Dituding Penjahat Perang, Amerika Diadukan ke PBB Usai Serang Warga Sipil di Iran Selatan

Pebriansyah Ariefana

Rabu, 15 Juli 2026 | 11:39 WIB
Dituding Penjahat Perang, Amerika Diadukan ke PBB Usai Serang Warga Sipil di Iran Selatan
Donald Trump resmi memerintahkan blokade laut Iran setelah negosiasi damai di Islamabad menemui jalan buntu. (Gemini AI)
baca 10 detik
  • Iran resmi melaporkan Amerika Serikat ke PBB atas dugaan kejahatan perang terhadap warga sipil.

  • Terdapat 42 pelanggaran Nota Kesepahaman Islamabad oleh Amerika Serikat yang merusak stabilitas kawasan.

  • Amerika Serikat memperluas target serangan militer hingga mencakup pabrik dan situs nuklir Iran.

Suara.com - Iran secara resmi mengadukan agresi militer Washington kepada Perserikatan Bangsa-Bangsa PBB menyusul eskalasi serangan yang kian meluas. Serangan udara beruntun tersebut dituding sengaja menyasar fasilitas publik dan mengancam keamanan dunia.

Perwakilan Tetap Iran untuk PBB, Amir-Saeid Iravani, melayangkan protes keras ini secara tertulis kepada Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres. Ia menegaskan posisi negaranya menghadapi tindakan sepihak dari Pentagon.

"Amerika adalah agresor, bukan korban," kata Iravani dalam surat resmi tersebut.

Ledakan di pelabuhan Dayyer, Bushehr [Ist/AryJeay]
Ledakan di pelabuhan Dayyer, Bushehr [Ist/AryJeay]

Ketegangan diplomatik ini berakar dari ketidakpatuhan sepihak terhadap kesepakatan bersama yang telah ditandatangani kedua belah pihak. Pihak Teheran menilai Washington tidak memiliki iktikad baik sejak awal perundingan berjalan.

Berdasarkan laporan kantor berita IRNA, Iravani menuliskan bahwa hampir segera setelah penandatanganan memorandum kesepahaman dengan Teheran, Washington secara konsisten menolak menerapkan komitmennya.

Tidak hanya sekadar mangkir dari kewajiban, Amerika Serikat disebut secara aktif merusak implementasi poin-poin perdamaian secara sengaja. Tuduhan ini didasarkan pada rekam jejak operasi militer yang terus berlangsung di lapangan.

Secara terperinci, utusan khusus Teheran tersebut mengklaim telah mengantongi puluhan bukti otentik terkait pengingkaran perjanjian oleh Pentagon.

Pihak Iran mencatat sedikitnya 42 pelanggaran jelas dan mendasar terhadap Nota Kesepahaman Islamabad oleh pemerintah Amerika Serikat.

Dampak dari pengabaian hukum internasional ini dinilai bertolak belakang dengan upaya penciptaan perdamaian di kawasan Timur Tengah. Manuver sepihak tersebut justru memperpanjang masa krisis keamanan global.

baca juga

"Pelanggaran yang disengaja, diperhitungkan, dan terus-menerus ini telah membahayakan stabilitas kawasan, mengancam perdamaian dan keamanan internasional, serta menunjukkan pengabaian terang-terangan Amerika Serikat terhadap kewajibannya berdasarkan hukum internasional," katanya.

Tuduhan yang dilayangkan Iran tidak hanya sebatas pelanggaran prosedur diplomatik, melainkan sudah masuk ke ranah pelanggaran kemanusiaan berat. Penyerangan terhadap area non-militer menjadi dasar utama laporan ke PBB.

Di sisi lain, Gedung Putih menunjukkan sikap yang sangat keras dan menolak untuk menghentikan operasi militer. Eskalasi serangan justru diprediksi akan semakin meningkat dalam beberapa waktu ke depan.

Presiden AS secara terbuka menyatakan sikap optimistisnya terhadap operasi ini dan menegaskan bahwa gempuran udara akan terus berjalan. Komando Pusat AS (CENTCOM) mengonfirmasi gelombang serangan keempat telah diluncurkan hari ini.

Rencana penyerangan tersebut dipastikan kembali berlanjut esok hari serta hari-hari berikutnya secara berkesinambungan. Pentagon kini tengah menyusun daftar target baru yang mencakup kawasan pabrik hingga fasilitas nuklir strategis.

Sebelum kesepakatan gencatan senjata berakhir, operasi militer koalisi Amerika Serikat hanya difokuskan pada titik-titik vital logistik. Wilayah perairan strategis menjadi pusat perebutan kendali antarkedua negara.

Fokus utama serangan sebelumnya diarahkan pada target-target yang terhubung langsung dengan kendali Iran di Selat Hormuz. Jalur perdagangan minyak internasional tersebut menjadi titik paling rawan gesekan bersenjata.

Namun, arahan terbaru dari kepemimpinan Amerika Serikat mengindikasikan perluasan wilayah operasi militer secara signifikan. Pasukan bersenjata AS bersiap merangsek kembali ke wilayah pedalaman domestik Iran seperti sebelum masa gencatan senjata berlaku.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Donald Trump Ancam Ratakan Iran: Bikin Kesepakatan Atau Anda Tidak Miliki Apapun yang Tersisa

Donald Trump Ancam Ratakan Iran: Bikin Kesepakatan Atau Anda Tidak Miliki Apapun yang Tersisa

News | Rabu, 15 Juli 2026 | 08:02 WIB

Susul Korut, Amerika Serikat Membekukan Aset Kripto Terkait Iran Senilai Rp 2,3 Triliun

Susul Korut, Amerika Serikat Membekukan Aset Kripto Terkait Iran Senilai Rp 2,3 Triliun

News | Rabu, 15 Juli 2026 | 07:47 WIB

Target Serangan AS ke Iran Selanjutnya, Pembangkit Listrik dan Jembatan

Target Serangan AS ke Iran Selanjutnya, Pembangkit Listrik dan Jembatan

News | Rabu, 15 Juli 2026 | 07:39 WIB

Terkini

Babak Baru Kasus Nadiem Makarim, Sidang Banding Akan Digelar Awal Agustus

Babak Baru Kasus Nadiem Makarim, Sidang Banding Akan Digelar Awal Agustus

News | Rabu, 15 Juli 2026 | 11:45 WIB

Usai Diambil Alih, Kawasan Hotel Sultan Akan Disulap Jadi Sumber Baru Pemasukan Negara

Usai Diambil Alih, Kawasan Hotel Sultan Akan Disulap Jadi Sumber Baru Pemasukan Negara

News | Rabu, 15 Juli 2026 | 11:43 WIB

Kondisi Remaja Korban Rudapaksa 27 Pria di Sampang Membaik, Korban Mulai Berani Bercerita

Kondisi Remaja Korban Rudapaksa 27 Pria di Sampang Membaik, Korban Mulai Berani Bercerita

News | Rabu, 15 Juli 2026 | 11:30 WIB

Peron Baru Stasiun Bogor Beroperasi Hari Ini, Siap Layani KRL 12 Gerbong

Peron Baru Stasiun Bogor Beroperasi Hari Ini, Siap Layani KRL 12 Gerbong

News | Rabu, 15 Juli 2026 | 11:24 WIB

32 Tahun Jadi Guru, Mimpi Isayas Tigi Lihat Sekolah Gratis di Papua Tengah Akhirnya Terwujud

32 Tahun Jadi Guru, Mimpi Isayas Tigi Lihat Sekolah Gratis di Papua Tengah Akhirnya Terwujud

News | Rabu, 15 Juli 2026 | 11:22 WIB

Kabar Gembira! 58.920 Siswa di Papua Tengah Bisa Sekolah Gratis, Termasuk Biaya Asrama

Kabar Gembira! 58.920 Siswa di Papua Tengah Bisa Sekolah Gratis, Termasuk Biaya Asrama

News | Rabu, 15 Juli 2026 | 11:01 WIB

Surat Calon Jampidsus Beredar, Komjak Malah Pertanyakan Keabsahannya

Surat Calon Jampidsus Beredar, Komjak Malah Pertanyakan Keabsahannya

News | Rabu, 15 Juli 2026 | 11:00 WIB

JPO Tendean Ambruk Ditabrak Truk, Pakar Sebut Sopir dan Perusahaan Wajib Bayar Denda

JPO Tendean Ambruk Ditabrak Truk, Pakar Sebut Sopir dan Perusahaan Wajib Bayar Denda

News | Rabu, 15 Juli 2026 | 10:32 WIB

Sudah 59 Nyawa Melayang! Komnas HAM Tagih Janji Pemerintah Urus 100 Ribu Pengungsi Papua

Sudah 59 Nyawa Melayang! Komnas HAM Tagih Janji Pemerintah Urus 100 Ribu Pengungsi Papua

News | Rabu, 15 Juli 2026 | 10:29 WIB

Ironi Menteng: Kawasan Elite Jantung Jakarta Paling Banyak Butuh Toren Air Gratis

Ironi Menteng: Kawasan Elite Jantung Jakarta Paling Banyak Butuh Toren Air Gratis

News | Rabu, 15 Juli 2026 | 10:10 WIB

×