OTT Diduga Bocor di Kasus Bupati Kuansing dan Langkat, KPK Bakal Evaluasi

Vania Rossa, Dea Hardiningsih Irianto

Sabtu, 04 Juli 2026 | 18:39 WIB
OTT Diduga Bocor di Kasus Bupati Kuansing dan Langkat, KPK Bakal Evaluasi
Plt. Direktur Penyidikan KPK Achmad Taufik Husein memberikan keterangan pers. [ANTARA FOTO/Indrianto Eko Suwarso/wsj]
baca 10 detik
  • KPK mengevaluasi strategi operasi tangkap tangan akibat dugaan kebocoran informasi pada kasus Bupati Kuansing dan Bupati Langkat.
  • Penyidik menemukan upaya target operasi untuk melarikan diri serta menyembunyikan barang bukti saat tim KPK tiba di lapangan.
  • Evaluasi fokus pada pengubahan pola pergerakan tim agar lebih rahasia demi memastikan keberhasilan proses hukum di masa depan.

Suara.com - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) akan mengevaluasi pelaksanaan operasi tangkap tangan (OTT) setelah muncul dugaan kebocoran informasi dalam dua operasi senyap yang menjerat Bupati Kuantan Singingi (Kuansing) Suhardiman Amby dan Bupati Langkat Syah Afandin.

Pelaksana Tugas (Plt) Direktur Penyidikan KPK Achmad Taufik Husein mengatakan evaluasi dilakukan untuk memperkuat strategi operasi di lapangan agar informasi mengenai OTT tidak lebih dulu diketahui oleh pihak yang menjadi target.

"Ya itu sedang dievaluasi juga kemarin dari tim. Untuk kemudian hal-hal kegiatan yang mungkin akan ada lagi di daerah-daerah seperti ini, itu juga jadi evaluasi nanti," kata Taufik di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta Selatan, Sabtu (4/7/2026).

Dalam kasus dugaan suap di Kuansing, KPK menduga informasi mengenai OTT lebih dulu diketahui oleh pihak terkait. Saat tim bergerak, Suhardiman Amby dan Sekretaris Daerah Kuansing Zulkarnain bahkan dijemput oleh pihak lain. Penyidik juga menemukan adanya upaya menyembunyikan barang bukti berupa sebuah mobil SUV Toyota Land Cruiser.

Dugaan serupa juga muncul dalam OTT yang menjerat Bupati Langkat Syah Afandin. Berdasarkan hasil penyidikan, pada 1 Juli 2026 sekitar pukul 21.00 WIB, Afandin menghubungi Yaqub Abdhal Al Mu'arif (YQB), pihak swasta yang juga merupakan tim suksesnya pada Pilkada 2024, untuk merencanakan pertemuan usai menghadiri kegiatan Asosiasi Pemerintah Kabupaten Seluruh Indonesia (APKASI).

Namun sekitar pukul 23.00 WIB, sopir Afandin, Zulkifli, menghubungi Yaqub dan meminta Afandin membatalkan pertemuan serta berbalik arah karena mengetahui tim KPK sedang berada di Kabupaten Langkat.

Menurut Taufik, salah satu langkah yang tengah dipertimbangkan dalam evaluasi adalah mengubah pola pergerakan tim di lapangan agar tidak turun secara bersamaan sehingga lebih sulit terdeteksi.

Meski demikian, ia menegaskan KPK masih mendalami bagaimana target operasi dapat mengetahui keberadaan penyidik.

"Jadi ini bukan memang bocor dari luar, tapi memang ini dugaan-dugaan saja bahwa orang itu mungkin juga mengira-ngira ada tim KPK yang turun ke daerah, sehingga kemudian dilakukan antisipasi-antisipasi," ujarnya.

baca juga

Taufik menambahkan, dugaan kebocoran informasi tidak menghalangi proses penegakan hukum. Menurutnya, penyidik tetap berhasil mengumpulkan alat bukti yang dibutuhkan.

"Tetapi tadi karena memang ada niat yang sudah terencana dari awal, dan ini kan bukan pemberian yang pertama, sudah ke sekian kalinya sehingga tetap ada. Kejahatan itu tidak sempurna," tandasnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Pengembalian Gratifikasi Tak Hapus Pidana, KPK Bakal Dalami Pernyataan Raja Juli

Pengembalian Gratifikasi Tak Hapus Pidana, KPK Bakal Dalami Pernyataan Raja Juli

News | Sabtu, 04 Juli 2026 | 17:27 WIB

Bupati Langkat Resmi Pakai Rompi Oranye Tahanan KPK

Bupati Langkat Resmi Pakai Rompi Oranye Tahanan KPK

Video | Sabtu, 04 Juli 2026 | 13:48 WIB

KPK Dalami Keterangan Bupati Kuansing soal Dugaan Amplop untuk Menhut Raja Juli

KPK Dalami Keterangan Bupati Kuansing soal Dugaan Amplop untuk Menhut Raja Juli

News | Sabtu, 04 Juli 2026 | 12:13 WIB

Terkini

Pertumbuhan Ekonomi RI di Semester I 2026 Diklaim Tertinggi dalam 13 Tahun Terakhir

Pertumbuhan Ekonomi RI di Semester I 2026 Diklaim Tertinggi dalam 13 Tahun Terakhir

Bisnis | Rabu, 19 Agustus 2026 | 19:29 WIB

Viral WNA Diduga Tentara IDF di Bali, Arya Wedakarna Malah Jadi Pengikut PM Israel

Viral WNA Diduga Tentara IDF di Bali, Arya Wedakarna Malah Jadi Pengikut PM Israel

Entertainment | Rabu, 19 Agustus 2026 | 19:28 WIB

GEMPAR Dorong Pedagang Pasar Ngino Melek Digital Hingga Buka Wacana Pasar Sore

GEMPAR Dorong Pedagang Pasar Ngino Melek Digital Hingga Buka Wacana Pasar Sore

Jogja | Rabu, 19 Agustus 2026 | 19:28 WIB

Layani 162 Ribu Pelanggan Sehari, KAI Rombak Manggarai Jadi Pusat Mobilitas Jakarta

Layani 162 Ribu Pelanggan Sehari, KAI Rombak Manggarai Jadi Pusat Mobilitas Jakarta

News | Rabu, 19 Agustus 2026 | 19:24 WIB

Pulang Belanja Sayur Subuh Hari, Nenek 62 Tahun di Bogor Meninggal Dunia Tertimpa Tembok Pembatas

Pulang Belanja Sayur Subuh Hari, Nenek 62 Tahun di Bogor Meninggal Dunia Tertimpa Tembok Pembatas

Jabar | Rabu, 19 Agustus 2026 | 19:17 WIB

Patung Yesus 25 Meter Segera Berdiri di Perbatasan Papua

Patung Yesus 25 Meter Segera Berdiri di Perbatasan Papua

Foto | Rabu, 19 Agustus 2026 | 19:09 WIB

Bukan Massa Mahasiswa, 21 Orang Bawa Petasan dan Diduga Molotov Dipulangkan

Bukan Massa Mahasiswa, 21 Orang Bawa Petasan dan Diduga Molotov Dipulangkan

News | Rabu, 19 Agustus 2026 | 19:08 WIB

3.055 Gempa Susulan Guncang NTT, Masyarakat Diminta Tetap Tenang dan Waspada

3.055 Gempa Susulan Guncang NTT, Masyarakat Diminta Tetap Tenang dan Waspada

News | Rabu, 19 Agustus 2026 | 19:08 WIB

Tampang 3 WNA Diduga Tentara Israel Kasari Staff Gym di Bali, Pemilik: Kalian Pembunuh Bayi

Tampang 3 WNA Diduga Tentara Israel Kasari Staff Gym di Bali, Pemilik: Kalian Pembunuh Bayi

Entertainment | Rabu, 19 Agustus 2026 | 19:06 WIB

Pelajar 15 Tahun di Serang Tewas Terlindas Truk Usai Gagal Menyalip dari Kiri

Pelajar 15 Tahun di Serang Tewas Terlindas Truk Usai Gagal Menyalip dari Kiri

Banten | Rabu, 19 Agustus 2026 | 19:06 WIB

×