Dokter Paru Ingatkan Dampak Kesehatan Kebakaran TPA Jatiwaringin, Kelompok Rentan Harus Waspada

Dwi Bowo Raharjo, Lilis Varwati

Selasa, 07 Juli 2026 | 11:43 WIB
Dokter Paru Ingatkan Dampak Kesehatan Kebakaran TPA Jatiwaringin, Kelompok Rentan Harus Waspada
Pemulung memilah sampah pada tumpukan sampah yang terbakar di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Jatiwaringin, Kabupaten Tangerang, Banten, Rabu (1/7/2026). [ANTARA FOTO/Putra M. Akbar/YU]
baca 10 detik
  • Kebakaran TPA Jatiwaringin, Tangerang, sejak 30 Juni 2026 menyebabkan polusi udara berbahaya berupa gas beracun dan partikel debu.
  • Paparan asap kebakaran tersebut berisiko menimbulkan berbagai gangguan kesehatan mulai dari iritasi mata hingga penyakit saluran pernapasan.
  • Kelompok rentan seperti lansia dan anak-anak sangat terdampak, sehingga penanganan memerlukan pendekatan berbasis riset serta teknologi mutakhir.

Suara.com - Kebakaran di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Jatiwaringin, Kabupaten Tangerang, yang terjadi sejak 30 Juni 2026, dinilai berpotensi menimbulkan dampak kesehatan bagi masyarakat akibat paparan asap dan polusi udara.

Dokter spesialis paru sekaligus Ketua Majelis Kehormatan Perhimpunan Dokter Paru Indonesia (PDPI), Prof Tjandra Yoga Aditama, mengatakan terdapat sejumlah kajian ilmiah yang dapat menjadi rujukan dalam menilai sekaligus mengatasi dampak kesehatan akibat kebakaran sampah berskala luas.

Mengutip dari jurnal ilmiah Sustainability melalui artikel berjudul A Comprehensive Study of the Impact of Waste Fires on the Environment and Health, Tjandra memaparkan bahwa setidaknya ada lima dampak kebakaran sampah terhadap lingkungan dan kesehatan.

"Pertama, kebakaran berbagai jenis sampah yang luas dapat menimbulkan polusi udara dengan setidaknya delapan gas, yaitu amonia (NH3), karbon dioksida dioxide (CO2), karbon monoksida (CO), hidrogen sulfida (H2S), metana (CH4), nitrogen dioksida (NO2) dan sulfur dioksida (SO2)," jelas Tjandra dalam keterangannya, Selasa (7/7/2026).

Selain gas, Tjandra menerangkan bahwa kebakaran juga menghasilkan polusi bahan padat atau Particulate Matter (PM) dalam berbagai ukuran, termasuk PM 2,5 yang dapat masuk hingga ke alveolus paru.

Ia menambahkan, kebakaran biomassa sampah juga berpotensi melepaskan volatile organic compounds serta bahan kimia aromatik polisiklik ke udara.

Lebih lanjut, Tjandra menyebut gangguan kesehatan akibat kebakaran sampah dapat bervariasi, mulai dari keluhan ringan hingga penyakit yang lebih berat.

Petugas dari BPBD Kabupaten Tangerang saat melakukan upaya pemadaman api yang membakar lokasi TPA Jatiwaringin, Kecamatan Mauk. ANTARA/Azmi Samsul M
Petugas dari BPBD Kabupaten Tangerang saat melakukan upaya pemadaman api yang membakar lokasi TPA Jatiwaringin, Kecamatan Mauk. ANTARA/Azmi Samsul M

"Keluhan dan penyakit yang mungkin timbul dapat berupa sakit kepala, iritasi mata, gangguan kulit, gangguan saluran cerna. Selanjutnya akan berdampak pada paru dan saluran napas, seperti infeksi dalam berbagai derajatnya, mulai ISPA ringan sampai berat, dan gangguan pernapasan seperti serangan asma," tuturnya.

Ancaman terakhir, ditujukan bagi kelompok rentan seperti lansia, ibu hamil, dan anak-anak serta yang memiliki gangguan paru kronik, berpotensi lebih mudah terkena gangguan kesehatan akibat kebakaran sampah di lahan seluas 14 hektare tersebut.

baca juga

Selain dampak kesehatan, Prof Tjandra juga menyoroti pemanfaatan teknologi dalam penanganan kebakaran sampah.

"Peran teknologi mutakhir dalam bentuk kecerdasan buatan 'artificial intelligence (AI)', 'Machine Learning (ML)' dan teknologi 'deep learning' dalam pengendalian kebakaran sampah luas ini," katanya.

Tjandra juga mengutip kajian dari Wisconsin Department of Natural Resources berjudul Environmental and Health Impacts of Open Burning yang menjelaskan kebakaran plastik dapat melepaskan bahan kimia seperti dioksin, benzo(a)pyrene (BAP), serta hidrokarbon poliaromatik.

"Semoga pengendalian dampak kesehatan kebakaran di TPA Jatiwaringin dilakukan dengan baik dan mengacu kajian ilmiah, tanpa menimbulkan korban yang berarti," pungkasnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Kebakaran TPA Jatiwaringin Baru Padam 45 Persen Meski Tiga Helikopter Dikerahkan

Kebakaran TPA Jatiwaringin Baru Padam 45 Persen Meski Tiga Helikopter Dikerahkan

News | Selasa, 07 Juli 2026 | 10:31 WIB

Kebakaran TPA Jatiwaringin Belum Usai, Asap Beracun Bikin Puluhan Warga Tak Berani Pulang

Kebakaran TPA Jatiwaringin Belum Usai, Asap Beracun Bikin Puluhan Warga Tak Berani Pulang

News | Senin, 06 Juli 2026 | 13:50 WIB

Kebakaran TPA Jatiwaringin Hampir Padam, Daerah Diminta Waspadai Ancaman Serupa

Kebakaran TPA Jatiwaringin Hampir Padam, Daerah Diminta Waspadai Ancaman Serupa

News | Senin, 06 Juli 2026 | 12:28 WIB

Di Balik Kebakaran TPA Jatiwaringin: Bom Waktu Gas Metana dan Gagalnya Sistem Pengelolaan Sampah

Di Balik Kebakaran TPA Jatiwaringin: Bom Waktu Gas Metana dan Gagalnya Sistem Pengelolaan Sampah

News | Jum'at, 03 Juli 2026 | 14:08 WIB

Kebakaran TPA Jatiwaringin Meluas Hingga 15 Hektare

Kebakaran TPA Jatiwaringin Meluas Hingga 15 Hektare

Foto | Rabu, 01 Juli 2026 | 18:32 WIB

Terkini

Bukan di Istana, Prabowo Pilih Terima Tony Blair dengan Penuh Kekeluargaan di Rumah Pribadi

Bukan di Istana, Prabowo Pilih Terima Tony Blair dengan Penuh Kekeluargaan di Rumah Pribadi

News | Selasa, 07 Juli 2026 | 11:31 WIB

Mendadak Datangi Gedung Merah Putih KPK, Kepala BGN Nanik Sudaryati Beri Penjelasan Singkat

Mendadak Datangi Gedung Merah Putih KPK, Kepala BGN Nanik Sudaryati Beri Penjelasan Singkat

News | Selasa, 07 Juli 2026 | 11:19 WIB

Tiga Pulau Padam dalam Dua Bulan: Ada Apa dengan Listrik Indonesia?

Tiga Pulau Padam dalam Dua Bulan: Ada Apa dengan Listrik Indonesia?

News | Selasa, 07 Juli 2026 | 10:59 WIB

Kebakaran TPA Jatiwaringin Baru Padam 45 Persen Meski Tiga Helikopter Dikerahkan

Kebakaran TPA Jatiwaringin Baru Padam 45 Persen Meski Tiga Helikopter Dikerahkan

News | Selasa, 07 Juli 2026 | 10:31 WIB

Mendagri Serahkan Anugerah Adinata Syariah 2026, Dorong Pemda Kembangkan Potensi Ekonomi Syariah

Mendagri Serahkan Anugerah Adinata Syariah 2026, Dorong Pemda Kembangkan Potensi Ekonomi Syariah

News | Selasa, 07 Juli 2026 | 10:30 WIB

Dua Aksi Demonstrasi di Jakarta Pusat Hari Ini, 413 Personel Gabungan Disiagakan

Dua Aksi Demonstrasi di Jakarta Pusat Hari Ini, 413 Personel Gabungan Disiagakan

News | Selasa, 07 Juli 2026 | 10:10 WIB

Mulai Tahun Ini, 13 Juli Resmi Diperingati sebagai Hari Kepercayaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa

Mulai Tahun Ini, 13 Juli Resmi Diperingati sebagai Hari Kepercayaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa

News | Selasa, 07 Juli 2026 | 08:23 WIB

Ekonomi Jakarta Tumbuh 5,59 Persen, Dukungan Pramono terhadap UMKM dan PKL Tuai Pujian

Ekonomi Jakarta Tumbuh 5,59 Persen, Dukungan Pramono terhadap UMKM dan PKL Tuai Pujian

News | Selasa, 07 Juli 2026 | 07:37 WIB

Fadli Zon Sebut Ziarah Gunung Kawi Merupakan Warisan Tradisi

Fadli Zon Sebut Ziarah Gunung Kawi Merupakan Warisan Tradisi

News | Selasa, 07 Juli 2026 | 07:30 WIB

Alasan Indonesia Tak Kirim Pejabat Tinggi ke Penghormatan Terakhir Ayatollah Khamenei

Alasan Indonesia Tak Kirim Pejabat Tinggi ke Penghormatan Terakhir Ayatollah Khamenei

News | Selasa, 07 Juli 2026 | 07:05 WIB

×