Respons PDIP, Waketum PKB Tegaskan Istilah Partai Penyeimbang Tak Dikenal Dalam Konstitusi

Bangun Santoso, Bagaskara Isdiansyah

Senin, 22 Juni 2026 | 17:27 WIB
Respons PDIP, Waketum PKB Tegaskan Istilah Partai Penyeimbang Tak Dikenal Dalam Konstitusi
Ketua Fraksi PKB DPR RI sekaligus Wakil Ketua Umum PKB, Jazilul Fawaid. (Suara.com/Bagaskara)
baca 10 detik
  • Jazilul Fawaid menegaskan bahwa konstitusi Indonesia tidak mengenal istilah oposisi maupun partai penyeimbang dalam sistem ketatanegaraan.
  • Politisi PKB tersebut mengajak seluruh elemen bangsa untuk menjaga soliditas demi mendukung realisasi janji politik Presiden Prabowo.
  • Pernyataan ini merespons kritik PDIP mengenai posisi politik mereka di luar kabinet yang kerap dipersoalkan partai koalisi.

Suara.com - Ketua Fraksi PKB DPR RI sekaligus Wakil Ketua Umum PKB, Jazilul Fawaid, menanggapi dinamika politik terkait posisi partai-partai pasca-terbentuknya pemerintahan saat ini.

Jazilul Fawaid menegaskan, bahwa dalam sistem ketatanegaraan Indonesia, istilah "oposisi" maupun "partai penyeimbang" sebenarnya tidak dikenal dalam konstitusi.

Pernyataan ini muncul merespons sikap PDI Perjuangan yang menyebut posisi politik mereka tidak abu-abu dan didasarkan pada konstitusi yang tidak mengenal istilah oposisi.

Jazilul sepakat dengan pandangan tersebut, namun ia memberikan catatan tambahan mengenai praktik politik di tanah air.

"Saya paham betul tidak ada oposisi, itu tidak ada di konstitusi. Tapi juga tidak ada partai penyeimbang, tidak dikenal di sistem kita. Yang penting bagi kita adalah menjaga kebersamaan dan kekompakan di mana pun posisinya," ujar Jazilul di Komplek Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (22/6/2026).

Pria yang akrab disapa Gus Jazil ini menekankan bahwa fokus utama saat ini bukanlah berpolemik mengenai posisi politik atau menyudutkan partai lain.

Menurutnya, hal yang jauh lebih krusial adalah mendukung penuh upaya Presiden Prabowo Subianto dalam merealisasikan janji-janji politiknya.

"Ini hanya menyampaikan pesan bahwa Presiden Prabowo dan pemerintah sedang berjuang keras untuk menuntaskan dan mewujudkan visi-misinya. Kita semua boleh saja menyampaikan pendapat, tapi yang lebih penting dari itu adalah soliditas," tuturnya.

Jazilul menilai tantangan yang dihadapi bangsa Indonesia saat ini cukup berat. Oleh karena itu, ia mengajak seluruh elemen, mulai dari politisi, organisasi kemasyarakatan, hingga mahasiswa untuk bersatu.

baca juga

Ia menilai bahwa kekompakan nasional adalah kunci utama untuk menghadapi segala rintangan.

"Tantangan yang berat ini membutuhkan siapapun, pihak manapun, publik, partai politik, ormas, hingga mahasiswa. Soliditas itulah yang akan mampu menghadapi semua tantangan," tambahnya.

Ia menekankan bahwa meskipun sebuah program pemerintah mungkin tidak selalu sempurna dalam pelaksanaannya, namun persatuan dan kekompakan antarelemen bangsa harus tetap dijaga dengan sempurna.

Hal ini diperlukan agar ekspektasi publik terhadap janji-janji pemerintah dapat terpenuhi.

"Mungkin program yang dijalankan tidak semuanya sempurna, tapi yang harus sempurna hari ini adalah soliditas dan persatuan. Publik ingin apa yang menjadi janji dan program yang disampaikan Pak Presiden itu terwujud. Itulah mengapa kekompakan di DPR, partai politik, dan pemerintahan sangat penting," pungkasnya.

Sebelumnya, Ketua DPP PDI Perjuangan, Deddy Yevri Sitorus, melontarkan kritik pedas terhadap sejumlah partai politik koalisi pemerintah yang mempersoalkan posisi partainya sebagai penyeimbang.

Deddy menilai, serangan yang menyebut PDIP bermain "politik dua kaki" adalah sikap yang mengherankan, tidak pada tempatnya, dan tidak etis.

Ia menegaskan, bahwa posisi PDI Perjuangan sudah sangat jelas berdasarkan mandat Rapat Kerja Nasional (Rakernas), yakni berada di luar kabinet namun tetap menjalankan fungsi pengawasan konstitusional melalui DPR RI.

"Ini bukan sikap ambigu. PDI Perjuangan konsisten menjalankan mandat Rakernas. Justru saya bertanya, mengapa partai-partai ini begitu khawatir dengan keberadaan kami? Apakah karena kurang percaya diri atau ada kegalauan internal koalisi sehingga mencari kambing hitam?" ujar Deddy dalam keterangan tertulisnya di Jakarta, dikutip Senin (22/6/2026).

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

PKB Heran Jokowi Mendadak Lempar Wacana Prabowo-Gibran 2 Periode: Kemajon!

PKB Heran Jokowi Mendadak Lempar Wacana Prabowo-Gibran 2 Periode: Kemajon!

News | Senin, 22 Juni 2026 | 17:00 WIB

Rano Karno Menangis di Sidang Paripurna HUT Jakarta: 'Jejak Jutaan Langkah, Keringat, dan Harapan'

Rano Karno Menangis di Sidang Paripurna HUT Jakarta: 'Jejak Jutaan Langkah, Keringat, dan Harapan'

News | Senin, 22 Juni 2026 | 13:53 WIB

Tanggapi Posisi Politik PDIP, AHY Singgung Pengalaman Demokrat Pernah Jadi Oposisi

Tanggapi Posisi Politik PDIP, AHY Singgung Pengalaman Demokrat Pernah Jadi Oposisi

News | Senin, 22 Juni 2026 | 13:43 WIB

Deddy Sitorus PDIP Semprot NasDem dan Demokrat: Fokus Urus Partai Sendiri yang Sedang Digerogoti!

Deddy Sitorus PDIP Semprot NasDem dan Demokrat: Fokus Urus Partai Sendiri yang Sedang Digerogoti!

News | Senin, 22 Juni 2026 | 10:36 WIB

Sindir PDIP, Misbakhun Golkar: Kritik yang Disampaikan Semestinya Lebih Matang

Sindir PDIP, Misbakhun Golkar: Kritik yang Disampaikan Semestinya Lebih Matang

News | Minggu, 21 Juni 2026 | 06:00 WIB

Benarkah Demo Mahasiswa Ditunggangi? Ini Alasan Mengapa PDIP Dicurigai

Benarkah Demo Mahasiswa Ditunggangi? Ini Alasan Mengapa PDIP Dicurigai

News | Sabtu, 20 Juni 2026 | 21:40 WIB

Posisi Fleksibel PDIP Bikin Parpol Koalisi Pemerintah Gelisah

Posisi Fleksibel PDIP Bikin Parpol Koalisi Pemerintah Gelisah

News | Sabtu, 20 Juni 2026 | 15:02 WIB

Terkini

3  Manajer KDMP-KNMP Meninggal, Amnesty Desak Latsarmil Dihentikan

3 Manajer KDMP-KNMP Meninggal, Amnesty Desak Latsarmil Dihentikan

News | Kamis, 25 Juni 2026 | 22:42 WIB

Gempa Besar Venezuela: Ribuan Orang Hilang Dampaknya Sampai Sejauh 1700 Km

Gempa Besar Venezuela: Ribuan Orang Hilang Dampaknya Sampai Sejauh 1700 Km

News | Kamis, 25 Juni 2026 | 22:41 WIB

Fadli Zon Dorong Cerita Rakyat Jadi Gerakan Nasional, Bukan Sekadar Warisan Budaya

Fadli Zon Dorong Cerita Rakyat Jadi Gerakan Nasional, Bukan Sekadar Warisan Budaya

News | Kamis, 25 Juni 2026 | 21:44 WIB

KPK Cecar Eks Sekjen MPR Maruf Cahyono Soal Bukti-Bukti Gratifikasi Rp17 Miliar

KPK Cecar Eks Sekjen MPR Maruf Cahyono Soal Bukti-Bukti Gratifikasi Rp17 Miliar

News | Kamis, 25 Juni 2026 | 21:44 WIB

Gus Ipul Ajak SP2MI Ambil Peran di Program Sekolah Rakyat

Gus Ipul Ajak SP2MI Ambil Peran di Program Sekolah Rakyat

News | Kamis, 25 Juni 2026 | 21:43 WIB

19 Ribu Anak Garut Putus Sekolah, Bupati 'Todong' ASN hingga Pengusaha Jadi Orang Tua Asuh!

19 Ribu Anak Garut Putus Sekolah, Bupati 'Todong' ASN hingga Pengusaha Jadi Orang Tua Asuh!

News | Kamis, 25 Juni 2026 | 21:28 WIB

Riset Ungkap Skema Hibah dan Pinjaman Lunak Paling Efektif Danai PLTS Komunitas

Riset Ungkap Skema Hibah dan Pinjaman Lunak Paling Efektif Danai PLTS Komunitas

News | Kamis, 25 Juni 2026 | 21:26 WIB

Hari Pelaut Sedunia, Pelindo Dukung Potensi Ekonomi di Selat Malaka

Hari Pelaut Sedunia, Pelindo Dukung Potensi Ekonomi di Selat Malaka

News | Kamis, 25 Juni 2026 | 21:26 WIB

Prabowo Percepat Pengembangan Mobil Nasional hingga Farmasi, Kampus Diminta Kejar Kebutuhan SDM

Prabowo Percepat Pengembangan Mobil Nasional hingga Farmasi, Kampus Diminta Kejar Kebutuhan SDM

News | Kamis, 25 Juni 2026 | 21:18 WIB

Geledah Kantor BKP Sumsel, KPK Temukan Bukti Upaya Ubah Opini WTP Usai Bupati Muara Enim Kena OTT

Geledah Kantor BKP Sumsel, KPK Temukan Bukti Upaya Ubah Opini WTP Usai Bupati Muara Enim Kena OTT

News | Kamis, 25 Juni 2026 | 21:12 WIB