Dilema Anak Muda RI: Tetap Ingin Menikah tapi Tercekik Beban Ekonomi dan Rumah Mahal

Muhamad Yasir

Rabu, 08 Juli 2026 | 15:55 WIB
Dilema Anak Muda RI: Tetap Ingin Menikah tapi Tercekik Beban Ekonomi dan Rumah Mahal
Ilustrasi menikah
baca 10 detik
  • Kemendukbangga/BKKBN menyatakan mayoritas generasi muda Indonesia tetap memprioritaskan pernikahan dan memiliki anak sebagai tujuan hidup yang utama.
  • Generasi muda cenderung menunda pernikahan hingga mereka mencapai kestabilan ekonomi serta kesiapan kesehatan fisik dan mental yang memadai.
  • Pemerintah mengalihkan fokus kebijakan kependudukan menuju keluarga berkualitas dan mendorong penyediaan fasilitas penitipan anak di lingkungan kerja.

Suara.com - Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga (Kemendukbangga)/BKKBN mengungkap mayoritas generasi muda Indonesia masih menjadikan menikah dan memiliki anak sebagai tujuan hidup.

Namun, keinginan itu baru akan diwujudkan setelah mereka merasa mapan secara ekonomi serta siap secara fisik dan mental.

Deputi Bidang Pengendalian Penduduk Kemendukbangga/BKKBN Bonivasius Prasetya Ichtiarto mengatakan temuan tersebut sejalan dengan hasil survei Dana Kependudukan Perserikatan Bangsa-Bangsa (UNFPA).

"Mayoritas masyarakat tetap ingin menikah dan memiliki anak, baik di provinsi besar maupun wilayah timur, mayoritas masyarakat tetap memilih menikah. Temuan ini selaras dengan survei UNFPA bahwa masyarakat Indonesia tetap memiliki keinginan membangun keluarga dan memiliki anak," kata Bonivasius dalam taklimat media menuju Hari Kependudukan Sedunia di Jakarta, Rabu (8/7/2026).

Bonivasius menjelaskan, pemerintah kini mengubah pendekatan kebijakan kependudukan. Fokusnya bukan lagi membatasi jumlah anak, melainkan mendorong keluarga yang terencana dan berkualitas.

"Narasi yang dikembangkan bergeser menjadi 'Dua anak lebih sehat', bukan sekadar 'Dua anak cukup'. Memiliki lebih dari dua anak diperbolehkan selama kualitas hidup, pendidikan, dan kesehatan anak tetap terjamin," ucapnya.

Menurutnya, arah kebijakan tersebut sejalan dengan upaya menjaga keseimbangan jumlah penduduk (population balance) dan membangun ketahanan demografi sebagaimana menjadi arahan Presiden Prabowo Subianto.

Deputi Bidang Pengendalian Penduduk Kemendukbangga/BKKBN Bonivasius Prasetya Ichtiarto (depan, tengah) dalam taklimat media menuju Hari Kependudukan Sedunia di Jakarta, Rabu (8/7/2026). ANTARA/Lintang Budiyanti Prameswari.
Deputi Bidang Pengendalian Penduduk Kemendukbangga/BKKBN Bonivasius Prasetya Ichtiarto (depan, tengah) dalam taklimat media menuju Hari Kependudukan Sedunia di Jakarta, Rabu (8/7/2026). ANTARA/Lintang Budiyanti Prameswari.

Meski demikian, Bonivasius mengakui masih banyak tantangan yang membuat generasi muda menunda membangun keluarga. Di antaranya tekanan ekonomi dan beban pengasuhan yang masih banyak ditanggung perempuan bekerja.

Karena itu, Kemendukbangga mendorong penyediaan fasilitas penitipan anak atau Taman Asuh Sayang Anak (Tamasya) di lingkungan kerja.

baca juga

"Daycare mampu meningkatkan kualitas pengasuhan, meningkatkan produktivitas pekerja perempuan, serta memberikan ketenangan bagi ibu saat bekerja. Gagasan penyediaan daycare di perusahaan juga telah disampaikan dalam pertemuan Presiden dengan jajaran pemerintah," tuturnya.

Berdasarkan survei UNFPA di 73 negara, lebih dari dua pertiga responden tetap memandang pernikahan sebagai jalur hidup ideal. Temuan itu mematahkan anggapan bahwa generasi muda mulai meninggalkan nilai-nilai keluarga.

Namun, generasi muda kini menetapkan standar yang lebih tinggi sebelum menikah dan memiliki anak. Mereka memprioritaskan stabilitas finansial, kesehatan fisik, dan kesehatan mental sebelum membangun keluarga.

Survei tersebut juga menunjukkan bahwa 72 persen responden menganggap kondisi ekonomi dan sulitnya memperoleh hunian layak sebagai hambatan terbesar untuk memiliki anak, di tengah meningkatnya kekhawatiran terhadap ketidakpastian ekonomi global, konflik, dan ketimpangan sosial. (Antara)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Biaya Haji 2027 Naik Rp20 Juta, DPR Tolak Subsidi APBN: Bermasalah Secara Syariat!

Biaya Haji 2027 Naik Rp20 Juta, DPR Tolak Subsidi APBN: Bermasalah Secara Syariat!

News | Rabu, 08 Juli 2026 | 15:34 WIB

KPK Periksa 9 Saksi Kasus Suap Bupati Kuansing, Ketua DPRD Juprizal Ikut Dipanggil!

KPK Periksa 9 Saksi Kasus Suap Bupati Kuansing, Ketua DPRD Juprizal Ikut Dipanggil!

News | Rabu, 08 Juli 2026 | 14:00 WIB

Jangan Mimpi Punya Generasi Emas, FKBI Soroti Ironi Negara Raup Rp2,23 Triliun dari Perokok Anak

Jangan Mimpi Punya Generasi Emas, FKBI Soroti Ironi Negara Raup Rp2,23 Triliun dari Perokok Anak

News | Selasa, 07 Juli 2026 | 13:19 WIB

Terkini

Kejagung Bongkar Akal-Akalan Ekspor Logam Tanah Jarang, Dua Pengiriman Diduga Sudah Lolos

Kejagung Bongkar Akal-Akalan Ekspor Logam Tanah Jarang, Dua Pengiriman Diduga Sudah Lolos

News | Rabu, 08 Juli 2026 | 15:46 WIB

Pantas Suka Joget, Prabowo Blak-blakan Ungkap Punya DNA India di Hadapan PM Modi: Ini Benar!

Pantas Suka Joget, Prabowo Blak-blakan Ungkap Punya DNA India di Hadapan PM Modi: Ini Benar!

News | Rabu, 08 Juli 2026 | 15:45 WIB

Wujudkan Tata Kelola yang Bersih dan Transparan, BPJS Kesehatan Bersinergi dengan KPK

Wujudkan Tata Kelola yang Bersih dan Transparan, BPJS Kesehatan Bersinergi dengan KPK

News | Rabu, 08 Juli 2026 | 15:42 WIB

Biaya Haji 2027 Naik Rp20 Juta, DPR Tolak Subsidi APBN: Bermasalah Secara Syariat!

Biaya Haji 2027 Naik Rp20 Juta, DPR Tolak Subsidi APBN: Bermasalah Secara Syariat!

News | Rabu, 08 Juli 2026 | 15:34 WIB

Ribuan Dapur MBG 3T Mangkrak 8 Bulan, Pengelola Klaim Rugi Belasan Triliun

Ribuan Dapur MBG 3T Mangkrak 8 Bulan, Pengelola Klaim Rugi Belasan Triliun

News | Rabu, 08 Juli 2026 | 15:31 WIB

Pesan Duka Megawati untuk Ali Khamenei Disiarkan Televisi Iran, Singgung Warisan Bung Karno

Pesan Duka Megawati untuk Ali Khamenei Disiarkan Televisi Iran, Singgung Warisan Bung Karno

News | Rabu, 08 Juli 2026 | 15:27 WIB

Buntut Demo Tidore, DPR Minta Pemerintah Cairkan Rp132 Triliun DBH untuk Gaji PPPK!

Buntut Demo Tidore, DPR Minta Pemerintah Cairkan Rp132 Triliun DBH untuk Gaji PPPK!

News | Rabu, 08 Juli 2026 | 15:21 WIB

Viral Pencurian Pagar Besi Kampung Melayu, Polisi Ringkus Satu Pelaku

Viral Pencurian Pagar Besi Kampung Melayu, Polisi Ringkus Satu Pelaku

News | Rabu, 08 Juli 2026 | 15:19 WIB

Dugaan Tambang Ugal-ugalan di Desa Rantau Bakula, Walhi Beri Waktu Satu Bulan untuk Solusi

Dugaan Tambang Ugal-ugalan di Desa Rantau Bakula, Walhi Beri Waktu Satu Bulan untuk Solusi

News | Rabu, 08 Juli 2026 | 15:12 WIB

Polemik Ijazah Jokowi Dinilai Tak Akan Berakhir Tanpa Bukti Fisik di Persidangan

Polemik Ijazah Jokowi Dinilai Tak Akan Berakhir Tanpa Bukti Fisik di Persidangan

News | Rabu, 08 Juli 2026 | 15:08 WIB

×