- Dinas Perhubungan DKI Jakarta memberlakukan rekayasa lalu lintas di sekitar Monas pada Jumat, 19 Juni 2026 malam.
- Pengaturan dilakukan guna mengantisipasi kepadatan selama pelaksanaan Haul Akbar Ulama dan Habaib Betawi di Plaza Monas.
- Dishub menyediakan delapan jalur alternatif dan delapan kantong parkir bagi masyarakat guna menjaga kelancaran arus kendaraan.
Suara.com - Masyarakat yang melintas di kawasan Monas, Jakarta Pusat, pada Jumat (19/6/2026) malam perlu bersiap menghadapi potensi kepadatan lalu lintas.
Dinas Perhubungan (Dishub) DKI Jakarta menyiapkan rekayasa lalu lintas menyusul pelaksanaan Haul Akbar Ulama dan Habaib Betawi 2026 yang digelar di Plaza Monas sisi selatan.
Kegiatan yang berlangsung mulai pukul 17.00 hingga 22.00 WIB itu diperkirakan akan menarik ribuan peserta. Karena itu, pengaturan lalu lintas akan diterapkan secara situasional di sejumlah ruas jalan sekitar Monas.
Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta Budi Awaluddin mengatakan rekayasa lalu lintas akan difokuskan di Jalan Medan Merdeka Selatan sisi utara, terutama untuk kendaraan dari arah Tanah Abang maupun Kota yang menuju kawasan Senen.
"Petugas juga akan bersiaga di sejumlah titik untuk melakukan pengaturan lalu lintas dan memberikan informasi kepada pengguna jalan," jelas Budi.

Untuk mengantisipasi kepadatan, Dishub telah menyiapkan delapan jalur alternatif bagi pengguna jalan yang melintas di kawasan sekitar Monas, mulai dari arah Harmoni, Bundaran HI, Tanah Abang, Tugu Tani hingga Kramat-Salemba.
Selain itu, peserta kegiatan dilarang memarkirkan kendaraan di badan jalan.
Sebagai gantinya, Dishub menyediakan delapan kantong parkir di kawasan sekitar Monas, yakni Pelataran Parkir IRTI Monas, Stasiun Gambir, Lemhannas, Perpustakaan Nasional, Gedung Telkom STO Gambir, Kementerian BUMN, Menara Danareksa, dan Gedung Indosat.
Total kapasitas yang disiapkan mencapai 1.840 mobil dan 3.180 sepeda motor.
Dishub juga mengimbau masyarakat memanfaatkan transportasi umum untuk menuju lokasi acara. Kawasan Monas sendiri dilayani sedikitnya 11 rute Transjakarta, mulai dari Koridor 1 Blok M–Kota hingga rute 14A Monas–Jakarta International Stadium (JIS).
"Penggunaan transportasi umum menjadi pilihan terbaik untuk menuju lokasi kegiatan. Selain lebih praktis, hal ini juga dapat membantu mengurangi kepadatan kendaraan di sekitar kawasan Monas selama kegiatan berlangsung," ujar Budi.
Bagi calon penumpang kereta api jarak jauh yang akan berangkat maupun tiba di Stasiun Gambir, Dishub meminta agar memperhitungkan waktu perjalanan lebih awal untuk mengantisipasi kepadatan lalu lintas di sekitar lokasi acara.
"Kami harap masyarakat agar dapat mematuhi pengaturan lalu lintas yang berlaku dan mengikuti arahan petugas di lapangan. Dengan kerja sama seluruh pihak, kegiatan dapat berlangsung tertib, aman, dan mobilitas masyarakat tetap berjalan lancar, serta bagi masyarakat yang tidak berkepentingan agar menghindari ruas jalan di sekitar kawasan Monas selama kegiatan berlangsung," katanya.
Delapan Rute Alternatif
1. Harmoni – Bundaran HI
Jalan Majapahit – Jalan Medan Merdeka Barat – Jalan MH Thamrin.
2. Harmoni – Tugu Tani
Jalan Ir H Juanda – Jalan Pos – Jalan Gedung Kesenian – Jalan Lapangan Banteng Utara – Jalan Lapangan Banteng Barat – Jalan Taman Pejambon – Jalan Pejambon – Jalan Medan Merdeka Timur – Jalan MI Ridwan Rais.
3. Harmoni – Stasiun Gambir
Jalan Majapahit – Jalan Medan Merdeka Barat – Jalan MH Thamrin – Jalan Kebon Sirih – Jalan MI Ridwan Rais – Jalan Medan Merdeka Timur.
4. Bundaran HI – Harmoni
Jalan MH Thamrin – Jalan Medan Merdeka Barat – Jalan Majapahit atau Jalan MH Thamrin – Jalan Budi Kemuliaan – Jalan Abdul Muis – Jalan Majapahit.
5. Bundaran HI – Senen
Jalan MH Thamrin – Jalan Medan Merdeka Barat – Jalan Majapahit – Jalan Ir H Juanda – Jalan Pos – Jalan Dr Sutomo – Jalan Gunung Sahari Raya.
6. Tanah Abang – Tugu Tani
Jalan Jatibaru Raya – Jalan Kebon Sirih.
7. Tugu Tani – Tanah Abang
Jalan MI Ridwan Rais – Jalan Medan Merdeka Timur – Jalan Medan Merdeka Utara – Jalan Majapahit – Jalan Abdul Muis.
8. Kramat Salemba – Tanah Abang
Jalan Kramat Raya – Jalan Pasar Senen – Jalan Gunung Sahari Raya – Jalan Budi Utomo – Jalan Lapangan Banteng Utara – Jalan Katedral – Jalan Ir H Juanda – Jalan Suryopranoto.