PDIP Sindir Balik Jazilul PKB: Apa Anda Galau Ingin Adu Domba Kami dengan Pemerintah?

Muhamad Yasir, Bagaskara Isdiansyah

Kamis, 18 Juni 2026 | 15:02 WIB
PDIP Sindir Balik Jazilul PKB: Apa Anda Galau Ingin Adu Domba Kami dengan Pemerintah?
Kolase foto Ketua DPP PDIP, Deddy Yevri Sitorus dan Wakil Ketua Umum PKB Jazilul Fawaid. [Suara.com]
  • Ketua DPP PDIP Deddy Yevri Sitorus menegaskan partainya tetap menjadi penyeimbang di luar pemerintahan sesuai keputusan internal organisasi partai.
  • Pernyataan tersebut disampaikan sebagai respons atas kritik Jazilul Fawaid mengenai ketidakjelasan posisi politik PDIP saat ini.
  • Deddy menolak intervensi pihak luar terkait keputusan strategis PDIP dan menilai polemik ini bersumber dari kebingungan pihak lain tersebut.

Suara.com - Polemik soal posisi politik PDI Perjuangan (PDIP) di luar pemerintahan memanas. Ketua DPP PDIP, Deddy Yevri Sitorus, melontarkan respons keras terhadap pernyataan Ketua Fraksi PKB DPR RI Jazilul Fawaid yang menilai sikap politik PDIP masih “abu-abu” dan membingungkan.

Deddy menegaskan, posisi PDIP saat ini tidak perlu lagi diperdebatkan karena sejak awal partainya sudah memilih berada di luar pemerintahan dan menjalankan fungsi penyeimbang kekuasaan.

"Kenapa perlu menjadi penyeimbang? Karena mayoritas DPR sudah dikuasai oleh partai-partai yang masuk dalam pemerintahan. Kurang terang benderang apa urusan ini bagi dia?" ujar Deddy saat dihubungi Suara.com, Kamis (18/6/2026).

Menurut Deddy, justru yang mengherankan adalah sikap Jazilul yang terus mempertanyakan posisi politik partai lain. Ia pun menyindir balik dengan mempertanyakan motif di balik pernyataan politikus PKB tersebut.

"Saya tidak tahu maksud pernyataan dia karena gak paham, ingin mengadu domba dengan pemerintah atau karena galau sebab tidak maksimal sebagai partai maupun fraksi di DPR?" sindir Deddy.

Tak hanya itu, Deddy juga menegaskan bahwa sikap politik PDIP merupakan urusan internal partai yang tidak bisa diatur atau didesak oleh pihak luar.

Ia mengingatkan bahwa seluruh keputusan strategis partai ditentukan melalui mekanisme organisasi, mulai dari Kongres, Rakernas, hingga kewenangan Ketua Umum Megawati Soekarnoputri.

"Sikap dan posisi PDI Perjuangan itu merupakan keputusan organisasi melalui Kongres, Rakernas, dan institusi Ketua Umum sebagai pemegang mandat prerogatif. Jadi tidak bisa seenaknya kader partai lain mendesak kami untuk melakukan apa pun. Memangnya dia siapa?" tegasnya.

 Mahasiswa UNIMED membawa spanduk menyindir Presiden Prabowo Subianto. [Suara.com/ M.Aribowo]
Ilustrasi - Demo mahasiswa UNIMED membawa spanduk menyindir Presiden Prabowo Subianto. [Suara.com/ M.Aribowo]

Bermula dari Tuduhan Soal Demonstrasi Mahasiswa

Pernyataan Deddy merupakan respons langsung atas kritik Jazilul Fawaid yang sebelumnya mempertanyakan konsistensi sikap PDIP setelah muncul tudingan dari BEM Bersatu mengenai kehadiran mantan Gubernur Lemhannas Andi Widjajanto di lokasi demonstrasi mahasiswa yang mengkritik sejumlah kebijakan pemerintah, termasuk program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Jazilul menilai publik masih sulit membaca posisi politik PDIP karena adanya kesan ketidaksinkronan antara pernyataan resmi partai dengan aktivitas sejumlah tokohnya.

"Belum (jelas), karena selama ini memang ada kesan gitu, di sana dan di sini, belum tegas posisinya. Menyeimbangkan kayak apa, itu nggak paham," ujar Jazilul di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis.

Meski mengaku tidak ingin mencampuri urusan internal PDIP, Jazilul menekankan bahwa ketegasan sikap politik jauh lebih penting dibandingkan sekadar narasi yang tidak sejalan dengan tindakan di lapangan.

"Ya tentu itu kita tidak ikut pada urusan rumah tangga PDIP, ya. Tetap apa pun posisi kerja sama tentu ada. Namun, sikap yang tegas lebih kita hargai daripada bilang A yang dikerjakan B," tegasnya.

Ia berharap PDIP segera memberikan kepastian posisi politiknya agar dinamika politik nasional berjalan lebih transparan dan mudah dipahami publik.

Namun, bagi Deddy, posisi itu sudah selesai diputuskan dan tidak membutuhkan validasi dari partai lain. Persoalannya, kata dia, bukan pada PDIP yang dianggap abu-abu, melainkan pada pihak-pihak yang masih terus mempertanyakannya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Lawan Politik Uang! PKB Bidik Ambang Batas hingga E-Voting di Revisi UU Pemilu

Lawan Politik Uang! PKB Bidik Ambang Batas hingga E-Voting di Revisi UU Pemilu

News | Kamis, 18 Juni 2026 | 14:07 WIB

PKB Singgung Sikap PDIP soal Aksi Tolak MBG: Jangan Bilang A, yang Dikerjakan B

PKB Singgung Sikap PDIP soal Aksi Tolak MBG: Jangan Bilang A, yang Dikerjakan B

News | Kamis, 18 Juni 2026 | 13:33 WIB

PKB Sentil PDIP, Minta Sikap Politik Tegas Tak Abu-abu:  Kalau Oposisi Ya Oposisi

PKB Sentil PDIP, Minta Sikap Politik Tegas Tak Abu-abu: Kalau Oposisi Ya Oposisi

News | Kamis, 18 Juni 2026 | 13:04 WIB

Terkini

Kasus Hanania Travel: Awkarin Tunda Pemeriksaan Saksi dan Davina Karamoy Diperiksa Polisi

Kasus Hanania Travel: Awkarin Tunda Pemeriksaan Saksi dan Davina Karamoy Diperiksa Polisi

News | Kamis, 18 Juni 2026 | 14:58 WIB

Jazilul Desak PDIP Tegas jadi Partai Oposisi atau Koalisi, Deddy Sitorus: Memangnya Dia Siapa?

Jazilul Desak PDIP Tegas jadi Partai Oposisi atau Koalisi, Deddy Sitorus: Memangnya Dia Siapa?

News | Kamis, 18 Juni 2026 | 14:47 WIB

Adu Dorong Polwan dan Massa Demo Terekam Video: Polisi Bantah Halangi Aksi

Adu Dorong Polwan dan Massa Demo Terekam Video: Polisi Bantah Halangi Aksi

News | Kamis, 18 Juni 2026 | 14:47 WIB

Polisi Periksa Davina Karamoy di Kasus Hanania Travel, Korban Tembus 1.286 Orang

Polisi Periksa Davina Karamoy di Kasus Hanania Travel, Korban Tembus 1.286 Orang

News | Kamis, 18 Juni 2026 | 14:35 WIB

Donald Trump: Kalau Iran Tak Bersikap Baik, Amerika Akan Jatuhkan Bom di Atas Kepala Mereka

Donald Trump: Kalau Iran Tak Bersikap Baik, Amerika Akan Jatuhkan Bom di Atas Kepala Mereka

News | Kamis, 18 Juni 2026 | 14:27 WIB

Hotel Sultan Sudah Dieksekusi Negara, Akan Diubah Jadi Apa?

Hotel Sultan Sudah Dieksekusi Negara, Akan Diubah Jadi Apa?

News | Kamis, 18 Juni 2026 | 14:15 WIB

Lawan Politik Uang! PKB Bidik Ambang Batas hingga E-Voting di Revisi UU Pemilu

Lawan Politik Uang! PKB Bidik Ambang Batas hingga E-Voting di Revisi UU Pemilu

News | Kamis, 18 Juni 2026 | 14:07 WIB

Bukan Cuma Sony Sonjaya, Kejagung juga Periksa 6 Saksi Dugaan Korupsi MBG

Bukan Cuma Sony Sonjaya, Kejagung juga Periksa 6 Saksi Dugaan Korupsi MBG

News | Kamis, 18 Juni 2026 | 14:03 WIB

Kemnaker Hubungi 100 Lulusan Difabel Satu per Satu untuk Ikut Program Magang Nasional

Kemnaker Hubungi 100 Lulusan Difabel Satu per Satu untuk Ikut Program Magang Nasional

News | Kamis, 18 Juni 2026 | 13:55 WIB

'Kami Memanusiakan Mereka', Janji Setneg Jamin Nasib Eks Karyawan Hotel Sultan Usai Diekseskui

'Kami Memanusiakan Mereka', Janji Setneg Jamin Nasib Eks Karyawan Hotel Sultan Usai Diekseskui

News | Kamis, 18 Juni 2026 | 13:51 WIB