-
Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Wamendiktisaintek) Stella Christie menilai kondisi geopolitik global saat ini membuat akses mahasiswa dan akademisi Indonesia untuk melanjutkan studi ke Amerika Serikat semakin menantang.
-
Karena itu, pemerintah mendorong mahasiswa, dosen, hingga peneliti Indonesia untuk memanfaatkan peluang beasiswa dan pendidikan tinggi yang kini semakin terbuka di China.
- Perkembangan sains dan teknologi di China saat ini berkembang sangat pesat dan semakin mendominasi peringkat dunia.
Suara.com - Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Wamendiktisaintek) Stella Christie menilai kondisi geopolitik global saat ini membuat akses mahasiswa dan akademisi Indonesia untuk melanjutkan studi ke Amerika Serikat semakin menantang.
Karena itu, pemerintah mendorong mahasiswa, dosen, hingga peneliti Indonesia untuk memanfaatkan peluang beasiswa dan pendidikan tinggi yang kini semakin terbuka di China.
Menurut Stella, perubahan lanskap pendidikan tinggi global perlu menjadi perhatian. Ia menilai perkembangan sains dan teknologi di China saat ini berkembang sangat pesat dan semakin mendominasi peringkat dunia.
"Tapi yang terjadi pada saat ini kalau kita lihat sains dan teknologi, cluster ranking di dunia itu China sudah hampir takeover," ujar Stella di Jakarta, Rabu (24/6/2026).
Atas dasar itu, Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemendiktisaintek) memperkuat kerja sama dengan berbagai perguruan tinggi di China untuk memperluas akses beasiswa bagi warga negara Indonesia.
Menurut Stella, peluang tersebut tidak hanya ditujukan bagi mahasiswa program sarjana, tetapi juga bagi dosen dan peneliti yang ingin melanjutkan pendidikan hingga jenjang doktoral.
"Yang kita lakukan dengan sangat erat adalah bagaimana kita membuka peluang memperbanyak beasiswa baik dari kita sendiri maupun dari pihak Tiongkok yang sangat bersedia dan sudah memberikan banyak sekali," tuturnya.
Ia mengatakan pemerintah ingin mendorong lebih banyak mahasiswa Indonesia menempuh pendidikan di kampus-kampus unggulan China.
"Jadi kesempatan untuk kita, untuk orang Indonesia baik mahasiswa maupun untuk yang mengambil S1 maupun S3. Kita kekhususkan S1 dan S3 itu lebih banyak lagi ke Tiongkok," kata Stella.
Salah satu perguruan tinggi yang membuka jalur khusus bagi pelajar Indonesia adalah Tsinghua University, yang saat ini merupakan salah satu universitas terbaik di Asia dan dunia.
Menurut Stella, kampus tersebut telah menyediakan kuota khusus bagi calon mahasiswa asal Indonesia.
"Bisa ke universitas top seperti Tsinghua University yang memberikan kita 50 kuota walaupun tetap ditentukan oleh mereka. Jadi mereka yang menentukan ini masuk atau enggak student-nya. Tapi sudah ada diberikan jalur khusus," ujarnya.
Stella menilai kesempatan tersebut merupakan perkembangan penting dalam hubungan pendidikan Indonesia dan China.
"Jadi ini tidak pernah terjadi dalam sejarah bahwa ada jalur khusus dari universitas paling top di Asia, nomor satu di Asia, nomor 12 di dunia, Tsinghua University dan universitas lainnya," pungkasnya.