- Polda Metro Jaya membongkar tiga laboratorium narkotika rumahan di Jakarta dan Semarang sepanjang Januari hingga Juni 2026.
- Petugas menangkap 14 tersangka yang memproduksi etomidek, karisoprodol, serta ekstasi menggunakan apartemen dan gudang sebagai lokasi operasional.
- Penyitaan barang bukti meliputi ribuan cartridge vape, pil koplo, ekstasi, serta bahan prekursor narkotika dalam jumlah besar.
Suara.com - Polisi membongkar peredaran narkotika sepanjang periode Januari hingga Juni 2026. Dalam kurun waktu enam bulan tersebut, polisi mengungkap tiga lokasi home industry atau clandestine lab narkotika.
Direktur Reserse Narkoba (Dirresnarkoba) Polda Metro Jaya Ahmad David mengatakan, dari tiga lokasi clandestine lab yang dibongkar, pihaknya menciduk delapan orang tersangka.
“Jumlah barang bukti yang disita berupa cartridge vape itu sebanyak 2.807, kemudian serbuk etomidek sebanyak 3.204,44 gram, dan cairan etomidek sebanyak 27.730 mililiter,” katanya, Jumat (26/6/2026).
“Di mana serbuk etomidek dan cairan etomidek ini dapat memproduksi kurang lebih 450.000 cartridge vape,” imbuhnya.
Berdasarkan pengakuan para tersangka, modus yang digunakan ialah menyulap apartemen tempat tinggal mereka menjadi lokasi produksi sekaligus tempat penyimpanan prekursor narkotika jenis etomidek.
David menyatakan narkotika jenis etomidek sangat digandrungi remaja perkotaan, khususnya para pengguna narkoba, karena cara penggunaannya mudah, tidak mencolok, dan dapat disamarkan seperti penggunaan rokok elektrik pada umumnya.
“Sehingga memang etomidek ini lebih pesat perkembangannya di perkotaan,” ucapnya.
Selanjutnya, kata David, pihaknya juga mengungkap home industry clandestine lab narkotika jenis karisoprodol atau pil koplo di dua lokasi, yakni di Semarang dan Jakarta.
“Diamankan empat tersangka baik sebagai penyandang dana, tersangka sebagai penyedia prekursor fasilitas maupun peralatan, dan tersangka peracik serta yang diamankan tersangka yang berperan sebagai pencari pembeli,” ucapnya.

Dari pabrik rumahan tersebut, polisi menyita barang bukti berupa 308.000 butir pil karisoprodol. Selain itu, turut disita prekursor karisoprodol seberat 2.587,8 ton.
“Kami sampaikan modus operandi pelaku dalam memproduksi narkotika jenis karisoprodol, yaitu dengan menyamarkan gudang pakan ternak sebagai tempat untuk memproduksi dan menyimpan prekursor narkotika, sehingga tidak dicurigai oleh warga setempat,” ujarnya.
Terakhir, petugas membongkar home industry narkotika di Jakarta yang diduga dijalankan jaringan asal China.
“Kami amankan di satu lokasi dengan mengamankan dua orang tersangka, yang pertama sebagai penyedia bahan prekursor, fasilitas serta peralatan produksi, dan yang kedua adalah yang membantu untuk mencetak atau membuat narkotika jenis ekstasi,” ucapnya.
Dari hasil penggeledahan, petugas menyita barang bukti berupa 653 butir pil ekstasi siap edar dan serbuk ekstasi seberat 16.695 gram.
Polisi juga mengungkap jaringan narkotika yang melibatkan sindikat Malaysia, China, dan Medan dengan jalur peredaran menuju Jakarta. Sebanyak 15 orang tersangka ditangkap di enam lokasi dengan peran mulai dari pengedar hingga kurir.
“Jumlah barang bukti seberat 108,37 kilogram,” tandasnya.