Kronologi Munas Jelang Muktamar NU Ricuh, Pejabat Organisasi Pecah Pendapat

M Nurhadi

Selasa, 23 Juni 2026 | 12:04 WIB
Kronologi Munas Jelang Muktamar NU Ricuh, Pejabat Organisasi Pecah Pendapat
Munas NU Ricuh jelang muktamar tahun 2026 [Ist]
baca 10 detik
  • Munas dan Konbes NU 2026 di Pondok Pesantren Al-Falah Kediri mengalami kericuhan akibat kesalahpahaman penentuan lokasi Muktamar ke-35.
  • PBNU membatalkan usulan Pondok Pesantren Lirboyo sebagai lokasi Muktamar setelah muncul penolakan dan hak veto Rais Aam.
  • PBNU membentuk tim khusus untuk meninjau lima calon lokasi baru berdasarkan standar infrastruktur, keamanan, logistik, dan aspek spiritual.

Suara.com - Jalannya rangkaian Musyawarah Nasional (Munas) Alim Ulama dan Konferensi Besar (Konbes) Nahdlatul Ulama (NU) 2026 yang berlangsung di Pondok Pesantren Al-Falah Ploso, Kabupaten Kediri, Jawa Timur, diwarnai ketegangan emosional yang cukup tinggi pada Senin (22/6/2026).

Rapat pleno yang mengagendakan penentuan lokasi Muktamar NU ke-35 tersebut sempat memanas hingga memicu kericuhan antarpeserta sidang.

Suasana forum mulai tidak kondusif setelah muncul anggapan di tengah persidangan bahwa lokasi Muktamar NU telah ditetapkan di Pondok Pesantren Lirboyo, Kediri. 

Aksi protes yang mulanya berupa adu argumen verbal berujung pada tindakan saling dorong antarpeserta di dalam ruangan.

Situasi yang sempat tidak terkendali ini memaksa petugas keamanan internal turun tangan langsung untuk menenangkan massa dan mengendalikan keadaan. Setelah situasi kembali kondusif, jalannya sidang pleno akhirnya dapat dilanjutkan kembali.

Rekaman video yang memperlihatkan detik-detik kericuhan dalam penentuan lokasi Muktamar tersebut langsung viral dan menjadi sorotan tajam netizen di berbagai platform media sosial.

Banyak kalangan menyayangkan terjadinya insiden tersebut, mengingat organisasi NU sangat lekat dengan citra para pemuka agama dan kalangan santri yang dikenal santun serta mengedepankan akhlakul karimah.

Dalam video yang beredar, tampak sejumlah orang melakukan protes keras, di mana salah satu figur yang diduga terlibat dalam aksi protes tersebut adalah Sulaiman Tanjung yang menjabat sebagai Wakil Sekretaris Jenderal PBNU.

Munas NU Ricuh jelang muktamar tahun 2026 [Ist]
Munas NU Ricuh jelang muktamar tahun 2026 [Ist]

Klarifikasi PBNU: Murni Kesalahpahaman

baca juga

Menanggapi insiden yang mencoreng jalannya pleno, Rais Syuriyah PBNU Kalimantan Timur, Muhammad Ali Kholil, memberikan klarifikasi seusai persidangan. Dirinya menegaskan bahwa kericuhan tersebut murni dipicu oleh adanya distorsi informasi dan kesalahpahaman antarpeserta di dalam forum.

"Kesalahpahaman saja. Tentang tempat Muktamar yang kemudian segera diketok palu bahwa itu di Lirboyo, padahal masih belum karena ini nanti masih akan dibahas di internal PBNU," ujar Ali Kholil.

Ali menambahkan, hingga saat ini struktur kepengurusan tingkat pusat belum mengeluarkan surat keputusan resmi ataupun keputusan final mengenai koordinat utama pelaksanaan Muktamar NU ke-35.

Dinamika pemilihan Pondok Pesantren Lirboyo sebagai lokasi Muktamar sebenarnya memiliki latar belakang sejarah dan dukungan kuat. Awalnya, nama Lirboyo diusulkan langsung oleh jajaran para kiai sepuh serta Ketua Umum PBNU, KH Yahya Cholil Staquf, untuk menjadi arena Muktamar ke-35.

Lirboyo sendiri bukan tempat asing bagi sejarah organisasi, sebab pesantren ini pernah sukses menjadi tuan rumah Muktamar NU ke-30 pada tahun 1999 silam, yang dinilai sebagai salah satu momentum paling bersejarah bagi nahdliyin.

Meski dalam rangkaian Munas dan Konbes NU 2026 sempat tercapai titik temu untuk menunjuk kembali Lirboyo, keputusan tersebut akhirnya dibatalkan dan dicabut.

Munas NU Ricuh jelang muktamar tahun 2026 [Ist]
Munas NU Ricuh jelang muktamar tahun 2026 [Ist]

Pembatalan ini menyusul adanya langkah penolakan atau hak veto yang dikeluarkan oleh Rais Aam PBNU, yang berimbas pada keharusan dilakukannya peninjauan ulang secara menyeluruh.

Sekretaris Steering Committee (SC) Munas dan Konbes NU 2026, Prof. Dr. KH Muhammad Nuh, menjelaskan bahwa perhelatan agung Muktamar NU ke-35 ini dijadwalkan bakal berlangsung pada tanggal 1 hingga 5 Agustus 2026. Guna menentukan kepastian lokasi baru, PBNU dalam waktu dekat akan segera mengesahkan tim khusus.

"Tempatnya sudah ada beberapa usulan, mulai dari NTB, Jawa Timur, Jawa Barat, dan Sumatera Barat. Kami akan segera membentuk tim yang akan melakukan review terhadap tempat-tempat itu," urai Mohammad Nuh yang juga merupakan mantan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan tersebut.

Hingga saat ini, tercatat ada lima wilayah provinsi yang mengajukan diri secara resmi sebagai kandidat tuan rumah, yakni Jawa Timur, Nusa Tenggara Barat (NTB), Jawa Barat, DKI Jakarta, dan Sumatera Barat.

Guna menyaring kandidat tersebut, forum menetapkan prasyarat mutlak: lokasi perhelatan wajib berada di dalam kompleks pondok pesantren yang memiliki basis santri aktif menetap.

Lebih lanjut, KH Muhammad Nuh menjabarkan terdapat empat parameter utama yang akan digunakan oleh tim khusus dalam memberikan penilaian kelayakan, yaitu:

  • Kesiapan sarana, prasarana, dan infrastruktur penunjang harian.
  • Jaminan sistem keamanan selama acara berlangsung.
  • Dukungan skema pembiayaan logistik.
  • Pertimbangan aspek spiritual (batiniah).

"Aspek spiritual selalu menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari setiap pengambilan keputusan strategis di lingkungan NU," tegas Nuh.

Suhu Politik Internal Memanas Jelang Muktamar

Di samping persoalan teknis logistik tempat acara, konstelasi politik di internal Nahdlatul Ulama terpantau mulai menghangat menjelang agenda pergantian tongkat estafet kepemimpinan nasional bursa PBNU pada Agustus mendatang.

Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Muhaimin Iskandar, secara terbuka melayangkan kritik tajam yang diarahkan langsung kepada kinerja fungsionaris PBNU periode berjalan.

Cak Imin ini menilai performa dan jalannya roda organisasi PBNU di bawah kepemimpinan KH Yahya Cholil Staquf saat ini mengalami kemunduran performa yang cukup signifikan jika dikomparasikan dengan periode-periode sebelumnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Prabowo ke Jawa Timur, Hadir Peresmian Jalan dan Penutupan Munas NU

Prabowo ke Jawa Timur, Hadir Peresmian Jalan dan Penutupan Munas NU

News | Selasa, 23 Juni 2026 | 10:44 WIB

Kronologi BEM FH UBK Diinterogasi, Diduga Terima Uang Usai Bertemu Wapres Gibran

Kronologi BEM FH UBK Diinterogasi, Diduga Terima Uang Usai Bertemu Wapres Gibran

News | Selasa, 23 Juni 2026 | 08:05 WIB

Makin Memanas Jelang Muktamar Ke-35! Cak Imin Minta Oknum yang 'Main-main' di NU Segera Didepak

Makin Memanas Jelang Muktamar Ke-35! Cak Imin Minta Oknum yang 'Main-main' di NU Segera Didepak

News | Senin, 22 Juni 2026 | 10:55 WIB

Wasekjen PBNU: Usulan Perubahan Ketentuan AHWA Berasal dari Syuriyah PWNU Jateng

Wasekjen PBNU: Usulan Perubahan Ketentuan AHWA Berasal dari Syuriyah PWNU Jateng

News | Minggu, 21 Juni 2026 | 13:29 WIB

Gus Lilur Jelang Muktamar NU: Pemimpin yang Terpilih Harus Dukung Prabowo-Gibran 2 Periode

Gus Lilur Jelang Muktamar NU: Pemimpin yang Terpilih Harus Dukung Prabowo-Gibran 2 Periode

News | Kamis, 18 Juni 2026 | 11:05 WIB

Viral Momen IShowSpeed Jadi 'Presiden FIFA Dadakan', Tapi Cuma 5 Menit

Viral Momen IShowSpeed Jadi 'Presiden FIFA Dadakan', Tapi Cuma 5 Menit

Video | Rabu, 17 Juni 2026 | 22:05 WIB

Terkini

3  Manajer KDMP-KNMP Meninggal, Amnesty Desak Latsarmil Dihentikan

3 Manajer KDMP-KNMP Meninggal, Amnesty Desak Latsarmil Dihentikan

News | Kamis, 25 Juni 2026 | 22:42 WIB

Gempa Besar Venezuela: Ribuan Orang Hilang Dampaknya Sampai Sejauh 1700 Km

Gempa Besar Venezuela: Ribuan Orang Hilang Dampaknya Sampai Sejauh 1700 Km

News | Kamis, 25 Juni 2026 | 22:41 WIB

Fadli Zon Dorong Cerita Rakyat Jadi Gerakan Nasional, Bukan Sekadar Warisan Budaya

Fadli Zon Dorong Cerita Rakyat Jadi Gerakan Nasional, Bukan Sekadar Warisan Budaya

News | Kamis, 25 Juni 2026 | 21:44 WIB

KPK Cecar Eks Sekjen MPR Maruf Cahyono Soal Bukti-Bukti Gratifikasi Rp17 Miliar

KPK Cecar Eks Sekjen MPR Maruf Cahyono Soal Bukti-Bukti Gratifikasi Rp17 Miliar

News | Kamis, 25 Juni 2026 | 21:44 WIB

Gus Ipul Ajak SP2MI Ambil Peran di Program Sekolah Rakyat

Gus Ipul Ajak SP2MI Ambil Peran di Program Sekolah Rakyat

News | Kamis, 25 Juni 2026 | 21:43 WIB

19 Ribu Anak Garut Putus Sekolah, Bupati 'Todong' ASN hingga Pengusaha Jadi Orang Tua Asuh!

19 Ribu Anak Garut Putus Sekolah, Bupati 'Todong' ASN hingga Pengusaha Jadi Orang Tua Asuh!

News | Kamis, 25 Juni 2026 | 21:28 WIB

Riset Ungkap Skema Hibah dan Pinjaman Lunak Paling Efektif Danai PLTS Komunitas

Riset Ungkap Skema Hibah dan Pinjaman Lunak Paling Efektif Danai PLTS Komunitas

News | Kamis, 25 Juni 2026 | 21:26 WIB

Hari Pelaut Sedunia, Pelindo Dukung Potensi Ekonomi di Selat Malaka

Hari Pelaut Sedunia, Pelindo Dukung Potensi Ekonomi di Selat Malaka

News | Kamis, 25 Juni 2026 | 21:26 WIB

Prabowo Percepat Pengembangan Mobil Nasional hingga Farmasi, Kampus Diminta Kejar Kebutuhan SDM

Prabowo Percepat Pengembangan Mobil Nasional hingga Farmasi, Kampus Diminta Kejar Kebutuhan SDM

News | Kamis, 25 Juni 2026 | 21:18 WIB

Geledah Kantor BKP Sumsel, KPK Temukan Bukti Upaya Ubah Opini WTP Usai Bupati Muara Enim Kena OTT

Geledah Kantor BKP Sumsel, KPK Temukan Bukti Upaya Ubah Opini WTP Usai Bupati Muara Enim Kena OTT

News | Kamis, 25 Juni 2026 | 21:12 WIB