Studi Classroom Temperatures in Urban and Rural Classrooms: Disparities That Hinder a Just Energy Transition and Opportunities for Interventions menemukan adanya perbedaan kondisi ruang kelas antara wilayah perkotaan dan pedesaan.
Sekolah di kawasan perkotaan cenderung memiliki suhu ruang yang lebih nyaman karena didukung fasilitas pendingin dan infrastruktur yang lebih baik. Sementara sekolah dengan fasilitas terbatas memiliki risiko lebih besar menghadapi suhu ekstrem.
Sebagai negara tropis, Indonesia mengalami peningkatan suhu dan semakin sering menghadapi fenomena urban heat island atau pulau panas perkotaan. Sejumlah wilayah seperti Jabodetabek, Medan, Surabaya, dan Bandung telah diidentifikasi mengalami peningkatan panas perkotaan.
Dengan jutaan siswa menghabiskan sebagian besar waktunya di sekolah, perubahan suhu berpotensi memengaruhi kualitas pembelajaran dalam skala besar.
Guru juga terdampak, adaptasi sekolah menjadi kebutuhan
Dampak cuaca panas tidak berhenti pada siswa. Penelitian Weather Effects on Academic Performance: An Analysis Using Administrative Data menunjukkan bahwa kondisi cuaca dapat memengaruhi tenaga pengajar melalui peningkatan kelelahan, sakit kepala, hingga menurunnya kemampuan mengajar.
Karena itu, para peneliti menilai adaptasi iklim di sektor pendidikan perlu mulai dipandang sebagai investasi jangka panjang.
Beberapa langkah yang dinilai dapat membantu antara lain memperbaiki ventilasi ruang kelas, menambah ruang hijau di lingkungan sekolah, menyediakan akses air minum yang memadai, hingga menerapkan desain bangunan yang lebih tahan terhadap panas.
Penulis: Natasha Suhendra