- Aliansi Perempuan Indonesia berunjuk rasa di Jakarta Pusat menuntut penurunan harga pokok dan menolak program Makan Bergizi Gratis.
- Terjadi aksi saling dorong antara massa dengan polisi wanita karena petugas mengalihkan rute aksi menuju kawasan Monumen Nasional.
- Kepolisian menyatakan pengalihan rute dilakukan demi menjaga keselamatan peserta aksi serta kelancaran arus lalu lintas di Jakarta Pusat.
Suara.com - Ketegangan mewarnai aksi unjuk rasa yang digelar Aliansi Perempuan Indonesia (API) di kawasan Jakarta Pusat. Dalam aksi tersebut, massa menyuarakan tuntutan penurunan harga bahan pokok serta penolakan terhadap program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Peristiwa itu menjadi sorotan setelah videonya viral di media sosial. Salah satu unggahan berasal dari akun Instagram @perempuanmahardika.
Dalam video yang beredar, terlihat sejumlah peserta aksi yang merupakan perempuan terlibat aksi saling dorong dengan polisi wanita (Polwan) yang berjaga. Ketegangan terjadi setelah massa tidak diperkenankan menggelar aksi di kawasan Bundaran Hotel Indonesia (HI).
"Kepolisian menghadang aksi Aliansi Perempuan Indonesia agar tidak mencapai Bundaran Hotel Indonesia," demikian keterangan dalam unggahan video tersebut, dikutip Kamis (18/6/2026).
Menanggapi video yang viral, Kapolsek Metro Menteng AKBP Braiel Arnold Rondonuwu membantah anggapan bahwa polisi menghalangi aksi demonstrasi.
Ia menegaskan, petugas hanya melakukan pengawalan terhadap massa yang hendak menggelar aksi di kawasan Monumen Nasional (Monas).
"Kami pihak kepolisian tidak pernah menghalangi masyarakat untuk menyampaikan pendapat," kata Braiel kepada Suara.com, Kamis.
Braiel menjelaskan, massa aksi mulai bergerak dari kawasan Stasiun Dukuh Atas sekitar pukul 10.00 WIB. Mengingat kondisi lalu lintas pada pagi hari cukup padat, petugas kemudian melakukan pengawalan dan mengarahkan peserta aksi melalui jalur alternatif.
Menurutnya, pengalihan rute dilakukan demi menjaga keselamatan peserta aksi maupun pengguna jalan lainnya.
"Itu semata-mata untuk kepentingan masyarakat yang melaksanakan aksi, dan masyarakat pengguna jalan lainnya," jelasnya.