permukaan.

Kepala Pelaksana BPBD Sleman, Bambang Kuntoro, mengatakan hasil rapat bersama akademisi dari UGM, UPN 'Veteran' Yogyakarta, BRIN, BBPTKG, hingga Gegana menyatakan kandungan gas di lokasi berada di bawah ambang batas yang dapat memicu kebakaran.

"Kandungan gasnya baik metana, kemudian hidrogen, gas fosfin, gas rawa dari masing-masing penelitian tadi itu tidak bisa atau di bawah ambang batas untuk bisa menimbulkan api, kira-kira itu," kata Bambang usai rapat koordinasi di Pemkab Sleman, Senin (15/6/2026).

Menurut dia, seluruh penelitian yang dilakukan para ahli tidak menemukan hubungan langsung antara keberadaan gas alam dengan munculnya api di rumah warga tersebut.

"Jadi fenomena alam itu tidak menimbulkan api yang muncul di Sayegan," ujarnya.

Kendati demikian belum ada pihak yang menyebut ada unsur kesengajaan dalam kemunculan api tersebut.

Sementara ini, BPBD Sleman menyerahkan tindak lanjut penyelidikan disertai bukti penelitian para ahli kepada kepolisian.

"Sehingga tadi kita sampaikan bahwa untuk selanjutnya apa toh penyebabnya? Ini kita sampaikan kepada dari aparat kepolisian, reskrim untuk penyelidikan lebih lanjut," tuturnya.

baca juga

Bambang menyatakan bahwa penelitian terkait fenomena api di Sayegan pada dasarnya telah selesai dilakukan.

Para peneliti sebelumnya menggunakan beragam metode, mulai dari geomagnetik, geotermal, drone thermal, hingga geolistrik untuk memastikan ada tidaknya kaitan fenomena alam dengan kebakaran yang terjadi.

Ia menambahkan, kasus kemunculan api itu tercatat telah terjadi sebanyak 126 kali sejak pertama muncul pada 23 Mei 2026.

Namun dalam dua hari terakhir, tidak lagi ditemukan titik api baru di rumah tersebut.

"Untuk dua hari terakhir ini sudah enggak ada lagi," katanya.

Sementara itu, Kasatreskrim Polresta Sleman AKP Mateus Wiwit menegaskan pihak kepolisian sebenarnya sudah melakukan pendampingan sejak awal kejadian.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Karhutla Naik Hampir Delapan Kali Lipat, Perlukah Indonesia Mulai Pikirkan Pembakaran Terkendali?

Karhutla Naik Hampir Delapan Kali Lipat, Perlukah Indonesia Mulai Pikirkan Pembakaran Terkendali?

News | Senin, 15 Juni 2026 | 10:26 WIB

Kebakaran Akibat Lilin Pengusir Lalat, Begini Kondisi Rumah Anisa Rahma setelah Sebulan Berlalu

Kebakaran Akibat Lilin Pengusir Lalat, Begini Kondisi Rumah Anisa Rahma setelah Sebulan Berlalu

Entertainment | Minggu, 14 Juni 2026 | 22:11 WIB

Pati Viral Lagi! Anak Bakar Rumah Ortu Gara-gara Tak Diberi Uang Merantau

Pati Viral Lagi! Anak Bakar Rumah Ortu Gara-gara Tak Diberi Uang Merantau

News | Minggu, 14 Juni 2026 | 14:57 WIB

Peneliti UGM Pastikan Api di Rumah Sleman Bukan dari Gas Alam, Lalu Apa Pemantiknya?

Peneliti UGM Pastikan Api di Rumah Sleman Bukan dari Gas Alam, Lalu Apa Pemantiknya?

News | Sabtu, 13 Juni 2026 | 16:35 WIB

Peneliti UGM Tamatkan Misteri Rumah Api di Sleman: Bukan Dipicu Gas Alam atau Medan Elektromagnetik

Peneliti UGM Tamatkan Misteri Rumah Api di Sleman: Bukan Dipicu Gas Alam atau Medan Elektromagnetik

News | Sabtu, 13 Juni 2026 | 15:16 WIB

Tinggalkan Dunia Hiburan, Aktor Ahn Chang Hyun Pilih Jadi Pemadam Kebakaran

Tinggalkan Dunia Hiburan, Aktor Ahn Chang Hyun Pilih Jadi Pemadam Kebakaran

Your Say | Jum'at, 12 Juni 2026 | 16:05 WIB

Hari ke-17 Kebakaran Misterius Sleman: Api Muncul 113 Kali, Dua Rumah Tetangga Ikut Terbakar

Hari ke-17 Kebakaran Misterius Sleman: Api Muncul 113 Kali, Dua Rumah Tetangga Ikut Terbakar

News | Senin, 08 Juni 2026 | 17:25 WIB

Terkini

Kejagung Bongkar Alasan Periksa Tan Kian dan Ferry Boboho di Kasus Febrie Adriansyah

Kejagung Bongkar Alasan Periksa Tan Kian dan Ferry Boboho di Kasus Febrie Adriansyah

News | Kamis, 30 Juli 2026 | 22:24 WIB

Alasan Keselamatan, Kejagung Titipkan Ferry Boboho Saksi Kunci Kasus TPPU Febrie Adriansyah ke LPSK

Alasan Keselamatan, Kejagung Titipkan Ferry Boboho Saksi Kunci Kasus TPPU Febrie Adriansyah ke LPSK

News | Kamis, 30 Juli 2026 | 22:18 WIB

Angela Tanoesoedibjo Apresiasi Legislator yang Dinilai Berdampak bagi Masyarakat

Angela Tanoesoedibjo Apresiasi Legislator yang Dinilai Berdampak bagi Masyarakat

News | Kamis, 30 Juli 2026 | 22:18 WIB

Arus Peti Kemas IPC TPK Panjang Melonjak 73,7 Persen

Arus Peti Kemas IPC TPK Panjang Melonjak 73,7 Persen

Bisnis | Kamis, 30 Juli 2026 | 22:16 WIB

Gandeng TP PKK Hingga Tingkat RT, Bupati Bogor Rudy Susmanto Pacu Kesejahteraan Warga

Gandeng TP PKK Hingga Tingkat RT, Bupati Bogor Rudy Susmanto Pacu Kesejahteraan Warga

Bogor | Kamis, 30 Juli 2026 | 22:15 WIB

Kejagung Tetapkan Tersangka Baru TPPU Eks Jampidsus Febrie Adriansyah

Kejagung Tetapkan Tersangka Baru TPPU Eks Jampidsus Febrie Adriansyah

News | Kamis, 30 Juli 2026 | 22:10 WIB

Di Balik Profesi Petugas Damkar, Ada Risiko yang Tak Selalu Terlihat

Di Balik Profesi Petugas Damkar, Ada Risiko yang Tak Selalu Terlihat

Lifestyle | Kamis, 30 Juli 2026 | 22:04 WIB

Sepertiga Remaja Alami Masalah Kesehatan Mental, Skrining Tanpa Pendampingan Tak Berarti

Sepertiga Remaja Alami Masalah Kesehatan Mental, Skrining Tanpa Pendampingan Tak Berarti

News | Kamis, 30 Juli 2026 | 21:53 WIB

BNI Sekuritas Buka Suara soal Dugaan Perundungan yang Seret Nama Pegawai di Media Sosial

BNI Sekuritas Buka Suara soal Dugaan Perundungan yang Seret Nama Pegawai di Media Sosial

Bisnis | Kamis, 30 Juli 2026 | 21:52 WIB

Fashion Show dari Limbah hingga Bazar UMKM Ramaikan Alun-alun Cilegon

Fashion Show dari Limbah hingga Bazar UMKM Ramaikan Alun-alun Cilegon

Banten | Kamis, 30 Juli 2026 | 21:48 WIB

×