- Aliansi BEM Bersatu menduga Letjen TNI (Purn) Setyo Sularso terlibat dalam aksi mahasiswa menolak Program Makan Bergizi Gratis.
- Dugaan tersebut muncul karena penggunaan kendaraan milik Siti Nuraeni yang merupakan adik kandung Setyo Sularso di Jakarta.
- Hingga saat ini, belum ada bukti hukum atau klarifikasi resmi mengenai keterlibatan Setyo Sularso dalam polemik aksi tersebut.
Karier Setyo dimulai sebagai komandan peleton di satuan infanteri Kodam Udayana. Sejumlah jabatan yang pernah diembannya antara lain:
- Danton Yonif 745/Satya Yudha Bhakti
- Dankipan Yonif 743/Pradnya Samapta Yudha
- Danyonif 401/Banteng Raider
- Dandim Sleman
- Dandim Semarang
- Danrem 072/Pamungkas
- Irdam XVII/Cenderawasih
- Wakapuspen TNI
- Kasdam V/Brawijaya
- Panglima Divisi Infanteri 2/Kostrad (2012)
- Kepala Staf Kostrad (2014)
- Pangdam IX/Udayana (2015)
- Inspektur Jenderal TNI (2016–2017).
Pernah Bertugas di Misi Perdamaian PBB
Selain menjalankan operasi militer dalam negeri, Setyo juga memiliki pengalaman internasional. Ia tercatat pernah terlibat dalam Kontingen Garuda XII sebagai bagian dari misi perdamaian Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) di Kamboja pada 1992–1993.
Setyo juga pernah menjalani penugasan operasi di Timor Timur pada beberapa periode sepanjang karier militernya.
Usai pensiun dari TNI pada 2017, Setyo Sularso tetap aktif dalam kegiatan kebangsaan. Ia diketahui bergabung sebagai anggota Dewan Pakar DPP PKS.
Dari sisi keluarga, Setyo juga memiliki hubungan kekerabatan dengan mantan Panglima TNI Jenderal (Purn) Andika Perkasa. Putrinya, dr. Nissa Avina Pilar, menikah dengan Alexander Wiratama Perkasa, putra Andika Perkasa.
Nama Setyo Sularso kembali menjadi perbincangan publik setelah Aliansi BEM Bersatu mengaitkannya dengan eks Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dalam polemik aksi penolakan Program Makan Bergizi Gratis.
Selain soal dugaan kepemilikan mobil Fortuner, BEM Bersatu juga menyoroti kehadiran Tiyo dalam sejumlah forum yang disebut turut dihadiri Setyo Sularso dan beberapa tokoh nasional lainnya.
Meski demikian, hingga artikel ini ditulis pihak Setyo Sularso maupun Tiyo Ardianto belum memberikan tanggapan resmi terkait dugaan yang dilontarkan Aliansi BEM Bersatu.