- Cak Imin mengkritik kepemimpinan PBNU saat ini sebagai periode paling mundur menjelang Muktamar ke-35 pada Agustus 2026.
- Cak Imin menyoroti keterlibatan PBNU dalam politik praktis yang dianggap menyimpang dari fungsi organisasi sebagai wadah kultural pemersatu.
- Ia mendesak perbaikan manajemen organisasi dengan memastikan PBNU bersih dari politisi aktif demi menjaga marwah Nahdlatul Ulama.
"NU itu bukan organisasi politik yang membuat hubungan selalu kompetitif. NU itu orkestrasi kultural yang menyatukan, bukan saling menyingkirkan. Berbagai kemampuan dan kecerdasan sosial bersatu padu,” tulis Cak Imin.
Ia menyoroti adanya pihak-pihak yang dinilai membawa kepentingan politik praktis ke dalam tubuh organisasi.
Ia meminta agar oknum-oknum yang tidak sejalan dengan nilai dasar NU tersebut segera ditertibkan.
"Yang main-main di NU keluarkan aja. Yang berpolitik silakan di partai aja. NU itu lesehan dan menyatu tanpa ketegangan,” tegasnya dalam unggahan yang sama.