- Andrew M. Cuomo mendorong integrasi teknologi blockchain dengan infrastruktur Intercontinental Exchange untuk menciptakan sistem keuangan global yang efisien.
- Kemitraan strategis antara ICE dan OKX bertujuan mendigitalisasi aset keuangan guna memperluas akses pasar bagi investor ritel global.
- Inisiatif yang didukung investasi besar ini memungkinkan masyarakat mengakses pasar modal melalui perangkat seluler secara lebih inklusif.
"Ini bukan tentang kripto. Ini tentang blockchain dan teknologi finansial, serta penerapan blockchain pada kelas aset lainnya," tegas Cuomo.
Konsep tersebut membuka peluang terciptanya akses investasi yang lebih luas bagi investor ritel, termasuk mereka yang berada di luar Amerika Serikat.
ICE dan OKX Siapkan Infrastruktur Pasar Masa Depan
Dari sisi industri, Intercontinental Exchange melihat kolaborasi ini sebagai bagian dari evolusi pasar modal global yang sedang berlangsung.
Senior Vice President Futures Exchanges ICE, Trabue Bland, menyebut kerja sama dengan OKX sebagai langkah strategis untuk membangun fondasi pasar keuangan generasi berikutnya.
“Joint venture ICE-OKX adalah satu langkah menuju pembangunan infrastruktur yang akan menentukan cara kerja pasar global dalam beberapa dekade mendatang,” ujar Bland.
Menurutnya, ICE selama ini telah membangun kepercayaan di kalangan institusi dan pelaku pasar global melalui teknologi pasar yang teregulasi.
Melalui kemitraan dengan OKX, perusahaan berharap dapat memperluas jangkauan layanan kepada jutaan investor ritel yang semakin aktif menggunakan platform digital.
“Kini, melalui kemitraan kami dengan OKX, kami berupaya memperluas jangkauan tersebut kepada 120 juta trader ritel OKX,” ungkapnya.
Sebagai bagian dari strategi jangka panjang, Intercontinental Exchange diketahui telah berinvestasi dalam proyek tersebut sejak awal 2026. Investasi bernilai ratusan juta dolar AS itu menjadi fondasi pengembangan teknologi yang diharapkan dapat menjembatani dunia keuangan tradisional dengan ekosistem digital modern.
Jika implementasinya berjalan sesuai rencana, transformasi ini berpotensi mengubah cara masyarakat mengakses pasar modal global, menjadikan investasi lintas negara semakin mudah dijangkau hanya melalui perangkat seluler.