Apakah 'Nyanyian' Sony Sonjaya Bisa Jadi Kunci Bongkar Akar Korupsi MBG?

Bella, Faqih Fathurrahman

Selasa, 16 Juni 2026 | 21:58 WIB
Apakah 'Nyanyian' Sony Sonjaya Bisa Jadi Kunci Bongkar Akar Korupsi MBG?
Ilustrasi nyanyian Sony Sonjaya di kasus korupsi MBG. [Suara.com/Emma]
  • Eks Wakil Kepala BGN Sony Sonjaya mengajukan diri sebagai Justice Collaborator terkait kasus korupsi tata kelola program Makan Bergizi Gratis.
  • Sony diduga melakukan intervensi verifikasi mitra dan jual beli izin titik dapur bersama rekannya, Asep Yusuf Somantri.
  • Akibat skandal ini, pemerintah memangkas anggaran program dari Rp335 triliun menjadi Rp268 triliun untuk memperkuat pengawasan serta efisiensi.

Suara.com - Eks Wakil Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Sony Sonjaya mengejutkan publik dengan menyodorkan diri sebagai Justice Collaborator (JC) dalam perkara tata kelola program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Pernyataan tersebut muncul dari Sony tak berselang lama setelah dirinya ditetapkan sebagai tersangka bersama eks Kepala BGN Dadan Hindayana dan Wakil Kepala BGN Lodewyk Pusung.

Melalui kuasa hukumnya, Krisna Murti, Sony menyatakan siap bekerja sama membongkar dugaan perbuatan melawan hukum dalam program unggulan Presiden Prabowo Subianto.

Cara 'Bermain' Sony

Sebagai petinggi BGN, Sony tidak secara langsung berperan dalam skandal ini. Ia menggandeng Asep Yusuf Somantri alias AYS.

Dalam perkara ini, Asep Yusuf Somantri yang diketahui merupakan orang kepercayaan Sony Sonjaya diminta mencari mitra dalam rangka pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis.

Sony juga memberikan akses kepada Asep untuk melakukan intervensi terhadap tim verifikator mitra MBG sehingga dapat mengetahui titik-titik dapur yang kosong.

Sony juga meminta Asep mengatur sedemikian rupa calon pendaftar Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang mendaftar pada portal MBG agar status pendaftarannya dibatalkan, meskipun sebelumnya SPPG tersebut telah disetujui.

Asep kemudian mendaftarkan diri sebagai SPPG baru pada titik yang sebelumnya telah dibatalkan. Asep juga memberikan sejumlah uang kepada Sony untuk mendapatkan titik SPPG tersebut.

'Nyanyian' Sony

Usai ditangkap, Sony langsung menunjukkan sikap kooperatif untuk membongkar tuntas perkara ini.

Termasuk membeberkan siapa saja yang selama ini diketahuinya terlibat dalam praktik tersebut.

Berdasarkan pengakuan kuasa hukumnya, Sony telah menuangkan dua puluh nama dalam berita acara pemeriksaan (BAP) kepada penyidik.

Terbaru, nama-nama tersebut bocor ke publik dan menjadi bahan perbincangan di media sosial. Salah satunya adalah Kepala BGN saat ini, serta sejumlah tokoh nasional lainnya.

Kendati demikian, kuasa hukum Sony, Elza Syarief, mengatakan bahwa nama-nama tersebut bukan berasal dari kliennya, melainkan dari penyidik kejaksaan.

"Nggak tahu , data tersebut dari Kejaksaan bukan dari klien saya," balas Elza singkat menanggapi pertanyaan Suara.com lewat pesan WhatsApp, dikutip Senin (15/6/2026).
Apa Itu Justice Collaborator?

Justice Collaborator (JC) adalah tersangka, terdakwa, atau terpidana yang bekerja sama dengan penegak hukum untuk mengungkap suatu tindak pidana dalam kasus yang sama. Dalam hukum Indonesia, istilah ini secara resmi disebut sebagai saksi pelaku.

Apa syarat agar seseorang bisa menjadi JC? Agar bisa menjadi JC, pelaku bukanlah pelaku utama dalam tindak pidana tersebut.

Pelaku juga harus mengakui kejahatan yang telah dilakukannya, serta bersedia memberikan keterangan yang signifikan sebagai saksi di persidangan untuk membongkar peran pelaku lain yang lebih besar.

Kasus yang ditangani juga harus bersifat khusus, seperti korupsi, terorisme, narkotika, pencucian uang, atau tindak pidana terorganisasi lainnya.

Menjadi JC memiliki beberapa keuntungan. Jika laporan yang diberikan valid, seorang JC akan memperoleh perlindungan dan penghargaan hukum dari negara, di antaranya:

  • Keringanan hukuman pidana dalam bentuk tuntutan paling ringan atau vonis percobaan.
  • Perlindungan fisik dan psikis dari Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK) bagi diri sendiri dan keluarga.
  • Pemisahan berkas perkara serta tempat penahanan dengan pelaku utama demi keamanan.
  • Hak remisi dan pembebasan bersyarat yang diatur secara khusus.

Tak Mudah Jadi JC

Infografis nyanyian Sony Sonjaya di kasus korupsi MBG. [Suara.com/Emma]
Infografis nyanyian Sony Sonjaya di kasus korupsi MBG. [Suara.com/Emma]

Menjadi JC sama sekali tidak mudah, sebab seorang pelaku kejahatan harus bekerja sama dengan aparat penegak hukum untuk mengungkap perkara yang lebih besar daripada yang sedang dihadapinya.

Tantangan utamanya meliputi ancaman keselamatan jiwa, stigmatisasi sosial, serta ketidakpastian hukum mengenai keringanan hukuman yang akan diterima.

Menjadi saksi kunci sering kali menempatkan pelaku dan keluarganya dalam bahaya fisik, terutama jika berhadapan dengan sindikat kejahatan terorganisasi, seperti korupsi, narkotika, atau terorisme.

Menjadi JC juga kerap mendapat stigma sebagai pengkhianat. Di mata kelompok atau rekan kejahatannya, JC dianggap sebagai pengkhianat. Hal ini menimbulkan risiko pengucilan hingga serangan psikologis dan fisik.

Persyaratan menjadi JC juga sangat selektif. Tidak semua pelaku dapat menjadi JC. Terdapat kriteria ketat dari LPSK, seperti bukan pelaku utama dan kejahatan yang dibongkar harus bernilai sangat besar.

Pangkas Anggaran

Pemerintah resmi memangkas pagu anggaran Program Makan Bergizi Gratis (MBG) dari Rp335 triliun menjadi Rp268 triliun untuk meningkatkan efisiensi. Langkah ini dilakukan untuk menekan risiko kebocoran, penyalahgunaan, dan memastikan ketepatan sasaran anggaran.

Pemangkasan dilakukan melalui pemberantasan korupsi sistemik, audit operasional dapur, restrukturisasi birokrasi, dan penataan ulang anggaran belanja. Di bawah instruksi langsung Presiden Prabowo Subianto, fokus program dialihkan dari ekspansi cepat menjadi penguatan tata kelola demi memastikan anggaran negara tepat sasaran.

Pemerintah mulai melakukan pembersihan hukum dan perombakan pimpinan BGN dengan mencopot pimpinan utama, seperti Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Dadan Hindayana beserta dua wakilnya. Jabatan pimpinan kini dialihkan kepada Nanik S. Deyang.

Selanjutnya, pemerintah mendukung penuh langkah Kejaksaan Agung dalam mengusut tuntas dugaan korupsi tata kelola program dan praktik jual beli izin proyek dapur MBG yang melibatkan mantan pejabat internal.

Kemudian, dilakukan moratorium dan audit Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) dengan menghentikan penambahan dapur baru. BGN menerapkan moratorium sementara terhadap seluruh pembangunan serta persiapan operasional dapur SPPG yang belum berjalan.

Pemerintah juga melakukan evaluasi pembengkakan titik dapur. Kementerian Koordinator Bidang Pangan mengaudit ketat kelebihan sekitar 6.870 titik dapur ilegal. Praktik jual beli jatah proyek oleh makelar ini sempat memicu pembengkakan biaya hingga Rp1 triliun per bulan.

Selanjutnya dilakukan koreksi fiskal dan pengurangan anggaran operasional. Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa memangkas alokasi dana MBG tahun 2026 dari semula Rp335 triliun menjadi Rp268 triliun atau berkurang Rp67 triliun sebagai bentuk koreksi fiskal yang dinilai rasional.

Pemerintah juga melakukan evaluasi insentif harian dengan mengkaji ulang efisiensi insentif operasional sebesar Rp6 juta per hari untuk setiap dapur umum.

Selanjutnya, pemerintah menerapkan tiga pilar penataan ulang pelaksanaan program di lapangan.

Di antaranya standardisasi baku mutu gizi menu untuk menyamakan standar kualitas guna mencegah manipulasi porsi maupun bahan makanan.

Kemudian, peningkatan kelayakan komoditas bahan pangan dengan memperketat pengawasan rantai pasok yang berasal langsung dari produsen lokal guna menghindari praktik perantara dan mengurangi risiko keracunan pangan.

Selanjutnya, penerapan ketepatan sasaran makro (refocusing) dengan menghentikan pemberian bantuan kepada kelompok ekonomi mampu serta memprioritaskan anggaran bagi wilayah dengan kerentanan gizi tinggi dan daerah Tertinggal, Terdepan, dan Terluar (3T).

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Alasan Elza Syarief Bela Gratis Lalu Tinggalkan Eks Wakil BGN di Kasus Korupsi MBG

Alasan Elza Syarief Bela Gratis Lalu Tinggalkan Eks Wakil BGN di Kasus Korupsi MBG

News | Selasa, 16 Juni 2026 | 13:53 WIB

Merasa Dibohongi, Elza Syarief Mundur sebagai Pengacara Tersangka Korupsi MBG Sony Sonjaya

Merasa Dibohongi, Elza Syarief Mundur sebagai Pengacara Tersangka Korupsi MBG Sony Sonjaya

News | Selasa, 16 Juni 2026 | 12:31 WIB

7 Poin Penting di Balik Tuntutan Soal BBM dan Program MBG

7 Poin Penting di Balik Tuntutan Soal BBM dan Program MBG

News | Senin, 15 Juni 2026 | 23:15 WIB

Peran BGN Terlalu Luas, Komnas HAM Desak Revisi Perpres MBG

Peran BGN Terlalu Luas, Komnas HAM Desak Revisi Perpres MBG

News | Senin, 15 Juni 2026 | 21:55 WIB

Polisi hingga DPR Kelola SPPG, Guru Ngeluh Kesulitan Mengadu soal MBG

Polisi hingga DPR Kelola SPPG, Guru Ngeluh Kesulitan Mengadu soal MBG

News | Senin, 15 Juni 2026 | 21:37 WIB

BGN Akui Motor Listrik Masih Menumpuk, Semua Aset Era Dadan Hindayana Akan Dimaksimalkan

BGN Akui Motor Listrik Masih Menumpuk, Semua Aset Era Dadan Hindayana Akan Dimaksimalkan

News | Senin, 15 Juni 2026 | 21:20 WIB

Anggaran MBG 2027 Tembus Rp270 Triliun, Masih Pakai Dana Pendidikan dan Kesehatan

Anggaran MBG 2027 Tembus Rp270 Triliun, Masih Pakai Dana Pendidikan dan Kesehatan

News | Senin, 15 Juni 2026 | 20:40 WIB

BGN Mendadak Setop MBG Selama Libur Sekolah, Seluruh Dapur Bakal Diaudit

BGN Mendadak Setop MBG Selama Libur Sekolah, Seluruh Dapur Bakal Diaudit

News | Senin, 15 Juni 2026 | 20:15 WIB

Komnas HAM Desak Sanksi SPPG Terbukti Sebabkan Keracunan MBG

Komnas HAM Desak Sanksi SPPG Terbukti Sebabkan Keracunan MBG

News | Senin, 15 Juni 2026 | 20:03 WIB

Tolak Kelola Dapur MBG Demi Etika, Wali Murid di Sleman Bongkar Sisi Buruk Makan Bergizi Gratis

Tolak Kelola Dapur MBG Demi Etika, Wali Murid di Sleman Bongkar Sisi Buruk Makan Bergizi Gratis

News | Senin, 15 Juni 2026 | 20:00 WIB

Terkini

BEM Bersatu Tuding Ada Sosok Eks Petinggi Militer di Balik Aksi Demo Mahasiswa Tolak MBG

BEM Bersatu Tuding Ada Sosok Eks Petinggi Militer di Balik Aksi Demo Mahasiswa Tolak MBG

News | Selasa, 16 Juni 2026 | 21:44 WIB

Guntur Romli Cium Motif Lain BEM Bersatu: Dari Mana Dana Bikin Konferensi Pers?

Guntur Romli Cium Motif Lain BEM Bersatu: Dari Mana Dana Bikin Konferensi Pers?

News | Selasa, 16 Juni 2026 | 21:35 WIB

Gus Ipul: Prof Nasar Jadi Salah Satu Figur Kuat untuk Ketua Umum PBNU

Gus Ipul: Prof Nasar Jadi Salah Satu Figur Kuat untuk Ketua Umum PBNU

News | Selasa, 16 Juni 2026 | 20:58 WIB

Wamendagri Ribka Haluk Dorong Penyelesaian RAP Dana Otsus Tambahan & DTI Tahun 2026

Wamendagri Ribka Haluk Dorong Penyelesaian RAP Dana Otsus Tambahan & DTI Tahun 2026

News | Selasa, 16 Juni 2026 | 20:50 WIB

BEM Bersatu Ungkap Fortuner Tyo Ardianto Atas Nama Adik Jenderal, Gerakan Mahasiswa Disusupi?

BEM Bersatu Ungkap Fortuner Tyo Ardianto Atas Nama Adik Jenderal, Gerakan Mahasiswa Disusupi?

News | Selasa, 16 Juni 2026 | 20:17 WIB

BEM Bersatu Tuding Ada Intervensi Politik di Balik Aksi Tolak MBG, Guntur Romli: Cocokologi

BEM Bersatu Tuding Ada Intervensi Politik di Balik Aksi Tolak MBG, Guntur Romli: Cocokologi

News | Selasa, 16 Juni 2026 | 20:15 WIB

Puluhan Ribu Jemaah Bakal Padati Monas, Jakarta Gelar Haul Akbar Ulama Betawi Terbesar

Puluhan Ribu Jemaah Bakal Padati Monas, Jakarta Gelar Haul Akbar Ulama Betawi Terbesar

News | Selasa, 16 Juni 2026 | 19:54 WIB

Reog Sekolah Rakyat Ponorogo Masuk 10 Besar Pelestari Budaya di Festival Piala Presiden

Reog Sekolah Rakyat Ponorogo Masuk 10 Besar Pelestari Budaya di Festival Piala Presiden

News | Selasa, 16 Juni 2026 | 19:29 WIB

PDIP Tuding PSI Bajak Kader, Isyana Jawab Begini

PDIP Tuding PSI Bajak Kader, Isyana Jawab Begini

News | Selasa, 16 Juni 2026 | 18:54 WIB

FBI Gagalkan Serangan di Acara HUT Trump: Drone, Sniper, hingga Penyerbuan Gedung Putih

FBI Gagalkan Serangan di Acara HUT Trump: Drone, Sniper, hingga Penyerbuan Gedung Putih

News | Selasa, 16 Juni 2026 | 18:49 WIB