- Menteri Sosial Saifullah Yusuf menegaskan kebijakan efisiensi anggaran pemerintah tidak akan mengurangi bantuan sosial bagi penerima manfaat.
- Gus Ipul menyatakan bahwa anggaran bantuan sosial justru mengalami peningkatan dibandingkan tahun sebelumnya atas arahan Presiden.
- Kementerian Sosial melakukan penundaan pada kegiatan operasional internal seperti pelatihan pendamping dan rapat guna mendukung efisiensi anggaran.
Suara.com - Menteri Sosial (Mensos) Saifullah Yusuf memastikan kebijakan efisiensi anggaran pemerintah tidak akan mengurangi bantuan sosial (bansos) yang diterima masyarakat.
Pria yang akrab disapa Gus Ipul itu menyampaikan, efisiensi hanya dilakukan pada sejumlah kegiatan operasional di lingkungan Kementerian Sosial, sementara anggaran untuk penerima manfaat tetap dipertahankan.
"Tentu yang berkaitan dengan operasional ada efisiensi. Tapi yang berkaitan dengan bantuan sosial untuk para penerima manfaat, tidak ada pengurangan sama sekali," kata Gus Ipul kepada wartawan, Rabu (17/6/2026).
Ia bahkan menyebut anggaran bansos justru mengalami penambahan dibandingkan tahun sebelumnya atas arahan Presiden.
"Bahkan kalau belajar dari tahun lalu, ada penambahan dari Bapak Presiden. Jadi yang sifatnya bansos, bantuan-bantuan sosial, insyaallah tidak ada yang dikurangi," ujarnya.
Karena itu, Kemensos memilih melakukan penyesuaian pada program-program yang dinilai masih bisa ditunda pelaksanaannya.
"Maka kita mencoba memilih dan memilah yang terkait dengan operasional dan bisa ditunda pelaksanaannya, itu tentu kami lakukan efisiensi," kata Gus Ipul.
Saat ditanya sektor yang terdampak efisiensi, Gus Ipul menyebut beberapa kegiatan internal kementerian menjadi sasaran penundaan.
"Kegiatan-kegiatan yang mungkin pelatihan untuk para pendamping, kemudian rapat-rapat, ya, itu kita tunda yang seperti itu," ujarnya.