Pelayat Pemakaman Ayatollah Ali Khamenei Ingin Donald Trump Meninggal Dunia

Pebriansyah Ariefana

Minggu, 05 Juli 2026 | 12:44 WIB
Pelayat Pemakaman Ayatollah Ali Khamenei Ingin Donald Trump Meninggal Dunia
Seruan kematian untuk Donald Trump menggema di tengah ratusan ribu massa pemakaman Ayatollah Khamenei. (Istimewa)
baca 10 detik
  • Seruan pembunuhan terhadap Donald Trump menggema langsung dalam upacara pemakaman massal Ayatollah Khamenei.

  • Negosiasi penghentian perang dan jalur energi Selat Hormuz resmi ditangguhkan akibat situasi yang memanas.

  • Calon Pemimpin Tertinggi baru Iran absen dari upacara karena diduga terluka akibat serangan udara.

Suara.com - Ratusan ribu pelayat di Iran Tehran menyerukan kematian Presiden Amerika Serikat Donald Trump dalam prosesi pemakaman Pemimpin Tertinggi Iran. Eskalasi retorika ini berpotensi membekukan negosiasi damai yang tengah berjalan guna menghentikan konflik bersenjata bilateral.

Provokasi langsung dari atas panggung utama ini menjadi penanda runtuhnya diplomasi informal di tengah duka nasional Iran. Gelombang sentimen anti-Barat kembali mencapai puncaknya melalui orasi yang disebarluaskan ke seluruh penjuru ibu kota.

Slogan-slogan radikal tertulis jelas pada berbagai poster dan coretan dinding di sepanjang rute pemakaman kenegaraan tersebut. Massa menuntut pembalasan ekstrem kepada para musuh bebuyutan rezim Tehran, termasuk Perdana Menteri Israel.

Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei. [khamenei.ir]
Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei. [khamenei.ir]

Penyair Mohammad Rasouli bertindak sebagai pemandu yang membakar amarah massa di bawah pengeras suara raksasa. Pekikan permusuhan terus berkumandang seiring sang provokator mempertanyakan status hidup kepala negara Amerika Serikat.

"Mengapa pria paling bajingan di dunia itu masih hidup?" tanya Rasouli kepada massa.

Sorak-sorai massa menyambut kalimat tersebut seolah mengamini bahwa perdamaian global tidak lagi membutuhkan kehadiran Trump. Rasouli kembali menegaskan retorikanya yang disambut dengan kepalan tangan ratusan ribu warga berpakaian hitam.

"Dunia bukan lagi tempat yang baik untuk," Trump, lanjut sang penyair di depan khalayak.

Ulama syiah senior berusia 97 tahun, Ayatollah Jafar Sobhani, kemudian memimpin ibadah salat jenazah di Grand Mosalla. Prosesi sakral ini dihadiri langsung oleh jajaran putra mendiang Khamenei serta Presiden Masoud Pezeshkian.

Ketua Parlemen Mohammad Bagher Qalibaf beserta Panglima Garda Revolusi Jenderal Ahmad Vahidi tampak hadir di barisan depan. Begitu pula dengan Esmail Qaani, komandan Pasukan Quds yang bertanggung jawab atas operasi luar negeri.

baca juga

Namun, ketidakhadiran penerus takhta kekuasaan Iran, Ayatollah Mojtaba Khamenei, memicu spekulasi besar mengenai kondisi internal rezim. Sosok yang diproyeksikan menjadi Pemimpin Tertinggi baru itu dikabarkan bersembunyi akibat luka pasca-serangan udara Israel.

Lautan manusia pada hari kedua pemakaman ini jauh lebih masif dibandingkan upacara pelepasan di hari pertama. Di saat bersamaan, Donald Trump memberikan pidato kenegaraan memperingati hari jadi Amerika Serikat yang ke-250 di Washington.

Trump mengklaim keunggulan mutlak militer negaranya atas musuh-musuh geopolitik di Timur Tengah dan Amerika Latin. Ia sesumbar telah melumpuhkan kekuatan pertahanan lawan dalam operasi militer komprehensif beberapa waktu lalu.

"Kita telah meraih kesuksesan yang luar biasa," ujar Trump saat membahas kekuatan militernya.

Respons agresif Trump ini melengkapi klaim penghancuran total yang pernah ia lontarkan terhadap peradaban Iran. Pemerintah federal Amerika Serikat sendiri mengakui telah melacak ancaman pembunuhan terhadap pejabat mereka sejak beberapa tahun terakhir.

"Anda lihat Venezuela, Anda lihat Iran. Kita menyapunya, menyapu bersih militer mereka," tambah Trump.

Perseteruan akut ini berakar dari keputusan masa lalu Trump yang memerintahkan pembunuhan Jenderal Qassem Soleimani pada tahun 2020. Meskipun Iran membantah plot pembunuhan sistematis saat ini, propaganda internal mereka terus menempatkan Trump sebagai target utama.

Mendiang Ayatollah Ali Khamenei sendiri tewas akibat serangan udara fatal pada permulaan meletusnya perang tersebut. Kematian figur sentral ini otomatis menunda proses diplomasi pengamanan Selat Hormuz yang sangat vital bagi pasokan energi dunia.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Iran Kesal dengan Aktivis HAM Dunia, Lihat Kelakuan Israel Cuma Diam

Iran Kesal dengan Aktivis HAM Dunia, Lihat Kelakuan Israel Cuma Diam

News | Minggu, 05 Juli 2026 | 09:30 WIB

Teheran Tutup Wilayah Udara Selama Prosesi Pemakaman Ali Khamenei

Teheran Tutup Wilayah Udara Selama Prosesi Pemakaman Ali Khamenei

News | Jum'at, 03 Juli 2026 | 23:24 WIB

Iran Bombardir Israel dan Amerika Serikat Kalau Ganggu Pemakaman Ali Khamenei

Iran Bombardir Israel dan Amerika Serikat Kalau Ganggu Pemakaman Ali Khamenei

News | Jum'at, 03 Juli 2026 | 07:23 WIB

Terkini

Penuhi Titah Prabowo, Pramono Siapkan Lahan 8 Hektare Bangun Sekolah Rakyat Permanen di Jakarta

Penuhi Titah Prabowo, Pramono Siapkan Lahan 8 Hektare Bangun Sekolah Rakyat Permanen di Jakarta

News | Minggu, 05 Juli 2026 | 13:00 WIB

Fakta-fakta Kebakaran TPA Jatiwaringin, Ratusan Orang Mengungsi

Fakta-fakta Kebakaran TPA Jatiwaringin, Ratusan Orang Mengungsi

News | Minggu, 05 Juli 2026 | 12:52 WIB

Korban Ketiga Operasi Narkoba Katingan: Aiptu Sumaryanto Ditemukan Meninggal

Korban Ketiga Operasi Narkoba Katingan: Aiptu Sumaryanto Ditemukan Meninggal

News | Minggu, 05 Juli 2026 | 12:46 WIB

Ada Tamu Negara! Simak Rute Penutupan Jalan di Jakarta Selama Kunjungan PM Singapura

Ada Tamu Negara! Simak Rute Penutupan Jalan di Jakarta Selama Kunjungan PM Singapura

News | Minggu, 05 Juli 2026 | 12:25 WIB

Khofifah Lepas 4.015 Pelari MANTRA116 2026, Perkuat Posisi Jatim sebagai Destinasi Sport Tourism

Khofifah Lepas 4.015 Pelari MANTRA116 2026, Perkuat Posisi Jatim sebagai Destinasi Sport Tourism

News | Minggu, 05 Juli 2026 | 12:07 WIB

Jurus Baru Roy Suryo: Ajukan Praperadilan Jilid 2 Demi Runtuhkan Dasar Tersangka UU ITE

Jurus Baru Roy Suryo: Ajukan Praperadilan Jilid 2 Demi Runtuhkan Dasar Tersangka UU ITE

News | Minggu, 05 Juli 2026 | 12:04 WIB

Rugikan Nasabah Rp90 M, Kasus Akses Ilegal Mirae Asset Naik Penyidikan!

Rugikan Nasabah Rp90 M, Kasus Akses Ilegal Mirae Asset Naik Penyidikan!

News | Minggu, 05 Juli 2026 | 11:57 WIB

Melejit 300 Persen! Penumpang Stasiun JIS Membeludak di Akhir Pekan, Tiket Rp1 Jadi Magnet

Melejit 300 Persen! Penumpang Stasiun JIS Membeludak di Akhir Pekan, Tiket Rp1 Jadi Magnet

News | Minggu, 05 Juli 2026 | 11:30 WIB

Teror Bom Molotov! Rumah Advokat di Ciracas Diserang Dua Pria Misterius

Teror Bom Molotov! Rumah Advokat di Ciracas Diserang Dua Pria Misterius

News | Minggu, 05 Juli 2026 | 10:00 WIB

Bagaimana Satelit Membantu Ilmuwan Melindungi Sungai dari Pencemaran dan Perubahan Iklim?

Bagaimana Satelit Membantu Ilmuwan Melindungi Sungai dari Pencemaran dan Perubahan Iklim?

News | Minggu, 05 Juli 2026 | 09:34 WIB

×