- Pada peringatan Hari Bhayangkara ke-81 tahun 2026, Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo diapresiasi atas keberhasilan transformasi institusi Polri.
- Intelektual Ali Ramadhan menilai program PRESISI telah membawa perubahan paradigmatik, profesionalisme, serta pelayanan Polri yang lebih humanis bagi masyarakat.
- Transformasi tersebut terbukti memperkuat stabilitas nasional, mendukung pembangunan ekonomi, dan meningkatkan kepercayaan publik terhadap peran Kepolisian Republik Indonesia.
Suara.com - Peringatan Hari Bhayangkara ke-80 tahun 2026 menjadi panggung apresiasi bagi kepemimpinan di tubuh Kepolisian Republik Indonesia (Polri).
Sosok Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo mencuat sebagai figur sentral yang dinilai berhasil membawa perubahan fundamental dan struktural dalam institusi penegak hukum tersebut.
Penilaian ini disampaikan oleh Ali Ramadhan, seorang intelektual muda sekaligus aktivis Nahdlatul Ulama (NU) yang mendalami rekam jejak sang Jenderal.
Ali Ramadhan, yang juga merupakan penulis buku "Jendral Kapolri Listyo Sigit Prabowo Sang Arsitek Presisi" (2026), memandang bahwa usia ke-81 Polri adalah momentum krusial untuk melihat kembali sejauh mana transformasi telah berjalan.
Menurutnya, kepemimpinan Listyo Sigit telah membawa Polri melampaui sekadar perubahan citra di permukaan.
"Peringatan HUT Bhayangkara ke-81 merupakan momentum untuk memberikan apresiasi secara mendalam terhadap kemajuan transformasi Polri yang berlangsung di bawah kepemimpinan Kapolri Listyo Sigit Prabowo. Perubahan yang terjadi bukan sekadar kosmetik atau perubahan di permukaan, melainkan perubahan yang bersifat paradigmatik dan menyeluruh, menyentuh akar budaya institusi, mekanisme kerja, serta orientasi pelayanan Polri kepada masyarakat Indonesia," ujar Ali Ramadhan dalam keterangannya, Jumat (3/7/2026).
Fondasi Paradigmatik Melalui Program PRESISI
Keberhasilan transformasi ini tidak lepas dari kerangka kerja yang jelas. Ali Ramadhan menegaskan bahwa inti dari seluruh pencapaian Polri saat ini berakar pada program PRESISI (Prediktif, Responsibilitas, Transparansi Berkeadilan). Program ini bukan sekadar akronim, melainkan landasan filosofis yang mengarahkan setiap gerak personel kepolisian di lapangan.
Dalam pandangan Ali, PRESISI mencerminkan komitmen kuat Polri terhadap profesionalisme, modernitas, dan keterbukaan.
Hal ini sangat relevan dengan tuntutan masyarakat di kota-kota besar yang menginginkan pelayanan publik yang cepat, transparan, dan akuntabel.
Perubahan ini dianggap sebagai sebuah pergeseran mentalitas yang sangat fundamental dalam sejarah kepolisian Indonesia.
Ali Ramadhan menyebutkan bahwa melalui PRESISI, Polri bertransformasi dari institusi yang semata-mata bersifat reaktif dan represif, menuju institusi yang proaktif, humanis, dan berorientasi pada solusi.
Perubahan arah ini dianggap memerlukan nyali kepemimpinan yang besar mengingat luasnya cakupan organisasi Polri.
"Perubahan ini membutuhkan keberanian kepemimpinan yang luar biasa, dan Kapolri Listyo Sigit Prabowo, telah menunjukkan kualitas kepemimpinan tersebut secara konsisten sepanjang masa jabatannya," tegas Ali.
Menopang Pembangunan dan Kepercayaan Publik
Dampak dari transformasi ini dirasakan luas dalam stabilitas nasional. Sebagai institusi yang menjaga keamanan dan ketertiban, Polri di bawah Jenderal Listyo Sigit Prabowo dinilai mampu menjadi mitra strategis bagi pemerintah.
Hal ini penting untuk memastikan roda pembangunan ekonomi dan sosial tetap berjalan tanpa gangguan keamanan yang berarti.
Pendekatan yang lebih humanis dalam menangani berbagai persoalan sosial di masyarakat menjadi poin tambahan yang meningkatkan kepercayaan publik terhadap korps bhayangkara.
"Peran Polri dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat adalah prasyarat mutlak bagi berjalannya roda pembangunan. Di bawah kepemimpinan Listyo Sigit, Polri semakin efektif dalam menjalankan fungsi ini dengan pendekatan yang lebih humanis dan berbasis pada kepercayaan publik," beber Ali.
Refleksi dan Proyeksi Masa Depan Polri
Hari Bhayangkara ke-81 juga dipandang sebagai undangan bagi seluruh jajaran kepolisian untuk tidak cepat puas.
Ali Ramadhan menekankan pentingnya menjaga konsistensi agar semangat transformasi ini terus berkembang dan tidak berhenti di tengah jalan. Harapannya, Polri dapat terus beradaptasi dengan tantangan zaman yang semakin kompleks, terutama di era digital.
Transformasi budaya institusi yang telah dimulai diharapkan menjadi warisan berkelanjutan bagi generasi kepolisian mendatang.
Dengan kinerja yang semakin signifikan, Polri diharapkan terus menjadi pilar utama dalam menopang visi Indonesia yang lebih cerah dan sejahtera.
"Kalau ada yang harus dirayakan di Hari Bhayangkara ke-81 ini, itu adalah prestasi Kapolri Listyo Sigit Prabowo yang dengan terobosan paradigmatik-nya melalui PRESISI berhasil meningkatkan kualitas kinerja dan perubahan transformatif pada aspek budaya institusi sehingga peran Polri makin signifikan dalam menopang realisasi pembangunan pemerintah menuju Indonesia yang cerah," pungkas Ali Ramadhan, Intelektual Muda NU dan Penulis Buku "Sang Arsitek Presisi".