ART Disiksa di Johor, Majikan Nakal Malaysia Terlalu Dimanjakan

Bella, Tiara Rosana

Jum'at, 19 Juni 2026 | 19:05 WIB
ART Disiksa di Johor, Majikan Nakal Malaysia Terlalu Dimanjakan
Koalisi masyarakat sipil Migrant Watch mendesak pemerintah mengusut tuntas kematian ratusan pekerja migran Indonesia (PMI) asal Nusa Tenggara Timur (NTT) yang meninggal di luar negeri. (Suara.com/Tiara Rosana)
baca 10 detik
  • Migrant Watch membantah hoaks pembebasan tersangka penyiksaan ART di Johor dalam konferensi pers di Jakarta pada Jumat.
  • Sebanyak 3.000 pekerja migran Indonesia dilaporkan mengalami perlakuan tidak layak dan kekerasan di depo imigrasi Malaysia.
  • Migrant Watch mendesak Malaysia menerapkan sanksi tegas bagi majikan nakal untuk menghentikan eksploitasi pekerja migran secara sistematis.

Suara.com - Koalisi masyarakat sipil Migrant Watch meluruskan simpang siur penanganan kasus penyiksaan asisten rumah tangga (ART) di Johor, Malaysia, sekaligus menyoroti nestapa ribuan Pekerja Migran Indonesia (PMI) yang tertahan di depo imigrasi setempat.

Mereka menilai persoalan ini tidak akan tuntas selama Malaysia mempertahankan program repatriasi pasif tanpa sanksi tegas bagi majikan nakal.

Dalam konferensi pers di kawasan Menteng, Jakarta Pusat, Jumat (19/6/2026), Direktur Migrant Watch, Aznil Tan, menepis rumor pembebasan tersangka penyiksaan ART di Johor yang sempat viral.

"Memang ada isu yang berkembang, berkeliaran, berseliweran bahwa ada yang dibebaskan katanya. Kita pastikan itu tidak terkonfirmasi, kami pastikan itu hoaks. Belum tentu pasti," kata Aznil Tan.

Aznil mengapresiasi tindakan cepat Kepolisian Johor. Namun, ia mengingatkan bahwa kasus kekerasan di Malaysia bersifat masif. Banyak PMI nonprosedural yang terjaring razia dan kini menderita di pusat penahanan.

"Ditahan di depo tahanan imigrasi, itu lebih kurang 3.000 mengalami persoalan kemanusiaan. Mengalami kekerasan, penganiayaan, dan ditahan tidak layak, diperlakukan tidak layak mereka itu," ungkapnya.

Ilustrasi PMI [antara]
Ilustrasi PMI [antara]

Persoalan ini dinilai kian pelik karena program repatriasi bilateral berjalan lambat.

Hendra Setiawan menilai skema repatriasi yang diperpanjang hingga Februari 2027 tersebut tidak efektif karena bersifat pasif.

Ia mengusulkan agar Indonesia mendesak Malaysia untuk meniru regulasi ketat milik Singapura yang menyasar pengguna jasa ilegal.

baca juga

"Karena di Singapura itu yang terkena hukuman tidak hanya perusahaan pengirim, agensi, tapi pengguna kerjanya," tegas Hendra.

Melalui rilis resminya, Migrant Watch mendesak kedua negara memperkuat sistem pengawasan serta memastikan tidak ada impunitas bagi pelaku kekerasan maupun majikan nakal agar eksploitasi terhadap PMI di Malaysia dapat benar-benar dihentikan.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Jejak Frans Antony 'Bendahara' Fredy Pratama: Pernah Bersembunyi di Kawasan Elite Phatthanakan

Jejak Frans Antony 'Bendahara' Fredy Pratama: Pernah Bersembunyi di Kawasan Elite Phatthanakan

News | Jum'at, 19 Juni 2026 | 17:51 WIB

Disebut Meninggal karena Kurang Minum, Migrant Watch Soroti Bekas Sayatan di Jenazah PMI NTT

Disebut Meninggal karena Kurang Minum, Migrant Watch Soroti Bekas Sayatan di Jenazah PMI NTT

News | Jum'at, 19 Juni 2026 | 17:37 WIB

Bareskrim Tangkap Frans Antony! Teman SMA Fredy Pratama, Pengatur Keuangan Bisnis Narkoba

Bareskrim Tangkap Frans Antony! Teman SMA Fredy Pratama, Pengatur Keuangan Bisnis Narkoba

News | Jum'at, 19 Juni 2026 | 15:16 WIB

Surga Pecinta Mainan Kreatif, Amazing Toy Show Jakarta 2026 Resmi Dibuka

Surga Pecinta Mainan Kreatif, Amazing Toy Show Jakarta 2026 Resmi Dibuka

Lifestyle | Kamis, 18 Juni 2026 | 22:35 WIB

Krisis Jelang Piala AFF 2026: FAM Depak Peter Cklamovski, Malaysia Kini Tanpa Pelatih

Krisis Jelang Piala AFF 2026: FAM Depak Peter Cklamovski, Malaysia Kini Tanpa Pelatih

Bola | Kamis, 18 Juni 2026 | 12:12 WIB

PDIP Sentil Seskab Teddy Soal Penyataan Harga Pertamax, Tak Berani Sebut Malaysia

PDIP Sentil Seskab Teddy Soal Penyataan Harga Pertamax, Tak Berani Sebut Malaysia

Video | Selasa, 16 Juni 2026 | 16:00 WIB

PM Malaysia Kenang Bung Hatta: Negara Tidak Boleh Ditopang Segelintir Elit

PM Malaysia Kenang Bung Hatta: Negara Tidak Boleh Ditopang Segelintir Elit

Bisnis | Minggu, 14 Juni 2026 | 17:49 WIB

Tak Perlu Terbang ke Malaysia, Cicipi Autentiknya Nasi Lemak hingga Char Kway Teow di Jakarta!

Tak Perlu Terbang ke Malaysia, Cicipi Autentiknya Nasi Lemak hingga Char Kway Teow di Jakarta!

Lifestyle | Sabtu, 13 Juni 2026 | 14:59 WIB

Saksi Kunci Berubah Haluan, Kesaksian Baru ART Ungkap Fakta Mengejutkan Kasus KDRT Erin Taulany

Saksi Kunci Berubah Haluan, Kesaksian Baru ART Ungkap Fakta Mengejutkan Kasus KDRT Erin Taulany

Entertainment | Jum'at, 12 Juni 2026 | 18:03 WIB

Beda dengan di Layar Kaca, Mantan ART Bongkar Sifat Asli Sarwendah: Jutek Banget

Beda dengan di Layar Kaca, Mantan ART Bongkar Sifat Asli Sarwendah: Jutek Banget

Entertainment | Jum'at, 12 Juni 2026 | 16:30 WIB

Terkini

Sandiwara Berdarah di Menteng, Komisaris Wanita Rekayasa Perampokan Demi Habisi Dirut

Sandiwara Berdarah di Menteng, Komisaris Wanita Rekayasa Perampokan Demi Habisi Dirut

News | Jum'at, 19 Juni 2026 | 19:04 WIB

Cerita Rampok 500 Gram Emas Rekayasa! Rekan Bisnis di Menteng Siksa dan Tusuk Korban karena Dendam

Cerita Rampok 500 Gram Emas Rekayasa! Rekan Bisnis di Menteng Siksa dan Tusuk Korban karena Dendam

News | Jum'at, 19 Juni 2026 | 18:49 WIB

Kantor Imigrasi Denpasar Digeledah KPK, Buntut Skandal Eks Wamen Silmy Karim

Kantor Imigrasi Denpasar Digeledah KPK, Buntut Skandal Eks Wamen Silmy Karim

News | Jum'at, 19 Juni 2026 | 18:45 WIB

Ribuan Jemaah Serbu Monas untuk Haul Akbar Ulama dan Habaib Betawi

Ribuan Jemaah Serbu Monas untuk Haul Akbar Ulama dan Habaib Betawi

News | Jum'at, 19 Juni 2026 | 18:44 WIB

Perwakilan Massa Mahasiswa Akhirnya Diterima Pimpinan DPR, Audiensi Digelar Tertutup

Perwakilan Massa Mahasiswa Akhirnya Diterima Pimpinan DPR, Audiensi Digelar Tertutup

News | Jum'at, 19 Juni 2026 | 18:35 WIB

Alasan KPK Minta Tambahan Anggaran ke DPR Rp898 Miliar

Alasan KPK Minta Tambahan Anggaran ke DPR Rp898 Miliar

News | Jum'at, 19 Juni 2026 | 18:21 WIB

Mahasiswa Trisakti Sampaikan Tiga Tuntutan di DPR, Soroti Ekonomi hingga Supremasi Sipil

Mahasiswa Trisakti Sampaikan Tiga Tuntutan di DPR, Soroti Ekonomi hingga Supremasi Sipil

News | Jum'at, 19 Juni 2026 | 18:20 WIB

Mahasiswa Trisakti Melawan! Tuntut MBG Dihentikan Sementara dan Evaluasi Total

Mahasiswa Trisakti Melawan! Tuntut MBG Dihentikan Sementara dan Evaluasi Total

News | Jum'at, 19 Juni 2026 | 18:11 WIB

Polda Metro Jaya Ungkap Alasan Jemput Paksa Roy Suryo dan dr Tifa

Polda Metro Jaya Ungkap Alasan Jemput Paksa Roy Suryo dan dr Tifa

News | Jum'at, 19 Juni 2026 | 18:02 WIB

Pro Kontra MBG: Mahasiswa Jakarta Demo Minta Setop, Warga Jambi Minta Lanjut

Pro Kontra MBG: Mahasiswa Jakarta Demo Minta Setop, Warga Jambi Minta Lanjut

News | Jum'at, 19 Juni 2026 | 17:59 WIB