- Pemerintah Iran resmi menghentikan partisipasi dalam forum negosiasi empat negara di Swiss pada Selasa, 23 Juni 2026.
- Keputusan tersebut diambil sebagai respons atas ancaman militer terbuka dari Presiden AS Donald Trump melalui media sosial.
- Tindakan Iran menyebabkan proses perundingan perdamaian yang dipimpin Wakil Presiden AS JD Vance mengalami kegagalan total.
"Iran harus segera menghentikan kelompok PROKSI mereka yang dibayar mahal di Lebanon untuk tidak membuat kekacauan. Jika mereka tidak melakukannya, kita akan memukul Iran dengan sangat keras lagi, persis seperti yang kita lakukan minggu lalu, bahkan kali ini akan jauh lebih keras!!!" tulis Trump dalam unggahannya.
Ancaman berskala tinggi ini langsung merusak atmosfer perundingan yang sebenarnya sempat menunjukkan sinyal positif di awal pembukaan.
Sinyal Kemajuan Awal yang Kandas
Sebelum tensi politik memanas akibat pernyataan Trump, jalannya negosiasi yang dipimpin oleh Wakil Presiden AS, JD Vance, dilaporkan sempat mencatatkan kemajuan awal yang menjanjikan. Diskusi yang melibatkan para diplomat senior tersebut bahkan berlangsung alot hingga larut malam.
Otoritas resmi AS sempat menyatakan optimisme tinggi bahwa dialog yang diinisiasi oleh Wapres JD Vance telah membuahkan titik terang awal. Pembahasan tersebut awalnya dirancang untuk menyelesaikan tiga isu krusial:
- Masa depan program pengembangan nuklir Iran.
- Jaminan keamanan jalur perdagangan maritim global di Selat Hormuz.
- Penegakan mekanisme gencatan senjata yang rapuh di wilayah Lebanon Selatan antara Israel dan kelompok Hizbullah.
“Kami telah membuat kemajuan besar hanya dalam beberapa jam terakhir, dan saya berharap kita akan membuat kemajuan tambahan di jam-jam mendatang,” ujar Wakil Presiden JD Vance kepada awak media sesaat sebelum memasuki ruang sidang di Swiss.
Seorang diplomat senior AS juga sempat mengonfirmasi bahwa delegasi Amerika berada dalam status siaga penuh dan terus melakukan komunikasi intensif pasca-kedatangan Vance.
Tim diplomatik kedua negara bahkan sempat menyusun draf mekanisme de-eskalasi konflik guna menegakkan gencatan senjata di Lebanon Selatan demi menghindari pecahnya perang skala penuh di kawasan.
Namun, seluruh draf kesepakatan awal dan proses mediasi yang dijembatani Qatar-Pakistan tersebut kini berada di ambang kegagalan total setelah Iran memilih hengkang dari forum penandatanganan.